POJOKSATU.id, KARAWANG - Suasana apel personel Kodim 0604/Karawang pasca-libur Lebaran, Senin (6/4/2026), mendadak berubah hening saat Kasdim Mayor Inf Saeful Husna membagikan kisah hidupnya yang penuh makna.

Di hadapan ratusan prajurit, ia tidak sekadar memberikan arahan formal. Ia justru membuka lembaran masa lalunya, sebuah pengalaman sederhana namun sarat pelajaran tentang arti keselamatan.

Kala itu, saat masih berpangkat rendah, Mayor Saeful melakukan perjalanan dari Karawang menuju Cirebon dengan sepeda motor. Beban yang dibawanya tidak ringan, karung berisi beras ikut menambah berat perjalanan panjang tersebut.

Baca Juga: IRT di Karawang Tertipu Investasi Beras dan Ritel, Rugi Rp36 Juta, Modusnya Bikin Geleng Kepala

Namun di tengah perjalanan, rasa kantuk tak tertahankan datang. Kondisi tubuh yang lelah membuatnya berada di titik kritis antara memaksakan diri atau berhenti.

Ia memilih berhenti.

Di sekitar area pasar di Cikampek, ia memutuskan untuk beristirahat sejenak. Keputusan itu mungkin terlihat sederhana, tetapi justru menjadi penentu keselamatan dirinya.

“Waktu itu saya tidak kuat lagi menahan kantuk. Akhirnya saya tidur di sana,” kenangnya.

Namun saat terbangun, kenyataan pahit menantinya. Beras yang dibawanya telah hilang, diduga diambil orang saat ia terlelap.

Baca Juga: Muncul Nama Mama Uwi dalam Kasus Investasi Bodong di Karawang

Alih-alih menyesal, pengalaman itu justru menjadi pelajaran berharga yang terus ia pegang hingga kini.

“Biar saja berasnya diambil orang, yang penting nyawa kita selamat,” tegasnya di hadapan prajurit.

Kalimat itu langsung menggema dan menjadi pengingat kuat bagi seluruh anggota yang hadir. Baginya, tidak ada yang lebih penting dari keselamatan jiwa.

Ia mengingatkan bahwa memaksakan diri berkendara dalam kondisi lelah, mengantuk, atau tidak fit adalah keputusan yang sangat berisiko, apalagi dengan kondisi jalan yang tidak selalu ideal.

Baca Juga: 12 Operator Kabel Optik Minta Maaf ke Pihak Desa Wanasari, Siap Urus Izin Resmi

Mayor Saeful juga menyoroti faktor usia dan penurunan penglihatan yang bisa memperbesar potensi kecelakaan, terlebih saat hujan deras yang sering menutupi lubang jalan.

“Saya minta, kalau hujan deras atau mengantuk, berhenti. Cari tempat aman seperti pom bensin. Istirahat sampai jam 3 pagi pun tidak masalah,” ujarnya.

Menurutnya, mengejar waktu tidak sebanding dengan risiko yang harus ditanggung jika keselamatan diabaikan.

Baca Juga: Geger! Puluhan Warga BMP Karawang Jadi Korban Investasi Bodong Uang Baru, Kerugian Tembus Rp500 Juta

Ia juga mengingatkan bahwa setiap prajurit memiliki keluarga yang menunggu di rumah, sehingga keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap perjalanan.

Tak hanya soal keselamatan, Kasdim juga mengaitkan momentum pasca-Ramadan sebagai waktu yang tepat untuk meningkatkan kualitas diri.

Ia berharap kedisiplinan dan etos kerja prajurit justru semakin meningkat setelah menjalani ibadah selama satu bulan penuh.

Baca Juga: Puluhan Tahun Bayar Rp2 Ribu, Kini Warga Kalijati Karawang Senang Punya Jembatan Permanen Gratis

“Kita sudah digembleng selama Ramadan. Seharusnya kualitas hidup dan kerja kita meningkat, bukan malah menurun,” tegasnya.

Ia mendorong agar setiap prajurit terus memperbaiki diri, baik dari segi kinerja maupun tanggung jawab dalam menjalankan tugas.

Di akhir arahannya, ia juga menyampaikan pesan dari Dandim Letkol Inf Naryanto agar seluruh jajaran tetap menjaga kebersihan lingkungan satuan.

Baca Juga: Bupati Karawang Ngantor Pakai Mobil Listrik, Sekda Naik Motor: Efisiensi Anggaran Tembus Rp1 Miliar

Danramil diminta memperhatikan kondisi pangkalan, termasuk kebersihan taman, sementara Babinsa diingatkan untuk tetap menjaga kebugaran tubuh melalui olahraga rutin.

“Dengan lingkungan yang bersih dan tubuh yang sehat, kita bisa melaksanakan tugas dengan maksimal,” pungkasnya. ***