POJOKSATU.id - Di tengah bencana erupsi gunung Marapi Sumbar, sosok anggota polisi Rendy Tuejeh mendadak viral.
Anggota polisi Rendy Tuejeh pun langsung menjadi buruan netizen.
Bahkan tidak sedikit netizen yang langsung melontarkan caci maki kepada Rendy Tuejeh.
Baca Juga: Peran Pemuka Agama dan Tokoh Agama dalam Menangkal Berita Hoax jelang Pemilu 2024 Harus Diperkuat
Hingga Senin 4 Desember 2023 sore, data BNPB menyebutkan 11 pendaki tewas korban erupsi gunung Marapi di Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumbar.
Namun, 11 orang yang meninggal dunia tersebut belum bisa terdata karena korban banyak yang tidak dikenali.
Dari 75 orang yang berada di sekitar Gunung Marapi saat erupsi itu, sebanyak 14 orang adalah mahasiswa Politeknik Negeri Padang (PNP).
Baca Juga: Manfaat Obat Herbal Tradisional Bagi Kesehatan
Sedangkan 49 diantaranya sudah dievakuasi dengan selamat dan sebagian sudah dipulangkan ke kediaman masing-masing.
Sementara, tim SAR gabungan hingga saat ini masih terus melakukan pencarian terhadap 12 pendaki lainnya yang dinyatakan hilang.
Sampai dengan Senin 4 Desember 2023 pukul 15.30 WIB, 1 dari 14 korban yang sudah ditemukan sudah dievakuasi ke RS Achmad mochtar Bukittinggi.
Baca Juga: BPBD Karawang Antisipasi Dampak Jebolnya Tanggul Situ Jungkur: Kerjasama dengan BBWS dan PUPR
Salah satu kendala yang dihadapi tim SAR adalah lantaran erupsi Gunung Marapi hingga saat ini masih terus terjadi.
Akibatnya, abu vulkanik yang turun menutupi jarak pandang dan memperlambat proses pencarian serta evakuasi.
Kondisi tersebut masih ditambah hujan yang terus mengguyur di lokasi.
Hal tersebut membuat jalur pendakian dan jalur evakuasi menjadi sangat licit sehingga memperlambat tim SAR.
Sementara bedasarkan update terbaru, tim SAR gabungan sudah berhasil mengevakuasi 3 jenazah korban erupsi gunung Marapi.
Baca Juga: Analisis Pakar Komunikasi Soal Tudingan Agus Rahardjo ke Jokowi, Bisa Saja Benar
3 pendaki korban tewas korban erupsi gunung Marapi Sumbar itu dievakuasi ke RS Achmad Mochtar Bukittinggi.
Identitas dan nama 3 pendaki tewas korban erupsi gunung Marapi tersebut bahkan sudah diketahui.
2 dari pendaki tersebut diketahui bernama Muhammad Adan (21), asal Kota Pekanbaru, Riau.
Baca Juga: 3 Film Paling Horor di Tahun 2023
Lalu Muhammad Teguh Amanda (20), asal Kota Padang, Sumbar.
Nama kedua di atas tercatat sebagai mahasiswa Politeknik Negeri Padang.
Sementara satu korban tewas lainnya masih dalam proses identifikasi tim DVI Polda Sumbar.
Baca Juga: Gibran Ingatkan Pelaku Ekonomi Kreatif Indonesia untuk Tetap Menjaga Work-life Balance
Di tengah pemberitaan terkait para pendaki korban erupsi gunung Marapi Sumbar, beredar tangkapan layar komen pada sebuah unggahan.
Unggahan itu merupakan video mahasiswi asal Padang bernama Zhafirah Zahrim Febrina.
Di video tersebut, Zhafirah terlihat bernafas tersengal sengal dan dalam kondisi lemas.
Wajah pendaki tersebut ditutupi abu vulkanik yang berwarna abu-abu.
Nah, akun Instagram @rendytoejeh terlihat memberikan komentar pada unggahan itu.
Akan tetapi komen akun Intagram @rendytoejeh dianggap sama sekali tidak memberikan rasa simpatik kepada korban.
Baca Juga: Ganjar Dorong Peningkatan SDM Pemuda Sesuai Potensi Lokal di Daerahnya
"Mampus," demikian komen akun Instagram @rendytoejeh sebagaimana dikutip Pojoksatu.id, Senin 4 Desember 2023.
Akibat komen tersebut, netizen pun langsung mencari identitas pemilik akun tersebut.
Disebutkan bahwa pemilik akun @rendytoejeh itu tidak lain adalah anggota polisi.
Baca Juga: Polisi Bongkar Penjualan Obat Aborsi di Bandung, Empaf Orang Ini Ditetapkan Tersangka
Dalam tangkapan layar yang beredar, akun Instagram @rendytoejeh ternyata bukan akun kaleng-kaleng.
Pasalnya terlihat bahwa akun tersebut memiliki jumlah pengikut mencapai 17 ribu lebih.
Dituliskan pula keterangan pada bio:
Baca Juga: Telah Hadir Kedai Kopi Prolog di Kota Bogor, dari Monolog Menuju Dialog Sesama Pencinta Kopi!
"REAL ACCOUNT POLDA SULAWESI UTARA MANADO"
Akun tersebut juga cukup aktif membuat unggahan hingga mencapai 544 unggahan.
Komen akun Instagram @rendytoejeh itu pun langsung mendapat reaksi keras dari publik.
Akan tetapi, Rendy Tuejeh langsung membuat klarifikasi melalui akun Insatgram miliknya, @rendytuejeh.
Dalam klarifikasinya, anggota Polri yang merupakan seorang selebgram itu memastikan bahwa dirinya tidak pernah membuat komen 'mampus'.
Rendy menjelaskan bahwa akun yang komen 'mampus' bukanlah dirinya.
Baca Juga: Cerita Lucu Bikin Ngakak Berjudul Anak SD Mau Ke Surga, Cocok untuk Obat Galau
Melainkan akun palsu yang menggunakan foto dan konten-konten yang ia unggah di akun Instagramnya.
"Selamat siang saya Brigpol Rendy Tuejeh saya sebelumnya memohon maaf atas kegaduhan yang terjadi atas komentar oknum yang mengatasnamakan serta menggunakan foto dan identitas saya"
"Yang bersangkutan menggunakan akun palsu @rendytoejeh sedangkan akun asli saya @rendytuejeh"
Baca Juga: Jangan Sampai Menyesal! Simak Persyaratan Menjadi Pramuka Garuda, Tahun Depan Kamu Harus Lolos!
"Saya juga ikut berbelasungkawa atas musibah erupsi gunung Marapi," tandas Rendy Tuejeh dikutip Pojoksatu.id.



