POJOKSATU.ID- Warga Kampung Rongga, Desa Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat mengeluhkan adanya pihak tak bertanggung jawab yang membuang limbah sembarangan.
Tumpukan karung tampak tergeletak seperti sebuah tanggul di sepanjang jalan irigasi dekat lahan pertanian dan pemukiman warga.
Dengan adanya tumpukan tersebut, aktivitas warga sekitar jadi terganggu dan kemungkinan besar akan mencemari lingkungan.
Selain itu, ratusan karung diduga berisi limbah batu bara ini beresiko merusak hasil panen dan mengancam kesehatan warga sekitar.
Baca Juga: Semarak Honda Bikers Day 2024, Ribuan Bikers Siap Gas Bersama dalam Momen Persaudaraan Terbesar
Warga sekitar membenarkan bahwa isi karung tersebut adalah material limbah sisa pembakaran batu bara.
Menurut kesaksian warga sekitar, ada pihak yang sengaja membuang limbah tersebut di sana, meskipun sudah tertulis adanya larangan membuang sampah di area itu.
Aktivitas ini sudah terjadi sejak 2 bulan lalu dan setiap hari ada saja orang tak dikenal membuang limbah tersebut tanpa izin.
Dengan adanya tumpukan karung yang sudah menghitam itu, air irigasi untuk lahan pertanian warga jadi berwarna hitam saat hujan.
Jika cuaca sedang panas, debu dari limbah batu bara ini cukup tebal dan kerap kali terhirup oleh warga setempat saat melakukan aktivitas di luar rumah
Penemuan yang bikin geleng-geleng kepala ini sudah dilaporkan warga ke Dinas Lingkungan Hidup Bandung Barat.
Pihak DLH juga sudah terjun ke lapangan dan mengidentifikasi bahwa isi karung tersebut memang benar material sisa pembakaran atau pengolahan batu bara yang biasa disebut fly ash dan bottom ash.
Temuan limbah batu bara yang dibuang sembarangan ini juga telah sampai ke telinga Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin.
Bey sudah meminta kepolisian untuk mengusut kasus ini, guna memberi efek jera pada pihak yang tak bertanggung jawab.
Saat ini DLH Bandung Barat bekerja sama dengan Polda Jawa Barat sedang memburu pelakunya.
Baca Juga: Momen Calon Bupati Kabupaten Nganjuk Janjikan Inovasi Baru dari Bawang dan Padi Soal Pangan
Bey juga meminta agar industri di Bandung Barat yang menggunakan batu bara sebagai bahan bakar untuk mentaati dokumen tentang lingkungan pengolahan limbah.
Diketahui, memang cukup banyak pabrik kapur di Bandung Barat yang menggunakan batu bara sebagai bahan bakar.
Bahkan, produksi yang berlangsung hampir 24 jam dalam sehari telah membuat salah satu ruas di Bandung Barat tampak seperti turun salju.
Namun itu bukan salju, melainkan debu dari pabrik kapur yang berada di sepanjang jalan.
Para pengendara motor juga harus bersabar karena kerap kali terjebak macet karena adanya truk pengangkut yang hilir mudik.
Baca Juga: Polytama Ubah Limbah B3 Jadi Energi Motor Listrik, Dorong Keberlanjutan Hijau di Indramayu
Di sisi lain, pabrik kapur telah membantu banyak warga yang tinggal di sekitar lokasi industri dalam meningkatkan perekonomiannya.
Hal ini tentu menjadi dilema besar bagi pemerintah, di satu sisi aktivitas penambangan kapur yang ditampung di pabrik-pabrik bisa berdampak pada kesehatan warga dan rusaknya alam.
Namun dengan adanya pabrik kapur, masyarakat dapat menyambung hidup dari bekerja di industri tersebut. ***



