POJOKSATU.id, PADANG-- Tim SAR Gabungan berhasil melacak keberadaan 18 orang pendaki Gunung Marapi yang terjebak saat erupsi Minggu siang (3/12) pukul 14.54 WIB.

Menurut keterangan Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, 8 orang terdeteksi keberadaannya oleh tim yang pertama dan 10 orang oleh tim kedua.

Abdul Malik menyebutkan, dua kelompok Tim SAR Gabungan berhasil menemukan keberadaan 18 korban pada Selasa 5 Desember 2023.

"8 orang sudah terdeteksi keberadaannya oleh tim yang pertama dan 10 orang oleh tim kedua. Jadi total ada 18 orang (ditambah 6 jenazah yang belum dievakuasi)," ujarnya, Selasa (5/12).

Baca Juga: Identitas Lengkap Korban Selamat, Korban Teridentifikasi dan 18 Orang Belum Ditemukan Letusan Gunung Marapi

Tim SAR Gabungan masih berusaha semaksimal mungkin mengevakuasi seluruh korban yang masih berada di puncak Gunung Marapi.

Sementara itu, dalam proses evakuasi, Abdul Malik menyebutkan, saat ini sebanyak 300 relawan telah memasuki area evakusi.

Selanjutnya, korban-korban yang berhasil dievakuasi, akan dibawa ke Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi.

Sebelumnya, Wakapolda Sumbar Brigjen Edi Mardiyanto menyebut 18 pendaki Gunung Marapi terindikasi meninggal dunia imbas erupsi Gunung Marapi di Agam dan Tanah Datar, Sumbar.

Baca Juga: 7 Penyebab Batal Diangkat PPPK Meski Lulus Seleksi PPPK 2023, Guru Honorer, Tenaga Teknis dan Nakes Bisa Kena

Dari kabar terbaru yang disampaikan Wakapolda Sumbar, Selasa pagi (5/12), 18 pendaki terindikasi meninggal dan ditemukan di dua lokasi di sekitar Gunung Marapi.

Pada lokasi pertama, menurut Wakapolda, sebanyak 10 orang terindikasi meninggal, sementara di lokasi kedua 8 orang terindikasi meninggal.

Enam Mahasiswa Politeknik Padang Masih Hilang

Sementara enam mahasiswa Politeknik Negeri Padang (PNP) belum ditemukan hingga Selasa (5/12). Nama mereka antara lain Wahlul Alde Putra, Filhan Alfiqh Faizin, Aditya Prasetyo, Yasirli Amri, Irfandi Putra dan Zikri Habibi.***