POJOKSATU.id, JAKARTA - Seorang istri honorer bernama Yani menceritakan pengalammnya menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di Arab Saudi. Ia menjadi TKW karena keluarganya terlilit utang.

Selama bekerja di Arab Saudi, Yani justru kepincut dengan anak majikannya yang masih muda, ganteng, dan perkasa. Ia melakukan hubungan terlarang hampir setiap hari hingga hamil.

Kejadian bermula pada 2006. Saat itu, usia pernikahan Yani dengan sang suami sudah delapan tahun dan telah dikaruniai anak.

Baca Juga: Bursa dan Prediksi Turki vs Georgia, Lengkap dengan Prakiraan Susunan Pemain Kedua Tim

Awalnya mereka hidup bahagia. Namun dalam perjalanan, pasangan suami istri ini diterpa ujian. Gaji suaminya sebagai tenaga honorer tidak cukup untuk menutupi kebutuhan rumah tangga. Mereka terpaksa berutang.

Gaji sang suami tidak mampu lagi membayar utang. Yani pun memutuskan untuk menjadi TKW demi membantu suami membayar utang.

"Saya sudah berumah tangga selama 8 tahun. Aku sama suamiku hidup bahagia, enggak ada duanya kebahagiaan kami," ujar Yani saat menjadi tamu podcast yang videonya dibagikan di channel Reyben Entertainment pada 4 April 2024.

Baca Juga: Informasi dari Pemda Bocoran Kapan Pendaftaran PPPK 2024, Tinggal Menunggu Juklak Juknis dari BKN

Keterbatasan ekonomi memaksa pasangan suami istri ini harus berpisah sementara. Yani memilih menjadi TKW. Sedangkan suami tetap bekerja sebagai tenaga honorer.

"Yang namanya juga rumah tangga pasti ada ujiannya. Suami saya tuh belum pegawai negeri, dia sukarela gitu, dia belum PNS. Terus ada masalah sedikit dalam rumah tangga, masalah ekonomi," ucapnya.

Ia berharap dengan menjadi TKW dapat melunasi utang. Sebab Yani tidak yakin utangnya bisa dibayar jika hanya mengharapkan gaji suami sebagai tenaga honorer.

"Saya minta izin sama suami "Pak gimana nih saya ada rencana mau ke Arab nih, kamu izinin enggak?" Buat masa depan anak, siapa tahu utang kita bisa terbayar," katanya.

Baca Juga: SELAIN PPG Daljab Tertentu, Nunuk Bahas SEB Sistem Pengangkatan KSPS di Live IG, Ada Skenario Guru Penggerak Peserta PPG Daljab Jadi Prioritas!

Sang suami tak bisa menolak. Dia merestui Yani untuk mencari nafkah dengan menjadi TKW Arab.

"Kalau memang kamu ingin ke sana, aku enggak melarang, kalau memang niat kamu seperti itu ya udah," kata TKW menirukan ucapan suaminya kala itu.

Setelah mendapat izin dari suami, dia pun langsung mengurus dokumen yang dibutuhkan untuk menjadi calon TKW.

Setelah dokumen lengkap, Yani mendaftar ke perusahaan agensi penyalur TKW. Ia dibawa ke Jakarta untuk mengikuti pelatihan. Seminggu kemudian, Yani bersama calon TKW lainnya diterbangkan ke Arab Saudi.

Singkat cerita, Yani bekerja di rumah berlantai lima. Ia kaget karena harus membersihkan rumah seorang diri.

"Saya nangis terus Mbak selama berapa tahun, hampir dua tahun itu saya nangis terus, enggak pernah kering air mata saya," kata Yani.

"Kerja di situ enggakseindah yang saya bayangkan, aduh ya Allah menderita banget ya Allah. Ini tembok aja dipel, lima lantai loh rumahnya," tambahnya.

Menyelesaikan pekerjaan rumah harus benar-benar bersih. Saat cuci piring misalnya, tidak boleh ada sisa makanan yang tersangkut di serbet. Kalau ada yang nyangkut, harus diulang lagi.

Setahun bekerja Yani tidak pernah menyampaikan kabar apa pun kepada keluarganya. Ia tidak menceritakan pengalaman pahit yang dialaminya di Arab Saudi.

