POJOKSATU.id, JAKARTA-- Partai Demokrat menganggap debat calon wakil presiden (cawapres) pada pemilihan presiden (Pilpres 2024) tidak terlalu penting.
Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief menyebut debat cawapres tak ubahnya seperti pepesan kosong.
"Debat cawapres itu pepesan kosong," tulis Andi melalui akun X atau Twitter, Selasa (19/12/2023).
Menurut Andi, berdasarkan Undang-Undang (UU), posisi Wakil Presiden (Wapres) dalam dunia pemerintah seperti ban serep.
Baca Juga: Hoax! Hotman Paris Pimpin Sekelompok Pengacara Untuk Memberi Dukungan Kepada Anies Baswedan
Artinya semua keputusan kebijakan tetap ada di tangan seorang presiden.
"Menurut UUD, wapres itu ban serep. Tidak punya tanda tangan kebijakan. Kalau Presiden menugaskan kewenangan itu bagian dari kewenangan presiden," tuturnya.
Untuk diketahui, debat capres-cawapres telah diatur dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 15 Tahun 2023 tentang Kampanye Pemilu 2024.
Debat ini difasilitasi KPU sebagai metode kampanye Pemilu 2024.
Baca Juga: KPK Geledah Sejumlah Lokasi Di Provinsi Maluku Utara, Intip Harta Kekayaan Abdul Gani Kusuba
Adapun jadwal debat capres-cawapres 2024 lengkap dengan tema dan formatnya, diantaranya, jadwal debat capres-cawapres pertama digelar pada Selasa 12 Desember 2023 lalu.
Sementara debat kedua akan dimulai Jumat, 22 Desember 2023 dan debat ketiga dimulai hari minggu, 7 Januari 2024.
Sedangkan debat konvensi, Minggu, 14 Januari 2024 dan debat kelima 4 Februari 2024.
Tema debat pertama yaitu Pemerintahan, Hukum, HAM, Pemberantasan Korupsi, Penguatan Demokrasi, Peningkatan Layanan Publik dan Kerukunan Warga.
Baca Juga: Terbaru! Perbedaan Antara PNS dan PPPK Pasca UU No 20 Tahun 2023 Disahkan, Pilih Mana?
Tema debat kedua: Ekonomi (ekonomi kerakyatan dan ekonomi digital), Keuangan, Investasi Pajak, Perdagangan, Pengelolaan APBN-APBD, Infrastruktur, dan Perkotaan.
Tema debat ketiga: Pertahanan, Keamanan, Hubungan Internasional dan Geopolitik.
Tema debat keempat: Pembangunan Berkelanjutan, Sumber Daya Alam, Lingkungan Hidup, Energi, Pangan, Agraria, Masyarakat Adat dan Desa.
Tema debat kelima: Kesejahteraan Sosial, Kebudayaan, Pendidikan, Teknologi Informasi, Kesehatan, Ketenagakerjaan, Sumber Daya Manusia, dan Inklusi.***
