POJOKSATU.id – Setelah resmi PDIP usung Pramono – Rano Karno yang maju Pilkada Jakarta, Anies Baswedan pun kini dikabarkan didorong partai PDIP untuk menjadi tim sukses kedua calon dan wakil calon gubernur tersebut.
Anies Baswedan kini sudah tidak memiliki harapan lagi untuk maju Pilkada Jakarta bareng PDIP. Setelah akhirnya memilin Pramono untuk menjadi pasangan Rano Karno di Pilkada Jakarta.
Pilkada Jakarta tampaknya akan kehilangan Anies Baswedan, setelah PDIP gagal mengusungnya bersama Rano Karno.
Kini, Anies Baswedan diketahui diminta untuk menjadi timses Pramono – Rano Karno.
Baca Juga: Efisiensi dan Transparansi: Pembelian BBM Bersubsidi Menggunakan QR Code
Mantan Gubernur Jakarta tersebut pun telah menanggapi dan memberikan jawabannya terkait hal tersebut.
Anies Baswedan sampai saat ini memiliki dampak positif dalam dunia politik Indonesia.
Hal itu lah yang akhirnya membuat Anies Baswedan terus bergerak dan kembali ingin menjadi calon gubernur di Pilkada Jakarta nanti.
Tetapi, harapan tersebut tampaknya sudah sirna, lantaran sampai saat ini Anies Baswedan belum diketahui akan diusung oleh partai mana.
PDIP sendiri diketahui diketuai oleh Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum.
Baca Juga: Isu Keretakan Rumah Tangga Sherina Munaf Jadi Sorotan, Berikut Profil dan Kariernya
Lantas, seperti apa jawaban Anies Baswedan terkait dirinya diminat menjadi timses Pramono – Rano Karno di Pilkada Jakarta?
Anies Baswedan baru-baru ini mengungkapkan terkait hal itu dengan jawaban yang singkat, padat.
"Ya pokoknya nanti, nanti," ungkap Anies Baswedan dalam keterangannya baru-baru ini, dikutip POJOKSATU.id pada Sabtu, 31 Agustus 2024.
Sebagai informasi, bahwa Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus sempat mengungkap terkait Anies Baswedan dan kaitannya dengan PDIP.
Bahwa ternyata Anies Baswedan tidak pernah diminta PDIP untuk menjadi kader partai. Tetapi mantan gubernur DKI Jakarta ini malah diminta bergabung sebagai tim sukses Pramono-Rano di Pilkada Jakarta 2024.
Baca Juga: Rara Sang pawang hujan dikatakan di usir dari Aceh.
"Ya kita berharap seperti itu (mendukung Pramono-Rano). Kita berharap Pak Anies mau menjadi bagian dari tim ini. Bukan hanya memenangkan gubernur, tapi menyelesaikan persoalan-persoalan ketegangan-ketegangan akibat Pilgub 2018 itu," ungkap Deddy di DPP PDIP.
Adapun ungkapan dari Hasto, bahwa Anies Baswedan telah bertemu dengan elite-elite PDIP. Tapi, Hasto menyinggung ada kekuatan yang membuat batasan agar PDIP dan Anies Baswedan tidak menjalin kerja sama.
"Pak Anies saat itu intens bertemu dengan Pak Aming Ketua DPD, kemudian Pak Ahmad Basarah, Pak Said Abdullah dan juga bertemu dengan saya. Dan kemudian kita bahas gagasan-gagasan besar yang pijakannya adalah seluruh pemikiran para pendiri bangsa di dalam sidang BPUPK," ungkap Hasto Kristiyanto.
Dengan demikain, Anies Baswedan resmi tidak menjadi calon gubernur di Pilkada Jakarta bersama PDIP.
PDIP kini resmi memilih Pramono dan Rano Karno tidak Anies Baswedan di Pilkada Jakarta.***



