POJOKSATU.ID, SUMUT - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan terakhirnya ke Sumatera Utara (Sumut) sebagai Presiden Republik Indonesia, sebelum jabatannya berakhir pada 20 Oktober mendatang.

Kunjungan kerja Presiden Jokowi di Sumut berlangsung sejak 15 Oktober-17 Oktober 2024.

Dalam kunjungan kerja itu, Presiden Jokowi meresmikan 3 Program Strategis Nasional (PSN) yang ada di Sumut.

Baca Juga: KAI Daop 3 Cirebon Peringatkan Bahaya Vandalisme Pelemparan Batu ke Kereta Api

Adapun ketiga PSN yang diresmikan oleh Jokowi adalah:

1. Stadion Utama Sumatera Utara

Stadion Utama Sumatera Utara berlokasi di Desa Sena, Deli Serdang, Sumut.

Saat melakukan peresmian di stadion tersebut, Presiden menilai bahwa Stadion Utama Sumatera Utara memiliki bangunan yang megah dan mewah.

"Sumatera Utara sekarang ini memiliki stadion yang sangat besar dan sangat mewah. Seperti yang kita lihat pada sore hari ini. Ini kemarin sudah dipakai penutupan PON Sumut dan Aceh. Karena stadionnya baru, kita lihat semuanya baru dan bagus,” kata Presiden di Stadion Utama Sumatera Utara, Desa Sena, Deliserdang, Sumut, Selasa (15/10/2024).

Baca Juga: Ajak Masyarakat Tertib Berlalu Lintas, Polres Metro Depok Gelar Operasi Zebra Jaya 2024, Ini Titiknya

Sementara itu, Pj Gubernur Sumut Agus Fatoni mengatakan stadion yang megah dan mewah ini adalah salah satu hasil dari pelaksanaan PON di Sumut.

Setelah PON usai, dirinya berkomitmen agar fasilitas olahraga tersebut nantinya akan dikelola sebaik mungkin.

Menurutnya, pengelolaan yang berkelanjutan, dapat dilaksanakan oleh Kabupaten/Kota, Provinsi atau diserahkan kepada persatuan atau cabang olahraga (Cabor).

2. Bendungan Lausimeme

Bendungan Lausimeme terletak di Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang, Sumut, yang diresmikan pada Rabu (16/10/2024).

Baca Juga: Disambut Kim Seokjin Tanpa Lima Member BTS Lainnya, J-Hope Resmi Keluar dari Wajib Militer

“Bendungan ini bisa mengurangi, bisa mereduksi banjir di Kota Medan, di Deliserdang dan menyediakan air baku untuk Medan dan Deliserdang. Selain itu juga tentu saja untuk mengairi persawahan yang ada di sekitar sini,” kata Presiden Jokowi.

Sebagaimana diketahui, Bendungan Lau Simeme merupakan bendungan ke-47 yang telah diresmikannya selama 10 tahun terakhir menjabat.

Pembangunan bendungan ini telah dimulai sejak 2018 dengan menggunakan anggaran sebesar Rp1,7 triliun dan memiliki luas genangan 125 hektare dengan volume tampung sebanyak 21 juta meter kubik.

Baca Juga: Kabar Duka, Liam Payne Mantan Anggota Grup One Direction Tewas usai Terjatuh dari Lantai Tiga Hotel di Argentina

Presiden berharap dengan adanya bendungan ini akan bermanfaat bagi masyarakat Sumut secara luas.

Pj Gubernur Sumut, Agus Fatoni mengatakan adanya bendung tersebut akan berdampak besar bagi masyarakat Sumut. Terlebih ditujukan dalam pengendalian banjir di Kota Medan serta menyediakan air baku bagi masyarakat Deli Serdang dan Kota Medan.

“Bendungan ini tentunya sangat berdampak besar bagi masyarakat Sumut, apalagi kita tahu ini fungsinya ditujukan juga mengendalikan banjir di Kota Medan dan menyediakan air baku untuk masyarakat Deliserdang dan Kota Medan,” ujar Fatoni.

Baca Juga: Dukungan Komunitas UMKM dan Budaya Mengalir Deras untuk Pasangan BERES di Pilkada Cirebon 2024

Fatoni berharap bendungan tersebut mampu bertahan lama mengingat memiliki fungsi yang sangat besar bagi masyarakat luas.

