POJOKSATU.id, KARAWANG - Kondisi jembatan penghubung di RT 12/03 Kampung Karang Tengah, Kelurahan Plawad, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, semakin memprihatinkan dan memicu kekhawatiran warga.

Jembatan yang selama ini menjadi akses utama masyarakat tersebut hanya terbuat dari susunan bambu dan papan kayu seadanya. Meski dalam kondisi darurat, jembatan ini tetap digunakan setiap hari oleh warga untuk berbagai aktivitas penting, mulai dari bekerja hingga anak-anak yang berangkat ke sekolah.

Kondisi tersebut membuat warga merasa was-was setiap kali melintasi jembatan, terutama saat membawa beban berat atau ketika cuaca sedang tidak bersahabat.

Baca Juga: Kodim 0604 Karawang Kebut Pembangunan Jembatan Perintis Garuda, Warga Segera Nikmati Akses Baru

Sopiyana Dado, salah satu perwakilan warga, mengungkapkan bahwa jembatan tersebut memiliki peran yang sangat vital dalam menunjang kehidupan masyarakat setempat. Menurutnya, jembatan itu bukan sekadar penghubung antar wilayah, tetapi juga menjadi urat nadi perekonomian warga.

“Jembatan ini sangat penting bagi aktivitas sehari-hari warga, terutama untuk mendukung kegiatan ekonomi dan akses pendidikan anak-anak. Namun kondisinya saat ini sangat membahayakan,” ujarnya, Rabu (8/4).

Ia menambahkan, risiko kecelakaan cukup tinggi, terutama bagi pengendara sepeda motor yang sering melintas dengan membawa hasil pertanian atau barang dagangan. Selain itu, anak-anak sekolah juga menjadi kelompok yang paling rentan karena harus melewati jembatan tersebut setiap hari.

Baca Juga: Pesan Menyentuh Kasdim Karawang: Lebih Baik Kehilangan Beras daripada Kehilangan Nyawa

Melihat kondisi tersebut, warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk melakukan peninjauan langsung dan mengambil langkah konkret. Mereka mendesak agar pembangunan jembatan permanen bisa segera direalisasikan demi keselamatan bersama.

Sopiyana juga menyampaikan aspirasi masyarakat kepada Pemerintah Kabupaten Karawang, mulai dari pihak kelurahan hingga dinas terkait seperti PUPR, agar memberikan perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur di wilayah mereka.

“Kami berharap pemerintah segera melihat kondisi di lapangan dan membangun jembatan yang layak. Ini bukan sekadar kebutuhan, tapi sudah sangat mendesak,” tegasnya.

Baca Juga: Pemdes Margasari dan Bhabinkamtibmas Terjun ke Perum BMP Karawang, Minta Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Hal senada disampaikan oleh Askut, perwakilan petani di wilayah tersebut. Ia menjelaskan bahwa jembatan itu memiliki peran krusial dalam mendukung distribusi hasil pertanian dari sawah menuju permukiman warga.

Menurutnya, tanpa jembatan yang layak, proses pengangkutan hasil panen menjadi terhambat dan berisiko merugikan petani.

“Kalau musim panen, jembatan ini sangat dibutuhkan untuk mengangkut hasil tani. Tapi dengan kondisi seperti sekarang, kami harus ekstra hati-hati karena sangat berbahaya,” ujarnya.

Askut menambahkan bahwa warga sebenarnya telah beberapa kali melakukan musyawarah untuk mencari solusi, termasuk upaya swadaya. Namun, keterbatasan dana menjadi kendala utama dalam mewujudkan pembangunan jembatan permanen.

“Kami sudah berusaha mencari solusi bersama, tapi kemampuan kami terbatas. Karena itu, kami sangat berharap bantuan dari pemerintah,” katanya.

Kondisi ini menjadi gambaran nyata masih adanya infrastruktur dasar yang belum memadai di sejumlah wilayah, meski memiliki peran vital dalam kehidupan masyarakat. Jembatan yang seharusnya menjadi sarana penunjang justru berubah menjadi sumber kekhawatiran setiap hari.

Warga Karang Tengah kini hanya bisa berharap adanya perhatian dan langkah cepat dari pemerintah daerah agar jembatan permanen dapat segera dibangun. Mereka ingin menjalani aktivitas sehari-hari dengan aman tanpa rasa takut akan risiko kecelakaan. ***