POJOKSATU.id, KARAWANG – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Purwanto, membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Panca Waluya di SMAN 2 Karawang.

Dalam kesempatan itu, Purwanto mengingatkan para siswa baru agar tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter yang kuat selama menempuh pendidikan di sekolah.

Menurutnya, pendidikan di Jawa Barat saat ini berlandaskan nilai-nilai Panca Waluya, yaitu membentuk generasi yang cageur, bageur, bener, pinter, dan singeur.

"Cageur berarti sehat. Siswa harus menjaga kesehatan dengan pola hidup yang baik, rajin bergerak, serta mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat," kata Purwanto saat memberikan arahan kepada peserta MPLS.

Selain sehat secara fisik, siswa juga diharapkan memiliki sikap bageur atau berperilaku baik kepada sesama. Mereka harus menghormati guru, menghargai teman, serta peduli terhadap lingkungan sekitar.

Baca Juga: Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung Digugat Praperadilan, Didaftarkan Hari Ini

Purwanto juga menekankan pentingnya nilai bener dan pinter. Menurutnya, siswa harus mematuhi aturan sekolah, memahami mana yang benar dan salah, serta terus belajar untuk menambah wawasan dari berbagai sumber.

"Belajar tidak hanya dari guru di sekolah, tetapi juga dari orang tua, masyarakat, dan internet yang digunakan secara bijak," ujarnya.

Ia menjelaskan, nilai-nilai Panca Waluya menjadi fondasi utama dalam pembentukan karakter peserta didik di Jawa Barat. Karena itu, MPLS tidak sekadar menjadi ajang pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga momentum menanamkan nilai-nilai positif kepada siswa baru.

Dalam kesempatan yang sama, Purwanto menyoroti pentingnya kedisiplinan di lingkungan sekolah. Ia meminta seluruh siswa, khususnya kelas X, segera menyesuaikan diri dengan tata tertib yang berlaku di SMAN 2 Karawang.

Baca Juga: Demi Peningkatan Layanan dan Nakes Makin Sejahtera, Manajemen Puskesmas di Jember Bakal Dirombak

Salah satu yang menjadi perhatian adalah kerapian penampilan dan rambut siswa. Menurutnya, kedisiplinan dapat terlihat dari kebiasaan sehari-hari, termasuk cara berpakaian dan bersikap.

"Saya bisa melihat karakter anak dari cara berpakaian, kerapian rambut, cara menjawab, bahkan dari tatapan matanya," katanya.

Purwanto mengingatkan bahwa orang tua siswa telah menyetujui aturan sekolah melalui pakta integritas yang ditandatangani saat proses penerimaan peserta didik baru.

Karena itu, seluruh siswa diharapkan mematuhi tata tertib yang berlaku. Aturan tersebut tidak hanya berlaku bagi siswa baru, tetapi juga siswa kelas XI dan XII yang harus menjadi teladan bagi adik kelasnya.

Menjelang akhir sambutannya, Purwanto juga mengingatkan siswa agar menghindari aktivitas yang tidak bermanfaat, seperti bermain gim hingga larut malam maupun terlibat balap liar.

Menurutnya, hal itu sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam membentuk generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab, dan berkarakter kuat.

"Ikuti tata tertib sekolah dan manfaatkan masa belajar dengan sebaik-baiknya. Karakter yang baik akan menjadi bekal penting untuk masa depan," pungkasnya. ***