POJOKSATU.id, KARAWANG - Tangis haru dan rasa syukur menyelimuti warga Desa Kalijati, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang. Setelah puluhan tahun hidup dalam keterbatasan akses, mereka akhirnya menyaksikan dimulainya pembangunan Jembatan Perintis Garuda, Kamis (2/4/2026).

Pembangunan jembatan yang menghubungkan Desa Kalijati dengan Desa Kamurang, Kecamatan Tirtamulya ini menjadi titik balik berakhirnya era “jembatan berbayar” yang selama ini membebani warga.

Di tengah gerimis yang turun saat prosesi groundbreaking, tersimpan cerita pilu yang selama ini jarang terdengar. Warga harus membayar setiap kali melintasi jembatan bambu sederhana yang menjadi satu-satunya akses penghubung antar desa.

Baca Juga: Bupati Aep Apresiasi Hajah Dedeh yang Wakafkan Tanah untuk Jembatan di Karawang

Tokoh masyarakat setempat, H. Wain, mengungkapkan bahwa selama bertahun-tahun warga hanya mengandalkan jembatan bambu milik swasta. Setiap orang yang melintas diwajibkan memasukkan uang ke dalam “koropak” atau kotak pembayaran yang tersedia.

“Dulu jembatannya dari bambu dan milik swasta. Setiap lewat harus bayar dua ribu rupiah. Memang terlihat kecil, tapi bagi kami para petani, itu sangat terasa. Apalagi saat panen, biaya angkut padi jadi semakin mahal,” ujarnya.

Menurutnya, keterbatasan akses tersebut tidak hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga kehidupan sosial masyarakat. Bahkan, dalam beberapa momen penting, warga terpaksa tidak bisa hadir karena sulitnya akses.

Baca Juga: Dukung Program Presiden, Pemkab Karawang dan TNI Bangun Jembatan Garuda untuk Konektivitas Desa

“Kami sering tidak bisa datang ke undangan, bahkan saat ada keluarga meninggal dunia. Paling hanya bisa titip doa atau amplop. Sekarang, alhamdulillah, akhirnya ada harapan,” tuturnya dengan nada haru.

Hal senada disampaikan Ras, Kaur Umum Desa Kalijati. Ia menegaskan bahwa jembatan ini merupakan urat nadi penting bagi aktivitas warga, baik di sektor pendidikan maupun ekonomi.

“Jembatan ini sangat vital karena menghubungkan dua desa di dua kecamatan. Anak-anak sekolah, petani ke sawah, semua akan jauh lebih mudah. Tidak ada lagi hambatan seperti sebelumnya,” jelasnya.

Baca Juga: Bupati Karawang: Saya Laporkan Dapur yang Tak Sesuai Standar BGN, Jangan Main-Main dengan Gizi Anak!

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda ini merupakan bagian dari program prioritas pemerintah pusat yang dijalankan melalui sinergi antara TNI AD, khususnya Kodim 0604/Karawang, dan Pemerintah Kabupaten Karawang.

Program ini bertujuan untuk memastikan pembangunan infrastruktur merata hingga ke wilayah pelosok yang selama ini mengalami keterbatasan akses.

Rasa syukur pun terus disampaikan warga atas dimulainya pembangunan tersebut. Mereka berharap jembatan ini dapat segera selesai dan memberikan dampak nyata bagi kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Lurah Karawang Wetan Dukung Normalisasi Irigasi Johar, Larang Bangunan Liar Muncul Lagi

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden, Bupati Karawang, dan jajaran TNI AD. Ini adalah impian kami yang akhirnya terwujud,” ujar Ras.

Kini, jembatan bambu yang lapuk dan berbayar itu perlahan akan menjadi bagian dari masa lalu. Sebagai gantinya, Jembatan Perintis Garuda akan berdiri sebagai simbol terbukanya akses, meningkatnya kesejahteraan, dan harapan baru bagi warga Kalijati dan Kamurang.

Lebih dari sekadar infrastruktur, jembatan ini menjadi penanda perubahan besar dalam kehidupan masyarakat—dari keterbatasan menuju kemudahan, dari keterisolasian menuju keterhubungan. ***