POJOKSATU.id — Warga Gaza menyambut gembira tercapainya gencatan senjata yang diharapkan dapat mengakhiri konflik selama lebih dari 15 bulan antara Israel dan Hamas.

Berbagai langkah selanjutnya menjadi tantangan besar, mulai dari penarikan tentara Israel hingga upaya pemulihan di wilayah Gaza yang hancur porak poranda.

Momen perayaan terlihat di berbagai penjuru Gaza ketika kabar gencatan senjata dan pembebasan sandera diumumkan.

“Kami kehilangan begitu banyak, ini seperti mimpi buruk yang akan segera berakhir,” ungkap Randa Sameeh, seorang pengungsi Gaza yang menyampaikan harapannya dengan penuh emosi.

Kesepakatan gencatan senjata ini dijadwalkan mulai berlaku pada Minggu (19/01/2025) pukul 12:15 waktu setempat.

Baca Juga: Kebakaran di Los Angeles Ramai Dibandingkan dengan Gaza hingga Dicap Karma Pendukung Israel, Ustaz Felix Siauw Sarankan Netizen Bereaksi Seperti Ini

Perjanjian tersebut dipandang sebagai titik terang setelah konflik berkepanjangan yang telah merenggut lebih dari 46.000 jiwa warga Palestina dan 1.200 warga Israel.

Meski demikian, Israel mengingatkan bahwa masih ada poin-poin krusial yang memerlukan penyelesaian lebih lanjut.

Proses mediasi yang panjang dan rumit dilakukan oleh Amerika Serikat (AS), Qatar, dan Mesir di Doha.

Perdana Menteri Qatar, Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, memastikan bahwa kesepakatan ini mencakup penghentian kekerasan dan pembebasan 33 sandera.

Ia juga menyerukan semua pihak untuk tetap tenang menjelang pemberlakuan gencatan senjata.

Baca Juga: Boikot : Respons Tegas Muslimin atas Genosida Israel di Gaza dan Lebanon

Presiden Israel, Isaac Herzog, menyebut perjanjian ini sebagai langkah moral dan kemanusiaan yang signifikan, terutama untuk mengembalikan para sandera kepada keluarga mereka.

Di sisi lain, Hamas menganggap pencapaian ini sebagai hasil dari “keteguhan rakyat Palestina dan perlawanan di Gaza.”

Baca Juga: Kemenlu RI Dukung Perintah Penangkapan Benjamin Netanyahu dan Yoav Gallant dari ICC, Wujudkan Keadilan atas Kejahatan Perang di Palestina

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, turut mengonfirmasi pencapaian kesepakatan ini.

“Gencatan senjata dan kesepakatan pembebasan sandera telah dicapai,” ujarnya, seraya menekankan bahwa menurutnya diplomasi gigih AS sejak Mei tahun lalu menjadi kunci dalam membentuk perjanjian ini.

“Diplomasi saya tidak pernah berhenti untuk menyelesaikan hal ini,” aku Biden.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Presiden Joe Biden dan mantan Presiden Donald Trump atas dukungan mereka dalam mewujudkan kesepakatan ini.

Baca Juga: Trump Menang, Pidato Membawa Amerika ke Zaman Keemasan, Ini Berbagai Respon Dunia, Termasuk Israel dan Palestina Sampaikan Reaksi Ini

Netanyahu mengapresiasi komitmen Trump yang memastikan bahwa Gaza tidak lagi menjadi tempat perlindungan bagi terorisme.

Di sisi lain, ia juga memuji peran Biden dalam memajukan upaya pembebasan sandera.

Langkah gencatan senjata ini membawa harapan baru bagi stabilitas kawasan, meskipun tantangan implementasi dan upaya rekonstruksi Gaza masih menjadi pekerjaan besar berikutnya. ***