POJOKSATU.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan memutus seluruh hubungan perdagangan dengan Spanyol setelah negara anggota NATO tersebut menolak memberikan izin penggunaan pangkalan militernya untuk operasi terkait serangan terhadap Iran.

Ancaman itu disampaikan Trump dalam pertemuan dengan Kanselir Jerman Friedrich Merz, Selasa (3/3/2026).

Di hadapan wartawan, Trump secara terbuka melontarkan kritik keras terhadap pemerintah Spanyol.

Baca Juga: Jadwal One Way dan Contraflow Mudik Lebaran 2026, Tol Japek, Semarang-Solo hingga Jagorawi Berubah Total

“Spanyol sangat buruk. Kami akan menghentikan semua perdagangan dengan Spanyol. Kami tidak ingin berurusan dengan Spanyol,” kata Trump.

Ia bahkan mengaku telah meminta Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, untuk menghentikan seluruh hubungan dagang dengan negara tersebut.

Trump menegaskan dirinya memiliki kewenangan untuk menjatuhkan embargo perdagangan penuh apabila dianggap perlu.

Baca Juga: Masjid Ki Marogan, Warisan Ulama Palembang yang Nyaris Tergusur Zaman

Ketegangan ini bermula ketika pemerintah Spanyol menolak mengizinkan militer AS menggunakan pangkalan Rota dan Morón di wilayah selatan negara itu untuk mendukung misi serangan terhadap Iran.

Sebagai respons, Amerika Serikat memindahkan 15 pesawat, termasuk pesawat tanker pengisian bahan bakar, dari kedua pangkalan tersebut.

Trump juga kembali menyinggung rendahnya belanja pertahanan Spanyol di NATO. Ia sebelumnya mendesak seluruh anggota aliansi meningkatkan anggaran pertahanan hingga 5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Baca Juga: Dukung Ekskul E-Sport di Sekolah, Wapres RI dan Wagub Jabar Kunjungi SMP Santa Yusuf Bandung

Menurut Trump, Spanyol tidak menunjukkan komitmen yang cukup dalam memenuhi target tersebut.

“Spanyol sama sekali tidak memiliki apa pun yang kami butuhkan,” ujar Trump.

Namun, pernyataan Trump mendapat tanggapan tegas dari pihak Eropa.

Friedrich Merz menegaskan bahwa Spanyol adalah bagian dari Uni Eropa dan setiap negosiasi tarif atau kebijakan perdagangan dengan Amerika Serikat harus dilakukan secara kolektif oleh Uni Eropa, bukan secara bilateral.

Pemerintah Spanyol juga menyatakan bahwa Amerika Serikat harus menghormati hukum internasional serta perjanjian perdagangan yang berlaku dengan Uni Eropa.

Baca Juga: Setelah Prabowo, Kini Vladimir Putin Turun Tangan Tawarkan Diri Jadi Mediator Perang AS-Israel vs Iran

Data Biro Sensus AS menunjukkan bahwa dalam empat tahun terakhir hingga 2025, Amerika Serikat justru mencatat surplus perdagangan dengan Spanyol.

Ekspor AS ke Spanyol mencapai 26,1 miliar dolar AS, sementara impor dari Spanyol sebesar 21,3 miliar dolar AS.

Ancaman embargo ini dinilai berpotensi memperuncing ketegangan transatlantik di tengah situasi geopolitik global yang memanas akibat konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.***