POJOKSATU.id, JEMBER - Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan terhadap insiden kecelakaan laut yang menimpa perahu nelayan di Pantai Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, resmi dihentikan pada hari ketujuh, Selasa (25/8/2026) sore.

Hingga pencarian ditutup, dua orang nelayan dinyatakan masih belum ditemukan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo, mengonfirmasi bahwa keputusan penghentian operasi SAR diambil berdasarkan evaluasi bersama pihak Basarnas dan unsur tim gabungan.

 Baca Juga: Yakin Penundaan Transaksi Rekening Botok di Bank Mandiri tak Pengaruhi Kepercayaan Publik?

"Berdasarkan hasil koordinasi dan rekomendasi dari pihak Basarnas, operasi SAR secara resmi kami hentikan atau ditutup per Selasa sore. Tapi, kami tetap melakukan pemantauan ketat serta berkoordinasi dengan pihak keluarga korban dan potensi SAR setempat," ujar Edy Budi Susilo saat dikonfirmasi, Rabu (26/8/2026).

Insiden maut ini bermula pada Rabu (19/8/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Perahu nelayan yang mengangkut lima orang anak buah kapal (ABK) dihantam gelombang tinggi saat melaut di perairan Pantai Paseban.

 Baca Juga: Terkait Rekening Mandiri Botok Diblkir, Bukan Sekadar Permintaan Aparat, Ini Aturan Hukum Pemblokiran Rekening

Dari total lima ABK dalam musibah tersebut, satu orang dinyatakan selamat atas nama Samino (65), warga Desa Puger Wetan.

Sementara itu, dua korban lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada waktu terpisah, yakni Sahwiyanto (46) di hari kejadian dan Moh. Sholihin (34) yang dievakuasi tim pada Minggu (23/8/2026) siang.

Adapun dua korban yang masih hilang dan terus dicari hingga operasi ditutup yaitu Mujai (58) dan Samsul (45).

Baca Juga: DPR Fraksi PKB Minta Klarifikasi Pemblokiran Rekening Botok Terkait Rencana Demo 27 Agustus

Keduanya tercatat sebagai warga Desa Mojosari, Kecamatan Puger.

"Sampai hari ketujuh ini, dua korban lainnya atas nama Mujai 58 tahun dan Samsul, 45 tahun keduanya warga Desa Mojosari, Kecamatan Puger, masih dalam proses pencarian dan belum ditemukan," jelas Edy.

Pada hari terakhir pencarian, Tim SAR Gabungan menerjunkan dua regu Search and Rescue Unit (SRU).

Regu pertama menyisir permukaan laut menggunakan perahu jukung, sedangkan regu kedua melakukan penyisiran visual di sepanjang bibir Pantai Paseban sejauh 3 kilometer.

Namun, faktor cuaca buruk dan tingginya gelombang laut menjadi kendala utama di lapangan yang membahayakan keselamatan personel.

Baca Juga: TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar untuk Warga Terdampak Gempa NTT

"Tinggi ombak di Pantai Paseban mencapai kurang lebih 4 meter, sehingga sangat berisiko bagi tim pencari. Demi keselamatan personel dan mempertimbangkan prosedur operasional standar (SOP) pencarian 7 hari, maka operasi SAR gabungan diselesaikan pada pukul 16.30 WIB," terang Edy.

Sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah, BPBD Kabupaten Jember telah mendistribusikan bantuan logistik berupa paket sembako kepada keluarga korban yang ditinggalkan.

Selain itu, Edy juga mengimbau seluruh masyarakat pesisir dan para nelayan untuk segera memberikan laporan jika menemukan tanda-tanda keberadaan kedua korban.

Baca Juga: Logo Mandiri di Gedung Bank Mandiri Thamrin Hilang Usai Rekening Donasi Demo Rp80,9 Juta Diblokir

"Kami memohon bantuan dari masyarakat coastal dan para nelayan. Jika di kemudian hari menemukan keberadaan korban, agar segera melaporkannya ke posko BPBD Jember atau pihak Basarnas," pungkasnya. ***