POJOKSATU.ID - Pemerintah Spanyol menegaskan bahwa Amerika Serikat (AS) tidak menggunakan dan tidak akan menggunakan pangkalan militer bersama di wilayahnya untuk operasi militer terhadap Iran.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan pascaserangan AS dan Israel ke Iran yang dimulai pada Sabtu (28/2/2026).

Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, menyampaikan bahwa berdasarkan seluruh informasi yang ia miliki, pangkalan-pangkalan tersebut tidak digunakan dalam operasi militer tersebut.

Baca Juga: VALIDASI INFO GTK DIMAJUKAN! Guru Wajib Sinkron Sebelum 7 Maret 2026 Jika Tak Ingin TPG Maret Tertunda karena Libur Idul Fitri

“Berdasarkan semua informasi yang saya miliki, pangkalan-pangkalan itu tidak digunakan untuk operasi militer ini,” ujarnya kepada televisi publik Spanyol, seperti dikutip dari Al Jazeera, Senin (2/3/2026).

Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, turut mengecam serangan AS dan Israel terhadap Iran.

Ia menyebut langkah tersebut sebagai intervensi militer yang tidak dapat dibenarkan serta berada di luar kerangka hukum internasional.

Baca Juga: Lebaran 2026 Versi Muhammadiyah Dipastikan 20 Maret, Penetapan Berdasarkan Maklumat Resmi PP

Albares juga menegaskan bahwa pemerintah Spanyol tidak akan mengizinkan penggunaan pangkalan militernya untuk tujuan yang melampaui kesepakatan yang berlaku atau bertentangan dengan ketentuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pernyataan tersebut merujuk pada Pangkalan Angkatan Laut Rota dan Pangkalan Udara Moron yang selama ini dioperasikan AS dalam skema penggunaan bersama, namun tetap berada di bawah kedaulatan Spanyol.

Menteri Pertahanan Spanyol, Margarita Robles, menambahkan bahwa pangkalan tersebut tidak akan memberikan dukungan kecuali dalam kondisi tertentu yang bersifat kemanusiaan.

Baca Juga: WFH Lebaran 2026 Ditiadakan! ASN Pemkot Mataram Tetap Wajib Masuk Kantor, Ini Alasannya

Data dari situs pelacakan penerbangan FlightRadar24 menunjukkan sedikitnya 15 pesawat militer AS telah meninggalkan pangkalan di wilayah selatan Spanyol sejak serangan ke Iran diluncurkan.

Tujuh di antaranya tercatat mendarat di Pangkalan Udara Ramstein, Jerman.

Sikap Spanyol ini dinilai berbeda dengan beberapa negara Eropa lainnya.

Inggris sempat menolak penggunaan pangkalannya, namun Perdana Menteri Keir Starmer kemudian memberikan otorisasi atas dasar pembelaan diri kolektif.

Baca Juga: Airlangga Tegaskan THR Pekerja Swasta Wajib Cair Paling Lambat H-7 Lebaran, Dilarang Dicicil dan Harus Dibayar Penuh

Sementara itu, Prancis dan Jerman menyatakan kesiapan mengambil langkah serupa, terutama setelah serangan balasan Iran menyasar aset AS dan infrastruktur energi di kawasan Teluk.

Langkah tegas Spanyol menegaskan posisi negara tersebut dalam menjaga kedaulatan wilayahnya sekaligus menegakkan prinsip hukum internasional di tengah eskalasi konflik global.***