3. Tol Indrapura-Kisaran

Selanjutnya adalah Jalan Tol Indrapura-Kisaran, yang diresmikan pada Rabu (16/10/2024).

Dua seksi jalan tol yang diresmikan tersebut terdiri dari Seksi I (Indrapura-Lima Puluh) sepanjang 15,6 km.

Kemudia, seksi II (Lima Puluh-Kisaran) sepanjang 32,15 km dengan total 47,75 km. Tol tersebut telah dibangun sejak tahun 2018 dengan anggaran pembangunan sebesar Rp6,32 triliun.

Baca Juga: CEK NOTIFIKASI SSCASN, Contoh Honorer Terverifikasi TMS Tidak Lulus Seleksi Administrasi Pendaftaran PPPK 2024, Simak Cara Menghindari dan Solusinya

“Dengan mengucap ‘Bismillah’ pada siang ini saya resmikan Jalan Tol Ruas Indrapura - Kisaran Seksi 2 (Lima Puluh-Kisaran) di Provinsi Sumatera Utara,” ucap Presiden.

Selain meresmikan jalan Tol Indrapura-Kisaran, melalui kesempatan ini Presiden juga meresmikan Jalan Tol Betung-Tempino Jambi Seksi 3 Bayung Lencir-Tempino.

Jalan tol sepanjang 34 km ini menghabiskan anggaran sebesar Rp 5,6 triliun.

Presiden berharap dengan diresmikannya jalan tol ini semakin mempermudah mobilitas masyarakat dan logistik. Dirinya juga berharap kehadiran tol ini mampu menjadi awal pertumbuhan ekonomi baru. 

Baca Juga: Panglima Laskar Macan Ali, Prabu Diaz, Dianugerahi Penghargaan Tokoh Penggerak Toleransi Internasional oleh API di Cirebon

4. Pusat Riset Genomik Pertanian di Humbahas

Selanjutnya, Presiden Jokowi meresmikan Pusat Riset Genomik Pertanian yang berlokasi di Taman Sains dan Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) di Desa Aek Nauli I, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbahas.

"Saya mengapresiasi keberadaan Pusat Riset Genomik Pertanian di Humbang Hasundutan, Sumatera Utara ini yang nantinya diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian nasional," ucap Presiden.

Presiden berharap, Pusat Riset Genomik Pertanian ini bisa meningkatkan produksi per hektare baik itu kemenyan, kopi, padi, kentang, bawang merah dan bawang putih.

Baca Juga: Wajah Baru Menteri, Profil Raden Dodi Priyono, Tak Banyak Diketahui Tapi Berpengalaman Luas, Paling Tepat Jadi Menteri PUPR

"Semua per hektare harus naik, karena kita memiliki pusat riset yang sangat baik di Humbang Hasundutan, Sumatera Utara ini,” kata Presiden Jokowi.

Presiden mengatakan saat ini perubahan iklim sangat nyata dirasakan dan dampaknya tidak hanya berkaitan dengan udara panas di semua negara, namun juga produksi pangan dunia menjadi turun.

“Karena perubahan cuaca yang tidak jelas, perubahan iklim yang tidak pasti, panasnya berapa bulan, hujannya berapa bulan, sulit sekarang ini diprediksi dan dihitung, sehingga menyebabkan produksi pangan di hampir semua negara turun. Dan ketakutan dunia adalah nantinya terjadi krisis pangan,” jelasnya.

Baca Juga: Polisi Gelar Perkara Kasus Bullying Mahasiswa PPDS FK Undip Dr Aulia Risma, Tapi Kok Belum Ada Tersangkanya?

Presiden mengatakan di Indonesia, riset-riset mengenai pangan, hortikultura masih jauh tertinggal dari negara-negara lain. Contohnya untuk produksi kopi nasional saja, kira-kira hanya 2-2,3 ton per hektar, sementara di negara lain sudah mencapai 8-9 ton per hektar.

“Artinya bibit, benih unggul yang kita miliki kalah dari mereka. Padi juga sama, per hektar kita baru 5,2 ton, negara lain bisa sampai 7 ton, artinya riset di sini kita masih kalah dengan negara lain,” tuturnya.

Presiden meminta seluruh pihak terkait untuk menjalin kerja sama dengan siapapun atau negara manapun untuk bisa mendapatkan benih dan bibit unggul, sehingga produktivitas produksi padi dan bahan pangan bisa meningkat. ***