POJOKSATU.id - Tiga pendaki asal Tasikmalaya yang sebelumnya dilaporkan hilang kini telah ditemukan selamat oleh tim SAR gabungan dan dipastikan akan dievakuasi untuk diturunkan pada Selasa (26/11/2024).

Informasi ini disampaikan oleh Ketua Forum Komunikasi Pecinta Alam Tasikmalaya (FKPAT), Miftah Rizki.

"Ya sudah, dan besok mulai turun. Kemungkinan bisa sampai 2 hari sampai Desa," kata Miftah saat dihubungi wartawan, Senin (25/11/2024).

Sebelumnya, diinformasikan tiga pendaki asal Kota Tasikmalaya dilaporkan hilang kontak hingga Minggu (24/11/2024) sore saat melakukan ekspedisi pendakian di Gunung Balease, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Baca Juga: Pendaki Marapi Viral Minta Tolong Akhirnya Meninggal Akibat Luka Bakar yang Dideritanya

Ketiganya merupakan pendaki senior yang dikenal di kalangan pecinta alam Tasikmalaya dan termasuk jajaran senior di komunitas Jarambah QC Tasikmalaya.

Pendaki tersebut adalah Tantan Trianasaputra (58), warga Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Yogyakarta; Maman Permana (44), warga Kelurahan Sambongjaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya; dan Yudiana (46), warga Kelurahan Sumelap, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya.

Sesuai jadwal, mereka seharusnya tiba di basecamp Ulusalu pada 18 November untuk menyelesaikan ekspedisi. Namun, hingga 20 November, mereka belum tiba di lokasi.

Baca Juga: 18 Pendaki Terjebak Erupsi Marapi Terdeteksi Keberadaannya oleh Tim SAR, Kemungkinan Sudah Tewas

Informasi hilangnya ketiga pendaki ini langsung menyebar di kalangan komunitas pecinta alam se-Indonesia yang segera melakukan koordinasi pencarian.

Dua anggota Jarambah QC bahkan telah diberangkatkan ke Sulawesi Selatan untuk ikut membantu upaya pencarian.

Proses Evakuasi dan Kondisi Survivor

Operasi SAR masih berlangsung dan diperkirakan membutuhkan waktu hingga dua hari karena medan yang cukup sulit.

"Ke depan karena diprediksi dari titik survivor ditemukan ke basecamp induk memakan waktu perjalanan 2 hari perjalanan, semoga kita semua selalu diberikan kesehatan," jelas Miftah.

Ketiga pendaki ditemukan di Pos 4 Tamboke, dengan kondisi dua orang sehat dan satu lainnya mengalami cedera ringan di kaki akibat lecet.

"2 orang sehat walafiat dan 1 orang keadaan cedera kaki akibat lecet, sekarang tim akan bermalam dulu 1 malam besok 26 November 2024 tim akan melanjutkan perjalanan menuju ke bawah," lanjutnya.

Baca Juga: Viral Anggota Polisi Komen 'Mampus' di Video Pendaki Korban Erupsi Gunung Marapi, Cek Fakta di Sini

Pelajaran bagi Pecinta Alam

Miftah juga menjelaskan bahwa peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pecinta alam di Tasikmalaya maupun di seluruh Indonesia. Ia menegaskan bahwa gunung bukanlah habitat manusia dan tidak untuk "ditaklukkan".

"Bahwa gunung itu sebenarnya bukan habitat kita dan bukan untuk ditaklukan. Mungkin selevel kang Tantan dan tim Jarambah itu, sudah memahami dan mereka bergelut dengan ilmunya," ujar Miftah.

Ia menyoroti fenomena pendakian masa kini yang cenderung dilakukan tanpa persiapan memadai dan hanya demi eksistensi di media sosial.

Baca Juga: Serem Video Pendaki Wanita Terjebak Erupsi Gunung Marapi, Wajah Penuh Abu Vulkanik, Napas Tersengal-sengal

"Karena bukan hanya naik gunung seperti zaman sekarang dilakukan yaitu naik gunung dengan perbekalan seadanya yang buat eksis di dunia sosial lalu turun," katanya.

Menurut Miftah, pendaki yang selamat adalah mereka yang memiliki bekal pengalaman dan ilmu memadai. Ia pun berharap para pendaki pemula untuk terus belajar sebelum melakukan perjalanan.

"Buktinya kang Tantan ditemukan dengan selamat karena perbekalan itu sendiri, jadi jangan sampai para pendaki di Tasikmalaya itu cukup tahu dari sosmed dan mengikuti saja tapi harus belajar, belajar dan belajar," tutupnya. ***