POJOKSATU.id, JAKARTA— Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba yang kena OTT KPK ternyata pernah diusung Partai PKS maju Pilgub 2014 lalu dan hasilnya menang.
Selain pernah diusung Pilgub Maluku Utara (Malut), Abdul Gani Kasuba juga pernah terpilih anggota DPR di Senayan dari Partai PKS pada tahun 2004 lalu.
Kini PKS dengan tegas menyatakan Abdul Gani Kasuba bukan kader mereka lagi. Dan pada Pilgub Maluku Utara 2018 lalu, Abdul Gani maju melalui PDIP dan PKPI.
Baca Juga: PTDI Telat Bayar Gaji Karyawan Bulan November, Begini Penjelasan dan Komitmen Pembayaran
Abdul Ghani Kasuba telah menjabat sebagai Gubernur Malut selama 2 periode. Ia memimpin Provinsi Maluku Utara sejak 2014-- 2019 dan 2018 hingga 2023.
Abdul Ghani juga pernah maju menjadi calon anggota DPR RI lewat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan terpilih ke Senayan untuk periode 2004-2007.
Pria 72 tahun ini juga pernah memangku jabatan Wakil Gubernur Maluku Utara pada tahun 2008 sampai 2013.
PKS Tegaskan Bukan Kadernya Lagi
Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK telah dianggap PKS bukan kader mereka lagi.
Baca Juga: Petinggi Demokrat Andi Arief Anggap Debat Cawapres Tak Terlalu Penting, Seperti Pepesan Kosong
"Pak Abdul Gani Kasuba bukan kader/anggota PKS," kata Wasekjen PKS Bidang Hukum dan Advokasi Zainudin Paru kepada wartawan, Selasa (19/12/2023).
Zainudin Paru menjelaskan Abdul Gani Kasuba menjadi Gubernur Maluku Utara diusung oleh dua partai pada 2018 lalu. Pihaknya, kata Zainudin Paru, tidak termasuk dalam dua partai tersebut.
"Pada Pilkada Maluku Utara tahun 2018, beliau maju sebagai calon Gubernur Maluku Utara berpasangan dengan Ir M Al Yasin Ali, diusung oleh PDIP dan PKPI," ujarnya.
Baca Juga: Pembagian Grup Babak Play-Off Liga 2, Inilah Klub-klub Rival Sada Sumut FC dan PSDS Deliserdang
PKS menegaskan Abdul Gani Kasuba bukan diusung oleh mereka.
Saat Pilgub Malut 2018 lalu, Abdul Majid Kasuba melawan tiga kandidat lainnya: (1) Burhan Abdurrahman dan Ishak Jamaludin diusung oleh PPP, Hanura, Demokrat, dan NasDem; (2) Ahmad Hidayat Mus dan Rivai Umar diusung oleh Golkar dan PPP; dan (3) Muhammad Kasuba dan Majid Husen, yang diusung oleh PKS, PAN, dan Gerindra.



.webp)