"Selama saya berjalan satu tahun di situ saya enggak kabarin keluarga saya, suami saya," katanya.

Keluarga di Indonesia pun gelisah. Dia dianggap sudah meninggal di Arab Saudi. Bahkan suaminya telah selingkuh dengan perempuan lain. Yani baru tahu suaminya selingkuh saat pulang ke Indonesia.

Main di Toilet Bareng Anak Majikan

Yani bekerja jadi TKW Arab dengan gaji Rp2,5 juta per bulan. Selama bekerja, dia selalu dirayu oleh majikan, adik majikan, hingga anak majikan.

Tahun pertama, Yani masih kuat dari segala bentuk rayuan dan godaan. Imannya masih kuat. Ia rajin ibadah. Shalat tepat waktu.

Memasuki tahun kedua, Yani mulai goyah. Ia kepincut dengan anak majikan yang masih muda, ganteng dan perkasa.

"Namanya juga normal ya, lama-lama juga saya bisa aduh saya maaf ya terbuka aja saya engak bisa munafik ya, saya terjerumus juga jadinya," ucapnya.

Anak majikan berusia sekitar 25 tahun. Sedangkan Yani berusia 29 tahun. Anak majikan selalu memberikan perhatian, ngobrol, dan melirik manja.

"Dia panggil saya Habibi, sayang, aduh ya Allah GR saya," jelasnya.

Suatu waktu, anak majikan mengajak Yani masuk ke toilet. Dia lalu mencium dan mencumbu Yani.

"Dia cium saya, dipeluk, saya aduh aduh gimana atuh saya enggak tolak sih. Ya Allah itu yang saya inginkan juga ya karena itu yang saya idem-idamkan juga," katanya.

Meskipun begitu, Yani dan anak majikan saat itu belum sempat melakukan hubungan layaknya pasangan suami istri.

Keduanya keluar dari toilet karena terdengar suara pintu terbuka di lantai atas.

Sejak menikmati tubuh Yani di toilet, anak majikan semakin berani. Ia tal segan-segan memeluk Yani saat bekerja di dapur.

Singkatnya, Yani dan anak majikan akhirnya melakukan hubungan suami istri di kolong tangga pada pagi hari, saat majikan pergi ke toko.

"Di situlah mulai kita begitulah sampai melampai batas. Dia meraba-raba saya, terus mencium saya. Ya nama juga udah lama enggak merasakan itu sudah hampir 1 tahun kan normalah, enggak mikir suami lah saat itu, udah kesetanan," ujarnya.

Yani merasakan 'burung' Arab sangat berbeda dengan Indonesia. Awalnya dia kesakitan, tapi lama-lama dia justru ketagihan.

"Aduh gimana ya beda banget punyanya tuh. Maaf ya keras banget, beda jauh banget P orang Indonesia, panjang keras lagi, udah kewalahan saya Mbak," katanya.

"Saat itu baru ngerasain, saya merasain sakit banget. Aduh ya ampun sampai sakit loh, sakit banget. Namanya juga dia masih muda," katanya.

Dalam waktu hanya sejam, Yani melakukan tiga kali dengan anak majikan. Sejak saat itu, mereka melakukan hubungan hampir setiap hari.

Yani berhubungan pada pagi hari saat majikan belum bangun. Kadang juga dilakukan pada malam hari di kamar Yani.

"Tiap hari dia minta, enggak terhitung. Ya namanya juga masih muda lah, saya juga udah lama enggak ngerasain, makanya gini. Kata dia benar kata orang punya orang Indonesia tuh sempit sempit," imbunya.

"Aku ketagihan deh katanya. Ya sama aku juga lebih ketagihan, enggak ngelak, aja aku kasih aja," tambahnya.

Karena keseringan melakukan hubungan suami istri, Yani akhirnya hamil. Yani panik. Tapi dia menolak menggugurkan kandungan. Ia ingin melahirkan anak dari turunan Arab yang ganteng. ***

Selengkapnya Baca Juga: Kisah TKW Arab Saudi Dihamili Anak Majikan, Pulang ke Indonesia Kena Karma, Suami Direbut Pelakor