POJOKSATU.id - Terjawab sudah teka-teki breaking News yang disampaikan Ridwan Kamil saat ia berpamitan menyudahi jabatan sebagai Gubernur Jawa Barat beberapa waktu lalu.
Saat itu banyak pihak meyakini breaking news Ridwan Kamil itu berkaitan dengan gelaran Pilpres 2024.
Apalagi Ridwan Kamil juga menjadi salah satu nama yang kerap muncul dalam berbagai survei sebagai kandidat cawapres potensial.
Baca Juga: Hasil Autopsi Imam Masykur Sudah Keluar, Ungkap Fakta Baru Kekejaman Praka Riswandi Manik Cs
Sinyal itu semakin menguat setelah Ridwan Kamil diundang untuk bertemu langsung dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Banyak yang menduga bahwa Ridwan Kamil ditawari jadi bakal cawapres Ganjar Pranowo.
Dan, isu tersebut pada akhirnya dibenarkan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia.
Doli mengungkap bahwa dalam pertemuan dengan Megawati itu, Ridwan Kamil ditawari langsung oleh Megawati Soekarnoputri jad cawapres Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.
Bahkan, usai pertemuan dengan Megawati itu, Ridwan Kamil juga langsung menyampaikannya kepada Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.
"Pak Ridwan Kamil mengatakan pada ketua umum kami dia dipanggil, diundang oleh Ibu Megawati. Nah, kemudian ditawari menjadi (bakal) wapres itu yang kemudian menjadi merebak isu baru kan," ungkap Doli, di Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (13/9/2023).
Baca Juga: Tak Terima Dilabrak Caleg PDIP, Pendukung Rocky Gerung Berjaga di Luar Bareskrim
Nah, hal itulah yang diduga menjadi maksud breaking news yang disampaikan langsung oleh Ridwan Kamil beberapa waktu lalu.
Akan tetapi ia memastikan bahwa Partai Golkar sampai saat ini belum berniat untuk mengubah keputusan.
Hal itu sekaligus memupus mimpi Ridwan Kamil bisa berlaga di Pilpres 2024 sebagai cawapres.
Partai Golkar dan PAN sebelumnya memutuskan berkoalisi dengan Partai Gerindra mengusung Prabowo Subianto sebagai capres 2024.
Baca Juga: Rocky Gerung Dicecar 70 Pertanyaan soal Kritikan Omnibus Law dan IKN
Doli menyatakan, keputusan terkait Pilpres 2024, sepenuhnya ada di tangan Airlangga Hartarto.
"Satu-satunya nama untuk kami nominasikan sebagai capres atau cawapres itu masih Pak Airlangga Hartato," tegas Doli.
Sementara opsi untuk Ridwan Kamil yang ditawarkan Partai Golkar adalah maju kembali sebagai Gubernur Jabar atau berlaga di Pilkada DKI Jakarta.
Baca Juga: Hilirisasi Kristalina
Demikian juga dengan tawaran jadi cawapres Ganjar Pranowo, Doli memastikan hingga saat ini sama sekali belum dibicarakan di internal DPP Partai Golkar.
Sebaliknya, Doli menyebut bahwa tawaran langsung dari Megawati Soekarnoputri itu hanya dianggap sebagai wacana saja.
"Selama tidak ada partai politik yang membicarakannya secara resmi datang ke DPP atau kemudian ke Pak Airlangga Hartato ya itu kami anggap wacana yang berkembang saja," tegas Doli.
Baca Juga: Niat Megawati Soekarnoputri Membajak Ridwan Kamil Ternyata Ditanggapi Santai Partai Golkar
Menurutnya, tawaran Megawati kepada Ridwan Kamil itu memang cukup wajar.
Dia menilai, itu karena PDIP ingin memperkuat basis suara di Jawa Barat.
"Latar belakangnya karena Pak Ganjar membutuhkan figur yang bisa memperkuat di Jawa Barat," tandas Doli.***



