POJOKSATU.id, KARAWANG - Perkembangan pesat dunia digital di era Society 5.0 semakin memperkuat efektivitas persaingan dalam dunia politik, menghadirkan keadilan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Khususnya, hal ini menjadi semakin relevan ketika memasuki musim kampanye menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Pandangan ini disampaikan oleh Fahmi Rukmana, seorang praktisi media sosial dan pendiri Persepsi Publik Karawang, dalam perannya sebagai narasumber independen dalam acara deklarasi relawan salah satu Calon Legislatif (Caleg) DPRD Kabupaten Karawang pada Rabu 25 Agustus 2023 malam. Fahmi menyampaikan materi tentang "Peran Vital Kampanye Digital" di acara tersebut.

Baca Juga: Cakupan UHC di Karawang Mencapai 96 Persen, Lebih Tinggi dari Capaian Nasional

Dalam pidatonya, Fahmi menyoroti kematangan masyarakat dalam era digitalisasi yang didorong oleh teknologi tinggi.

Dia menekankan bahwa era ini sering kali disalahpahami sebagai pembatasan terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk politik.

Fahmi percaya bahwa peran penting dunia digital dalam era modern ini, terutama melalui berbagai platform media sosial, memberikan peluang bagi para calon legislator untuk membangun citra mereka secara lebih efektif dan terjangkau.

Baca Juga: Kuasa Hukum Guru yang Disiram Air Keras di Karawang Berharap Keadilan

Dia menyatakan, "Selain lebih murah, era digital Society 5.0 membuka peluang yang lebih adil dan bebas bagi semua calon legislatif untuk mempresentasikan diri mereka di berbagai platform media sosial."

Fahmi juga merinci perbedaan masa lalu dengan masa kini. Dahulu, hanya pejabat dan individu dengan sumber daya finansial yang cukuplah yang bisa mempromosikan diri mereka melalui media massa seperti televisi, surat kabar, radio, dan sejenisnya.

Namun, di era digital Society 5.0 saat ini, siapa pun dapat melakukan hal yang sama dengan mudah.

Baca Juga: Kepsek SMAN 1 Cikampek Bantah Pangkas Dana Beasiswa Karawang Cerdas

Fahmi menegaskan, "Dalam dunia teknologi modern ini, setiap orang dapat dengan cepat dan murah membagikan kegiatan sosial dan politik mereka di berbagai platform media sosial."

Fahmi juga menggarisbawahi pentingnya citra dan persepsi dalam politik, karena ini mempengaruhi penerimaan masyarakat terhadap calon-calon legislatif.

"Semakin baik citranya, semakin disukai oleh pemilih," kata Fahmi.

Baca Juga: Pemuda Pancasila Karawang Curiga Ada Kecurangan Lelang RSUD Rengasdengklok dan Akan Lapor ke KPK

Selain itu, Fahmi menyoroti pentingnya persiapan dan penggunaan pengetahuan dasar tentang kampanye digital di era Society 5.0.

Dia mengatakan bahwa dalam membangun citra positif di dunia politik, tim kampanye harus mempertimbangkan strategi, pengelolaan media, dan pesan yang kuat untuk mempengaruhi interaksi pemilih, terutama mereka yang aktif di media sosial.

Fahmi juga menekankan pentingnya menghindari penyebaran informasi palsu atau hoaks yang bisa merugikan kandidat.

Baca Juga: Asah Potensi Pemuda, Ganjar Muda Padjajaran Gelar Turnamen Voli di Kabupaten Karawang

Dalam rangka itu, pendidikan relawan dan tim kampanye tentang penggunaan media sosial yang bertanggung jawab menjadi kunci.

Dengan semakin berkembangnya era digital Society 5.0, persaingan dalam dunia politik menjadi lebih seimbang dan efektif, memberikan kesempatan yang lebih besar bagi calon legislatif untuk mencapai pemilih mereka dengan biaya yang lebih terjangkau. ***