POJOKSATU.id, JAKARTA— Pengakuan Suroto (50) mengenai celana dalam Vina yang melorot saat pertama kali ditemukan disorot Titin Prialianti, kuasa hukum atau pengacara Saka Tatal, terpidana kasus Vina Cirebon.
Suroto merupakan Petugas Siskamling Desa Kecomberan yang termasuk salah satu warga yang pertama kali menolong Vina dan Eky pada Agustus 2016 silam. Titin Prialianti meragukan kesaksian Suroto ini.
Saka Tatal (23) salah satu terpidana pembunuhan Vina dan Eky. Saka divonis 8 tahun penjara di kasus ini. Saat 2016 lalu usianya masih 15 tahun.
"Saya justru ingin tanya Pak suroto bicara seperti itu emang warnanya (celana dalam) apa? Dia tahu gak?" tanya Titin Prialianti dilansir suryacoid, Selasa (18/6/2024).
Titin juga meragukan keterangan Suroto soal Vina mengenakan baju putih dan rok hitam pendek.
"Karena dokter yang menolong Vina sempat menggunting celananya untuk mengobati luka. Ada tertuang," imbuhnya.
"Ngapain ngarang pakai rok mini. Padahal dia harus menggunting celana. Karena sangat tidak mungkin dokter melakukan hal itu," ujarnya.
"Mana yang benar, saya idealnya kalau dokter tidak hanya disumpah dalam persidangan. Tapi sumpah profesi apa yang dia lihat tertuang dalam resume pertama kali menerima jenazah atau menerima korban luka," kata Titin lagi.
Mengenai motor, Titin menyebutkan kondisi kendaraan yang digunakan Eky dalam kondisi rusak baretan.
"Karena di fakta persidangan anggota kepolisian menyatakan ditemukan warna motor di median jalan, motor baret kalau disebut tidak rusak karena meninggal dua, rusaknya tidak parah betul," ujar Titin.
Baca Juga: Informasi dari Pemda Bocoran Kapan Pendaftaran PPPK 2024, Tinggal Menunggu Juklak Juknis dari BKN
"Tapi rusak ya rusak, stang bengkok, kan dihadirkan di persidangan tapi motor bisa digunakan karena kunci masih ada tapi motor lecet dan tergores," sambung Titin.
Titin mengaku memiliki bukti foto motor Eky.
Berita sebelumnya, Petugas Siskamling Desa Kecomberan, Suroto (50), memberikan kesaksian saat pertama kali menolong Vina dan Eky pada tahun 2016 silam. Celana dalam Vina melorot tidak semestinya.
Saat itu, dia sedang patroli keliling karena kondisi rawan begal sekitar pukul 22.00 hingga 23.00 WIB di sana.
“Jam 10 saya lewat, mutar balik ke flyover sini, saya melihat korban-korban tergeletak," kata Suroto di kanal YouTube Official iNews seperti dilihat Pojoksatu.id, Minggu (9/6/2024).
Baca Juga: Kisah Istri Honorer Jadi TKW Arab, Puaskan Anak Majikan Sampail Hamil dan Melahirkan Anak
Awalnya, Suroto menolong Eky terlebih dahulu dan menduga Eky telah meninggal dunia. Lalu dia mendengar suara Vina minta tolong yang posisi tubuhnya tidak jauh dari Eky.
"Dia minta tolong, tolong, tolong. Aku bilang sabar lagi manggil mobil," kata Suroto menirukan ucapannya pada Vina saat itu.
Kemudian Suroto mengangkat kepala Vina yang kondisi tubuhnya terluka parah dan Vina dipapahnya.
"Kaki luka, apa kena sobekan besi, luka parah tangan kiri kalau enggak salah. Wajah memar semua. Tangan kayak kena bacokan. Banyak mengeluarkan darah,” katanya.
Pengakuan Suroto, saat dia menolong Vina dan Eky, kondisi di Jembatan Talun sedang hujan lebat.
Menurut Suroto, celana dalam Vina kondisi melorot saat pertama kali dia menolong kedua korban di Flyover Talun. Lalu Suroto menggunakan jaket putih biru berlambang XTC untuk menutupi kemaluan korban.
"Saya betulin celana dalam si Vina. Celana dalam melorot tidak semestinya kayak kita pada umumnya. Asal saya naikin, saya tutupin pakai jaket," katanya.***




