POJOKSATU.id, Karawang – Dewan Komisaris PT Pertamina Patra Niaga melakukan kunjungan kerja ke Desa Walahar, Kabupaten Karawang pada Selasa (7/7).

Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung perkembangan Program Ngabedahkeun Walahar, sebuah inisiatif Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) yang dikelola oleh Fuel Terminal Cikampek di bawah Regional Jawa Bagian Barat.

Agenda tersebut dihadiri langsung oleh Komisaris PT Pertamina Patra Niaga Tina Talisa, Komisaris Independen Siti Zahra Aghnia, serta Direktur Sumber Daya Manusia Dewi Kurnia Salwa.

Baca Juga: IU dan Lee Jong Suk Resmi Putus, Hubungan Asmara selama Empat Tahun Gagal Berlanjut ke Pernikahan

Kehadiran jajaran manajemen ini didampingi oleh VP Corporate Involvement and Development Dian Hapsari, Sr. Supervisor CSR dan SMEPP Regional Jawa Bagian Barat Dila Amanda Kenniza, serta Fuel Terminal Manager Cikampek Ari Yunanto.

Turut menyambut rombongan, Ketua Yayasan Pesona Walahar Kreatif Enjang Ramadhin bersama perwakilan masyarakat setempat.

Program Ngabedahkeun Walahar sendiri lahir dari kearifan lokal masyarakat dalam menjaga kebersihan aliran Sungai Citarum.

Baca Juga: Sahroni Kenang Rachmat Gobel Sebagai Sosok yang Humanis, Almarhum Akan Dimakamkan di TMP Kalibata

Inisiatif ini dijalankan melalui tiga pilar utama yaitu Ngabedahkeun Air, Ngabedahkeun Sempadan Danau, dan Ngabedahkeun Ekonomi Masyarakat.

Berkat komitmen ini, Danau Kalimati yang dulunya terbengkalai kini berhasil disulap menjadi Danau Cinta, sebuah kawasan konservasi terpadu yang memadukan kelestarian alam dengan aktivitas ekonomi produktif.

Hingga saat ini, program tersebut telah memberikan dampak positif bagi 94 penerima manfaat yang mencakup kelompok pemuda rentan ekonomi, pelaku UMKM, hingga pengrajin eceng gondok.

Baca Juga: Punya 8 Anak dari 5 Mantan Istri, Vicky Prasetyo Bantah Telantarkan Fangfang, Akui Bingung Nafkah Siapa yang Harus Didahulukan

Selain itu, program ini juga sukses memperkuat 15 UMKM lewat sistem konsinyasi, mengembangkan 6 kelembagaan lokal, menarik perhatian hingga 10.000 pengunjung, serta menggalang kolaborasi dengan 10 instansi demi mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat.

Dalam peninjauan tersebut, Dewan Komisaris melihat langsung berbagai inovasi teknologi ramah lingkungan yang diterapkan di lapangan.

Beberapa di antaranya adalah pemanfaatan energi bersih berbasis biogas dan panel surya, teknologi Hybrid Ecodry untuk pengeringan eceng gondok, serta teknologi filtrasi air Hydropure yang berbasis membran selulosa dari eceng gondok.

Baca Juga: Benturan Polri vs Kejaksaan, Prof Sugianto: Presiden Prabowo Harus Turun Tangan

Rombongan juga berinteraksi langsung dengan para pengrajin lokal yang berhasil menyulap gulma eceng gondok menjadi produk kerajinan bernilai jual tinggi.

Komisaris PT Pertamina Patra Niaga, Tina Talisa, menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi program pemberdayaan berbasis potensi lokal ini.

“Saya mengapresiasi semangat masyarakat, khususnya para pemuda Desa Walahar, yang mampu mengubah potensi desa menjadi kekuatan pembangunan. Program seperti ini membuktikan bahwa sinergi berbagai pihak dapat menciptakan perubahan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Tina.

Baca Juga: Jampidsus Akui Rumah Sentul yang Digeledah Polri Miliknya, Tanggungjawab Uang Rp476 M dan 74 Kg Emas

Apresiasi senada juga diungkapkan oleh Ketua Yayasan Pesona Walahar Kreatif, Enjang Ramadhin. Menurutnya, pendampingan intensif dari Pertamina telah menjadi motor penggerak utama bagi perubahan di desanya.

“Pendampingan dari Pertamina memberikan semangat dan kepercayaan bagi kami untuk terus berkembang. Kini masyarakat tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi melalui pemanfaatan potensi Desa Walahar,” ungkap Enjang.

Sementara itu, Pjs. Area Manager Communication, Relations dan CSR Regional Jawa Bagian Barat, Arya Yusa Dwicandra, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mengawal keberlanjutan program lingkungan yang berdampak luas.

Baca Juga: Cara Mengobati Sakit Hati karena Kecewa, Pahami Tahapannya agar Cepat Pulih dan Bangkit Lagi

“Keberhasilan Ngabedahkeun Walahar menunjukkan bahwa kolaborasi yang konsisten mampu menghadirkan manfaat jangka panjang. Harapannya, program ini dapat terus berkembang dan menginspirasi lebih banyak inisiatif serupa,” tutur Arya.

Melalui integrasi pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan ini, Program Ngabedahkeun Walahar secara nyata ikut mendukung pencapaian target Sustainable Development Goals.

Khususnya pada poin mengenai air bersih dan sanitasi layak, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta perwujudan kota dan permukiman yang berkelanjutan.***