POJOKSATU.id,-- Perdana Menteri (PM) Australia, Anthony Albanese, tak setuju dengan rencana Presiden AS Donald Trump memblokade Selat Hormuz.

PM Australia menegaskan pihaknya tidak akan bergabung dengan Amerika Serikat (AS) yang akan memblokade Selat Hormuz imbas gagalnya perundingan antara AS dengan Iran.

Pemerintah Australia dengan tegas mengatakan tidak akan bergabung dalam rencana blokade Amerika Serikat (AS) di Selat Hormuz.

Dalam wawancara di acara Today Show Nine, Anthony Albanese mengatakan hingga kini Australia belum diminta terlibat dalam operasi tersebut, sekaligus menyatakan penolakan karena menilai kebijakan itu diambil secara sepihak.

“Kami belum diminta, dan saya tidak berharap kami akan diminta," tegasnya, seperti dikutip dari AFP, Senin (13/4/2026).

Baca Juga: Sekolah Rakyat Tidak Gunakan Pendaftaran, Wamensos Tegaskan Penerimaan Siswa Pakai Data DTSEN

Menteri Sumber Daya Australia Madeleine King menilai kebijakan blokade tersebut berpotensi menimbulkan tekanan serius terhadap perdagangan global di tengah kebutuhan deeskalasi konflik.

“Hal itu menempatkan perdagangan global pada posisi yang sangat sulit,” ujarnya kepada ABC AM program.

Ia juga menyoroti ketidakstabilan jangka panjang jika skema tarif di jalur perdagangan vital tersebut dipertahankan.

“Segala usulan mengenai kemungkinan pemberlakuan pungutan tol permanen di jalur perdagangan penting oleh rezim yang terdaftar sebagai organisasi teroris, bukanlah posisi yang berkelanjutan," tegas King.

Baca Juga: PPPK dan Honorer Satpol PP Desak Mendagri Terbitkan SK CPNS, Singgung Kemenkes yang Sudah Lebih Dulu

Dari pihak oposisi, juru bicara luar negeri Australia Ted O’Brien menekankan bahwa setiap keterlibatan militer harus mempertimbangkan kepentingan nasional serta kesiapan kapasitas pertahanan Australia.

“Membuka kembali Selat Hormuz adalah demi kepentingan nasional kita, bukan? Jadi, itu sangat bagus. Aset apa yang dibutuhkan? Apakah kita memiliki kemampuan untuk mengirimkannya?,” katanya.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali bersikap arogan dengan mengumumkan akan memblokade Selat Hormuz yang merupakan wilayah laut Iran.

Rencana blokade laut terhadap Iran atau Selat Hormuz ini diumumkan Trump usai kegagalan perundingan di Islamabad Pakistan atau Islamabad Talk.

Trump sebelumnya menyatakan akan mengambil langkah keras terhadap jalur perdagangan strategis itu, menyusul kebijakan Iran yang disebut mengenakan tarif bagi kapal yang melintas.

“Tidak seorang pun yang membayar pungutan ilegal akan mendapatkan perjalanan yang aman di laut lepas,” tegasnya melalui Truth Social.

Trump pada Minggu mengatakan AS akan memblokir setiap kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz.

“Blokade akan segera dimulai. Negara-negara lain juga akan terlibat dalam blokade ini,” ujarnya melalui platform Truth Social seperti dilansir dari Anadolu Ajansi, Minggu (12/4/2026).***