POJOKSATU.id, JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen menguatkan sektor pertanian dengan merangkul seluruh organisasi dan kelompok tani.
Langkah tersebut ditegaskan Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait), saat menghadiri pelantikan pengurus Pimpinan Anak Cabang Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (PAC HKTI) se-Kabupaten Jember, Sabtu (3/10/2026) malam.
Agenda pelantikan yang berlangsung di Pendopo Wahyawibawagraha tersebut turut dihadiri oleh Ketua HKTI Jawa Timur H. Arum Sabil, Ketua HKTI Jember Ponimin, serta jajaran kepala dinas Pemkab Jember.
Baca Juga: Redam Gesekan Antar Pedagang Pasar Tanjung, Gus Fawait Ketok Palu Jam Operasional Baru
Dalam kesempatan tersebut, Gus Fawait menyampaikan selamat sekaligus mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk langsung tancap gas membangun sinergi bersama pemerintah daerah.
Gus Fawait mengingatkan bahwa Kabupaten Jember memiliki rekam jejak sejarah yang kuat sebagai salah satu daerah penyangga lumbung pangan terbesar di Jawa Timur maupun skala nasional.
Ia menyebutkan bahwa produktivitas padi di Jember sempat merosot ke peringkat empat atau lima di tingkat provinsi dalam beberapa tahun belakangan.
Baca Juga: DPRD Jember Setujui RAPBD 2027, Gus Fawait Tegaskan Pembangunan Fokus di Desa dan Pelosok
Namun berkat kerja keras bersama, saat ini angka produktivitas pertanian Jember sudah berhasil menembus kembali posisi tiga besar di Jawa Timur.
"Mudah-mudahan kolaborasi Pemda dengan HKTI bisa membuat pertanian kita lebih baik lagi," ujar Gus Fawait di hadapan awak media.
Gus Fawait membeberkan bahwa perhatian pemerintah pusat di era Presiden Prabowo Subianto terhadap sektor pertanian di Jember sangat tinggi.
Berdasarkan data resmi, total alokasi anggaran untuk mendukung sektor pertanian di Kabupaten Jember mencapai lebih dari Rp300 miliar untuk kurun waktu 2025 hingga 2026.
Menurutnya, besaran anggaran ratusan miliar tersebut menjadi bukti keberpihakan pemerintah daerah dan pemerintah pusat kepada para petani.
Tidak hanya fokus pada bantuan sarana produksi tani, Pemkab Jember juga memberikan jaminan perlindungan sosial yang menyasar langsung kehidupan keluarga petani.
Bupati menjelaskan bahwa para petani di desa-desa kini dijamin fasilitas kesehatannya melalui program jaminan kesehatan gratis UHC Prioritas dan layanan kesehatan ke rumah (Homecare).
Selain jaminan kesehatan, akses pendidikan bagi keluarga petani juga menjadi prioritas utama penerima Beasiswa Pemkab Jember.
"Banyak anak-anak petani yang mendapatkan beasiswa dari Pemkab, termasuk perbaikan gedung sekolah di desa-desa yang mayoritas muridnya adalah anak petani," ungkap Gus Fawait.
Gus Fawait juga menekankan pentingnya membangun hubungan kerja sama yang harmonis antara tokoh senior dan junior dalam memajukan daerah.
Ia berharap kehadiran tokoh senior pertanian seperti H. Arum Sabil dapat membantu menjembatani program-program strategis dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat agar bisa masuk ke Jember. ***



