POJOKSATU.ID - Asosiasi Pendeta Indonesia (API) memberikan penghargaan kepada Panglima Tinggi Laskar Macan Ali, Prabu Diaz, sebagai Tokoh Penggerak Toleransi Internasional dan Kemanusiaan. 

Acara penganugerahan ini berlangsung di Balai Kota Cirebon dan diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Pusat API melalui cabang Cirebon Raya.

Prabu Diaz yang akrab disapa Mamo, mengungkapkan rasa syukurnya atas penghargaan tersebut. 

"Ini adalah penghargaan yang sangat berarti bagi kami. Saya berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kami, termasuk Ibu Ayu, yang telah memberikan dukungan untuk menggerakkan semangat toleransi sejak beberapa tahun lalu. Kehadiran beliau di sini sebagai pribadi dan juga sebagai calon Bupati Cirebon sangat berarti bagi kami," ucapnya Kamis (17/10)

Baca Juga: Gara-Gara Oknum Guru SDN Pasirjengkol 2, Siswi di Karawang Trauma ke Sekolah

Mamo menambahkan penghargaan tersebut diberikan di hadapan perwakilan dari Penjabat (PJ) Walikota Cirebon dan berbagai pemuka lintas agama, termasuk Hindu, Budha, Konghucu, Islam, Katolik, dan Kristen. Tokoh-tokoh dari berbagai kota seperti Cilacap dan Jakarta juga turut hadir dalam acara tersebut.

Prabu Diaz menyampaikan pesan penting terkait toleransi sebagai kunci perdamaian dunia. 

"Saya menghimbau seluruh warga dunia, khususnya dari Cirebon, Jawa Barat, bahwa perdamaian dunia dimulai dari rasa toleransi yang tinggi. Dengan toleransi, perdamaian akan terwujud. Mari kita jaga toleransi sebagai amanat dari Tuhan Yang Maha Esa, Allah Subhanahu Wa Ta'ala," tambahnya.

Baca Juga: KAI Daop 3 Cirebon Peringatkan Bahaya Vandalisme Pelemparan Batu ke Kereta Api

Sementara Sekretaris DPD API Jawa Barat, Pdt. Jootje Tambayong, menambahkan bahwa API yang berdiri sejak 20 Oktober 2002 di Istana Negara, selalu berupaya mendorong kebersamaan dalam kehidupan berbangsa, terutama dalam konteks keagamaan. 

Ia juga mengapresiasi peran Prabu Diaz dalam memajukan nilai-nilai kemanusiaan dan toleransi.

"Penghargaan ini kami berikan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi beliau dalam memajukan nilai-nilai kemanusiaan, tidak hanya untuk Indonesia, tetapi juga dunia. Semoga penghargaan ini menjadi inspirasi untuk persatuan dan perdamaian," pungkasnya