POJOKSATU.id, USTAZ Felix Siauw memberikan tanggapannya atas kebakaran di Los Angeles (LA). Pasalnya, netizen membandingkan dengan Gaza, dan menyebut apa yang dirasakan warga terdampak musibah itu lantaran karma pendukung Israel.

Ustaz Felix Siauw menjelaskan, sejatinya wajar jika netizen membandingkan penderitaan korban kebakaran di LA dengan Gaza. Mengingat, pemerintah Amerika Serikat (AS) penyokong dana untuk pasokan senjata Israel yang digunakan untuk genosida.

Namun, Ustaz Felix Siauw juga tidak membenarkan, jika mengucap syukur untuk manusia yang sedang ditimpa musibah.

"Kriminal sesungguhnya ya Amerika, karena kita tahu Amerika yang berada di balik funding Israel, misal setahun terakhir dari 7 Oktober 2023 sampai 2024, Amerika sudah mengirim sekitar Rp350-an triliun dalam bentuk military aid ke Israel, itu yang resmi," ujarnya dikutip Pojoksatu.id dari akun TikTok Ustaz Felix Siauw, Minggu, 12 Januari 2025.

Baca Juga: Buntut Arogansi Mobil Dinas RI 36, Raffi Ahmad Diminta Mundur, Ini Tergantung Prabowo

"Maka, wajar kalau ada yang bilang Amerika menghentikan hari ini juga bantuannya, maka Israel tidak akan punya senjata-senjata utnuk dijatuhkan, ngebom saudara-saudara yang ada di Palestina dan terkhusus di Gaza," sambungnya.

Dia mengatakan telah melihat reaksi netizen di media sosial atas peristiwa kebakaran di LA. Apalagi, mengingat ucapan Presiden Donald Trump yang akan membuat 'neraka' jika Hamas tidak membebaskan sandera warga Israel, padahal jumlah sandera warga Palestina jauh lebih banyak.

"Wajar, ketika orang bilang ini yang ditanam Amerika dan dituai Amerikan. Karena Presiden Amerika Donald Trump bahwa neraka akan dibukakan ketika orang-orang Hams tidak membebaskan sandera Israle. Padahal kondisinya tidak begitu, sandera yang diambil Isarel itu ribuan lebih banyak daripada sandera-sandera yang diambil Hamas," tuturnya.

Ustaz Felix mengungkapkan Israel jelas penjajah, dan Palestina adalah korban. Namun, dukungan AS terhadap Israel sangat 'luar biasa'.

Baca Juga: BARU SAH Setelah Pakai Peci, Kluivert Tak Punya BANYAK WAKTU, Terungkap di Sesi Tanya Jawab, Begini Caranya MENANGKAN HATI Fans Garuda

"Wajar juga ketika orang senang ketika di Los Angeles terjadi kebakaran dan kabarnya di NewYork terjadi kebakaran, dan itu kayak sebuah hukuman karma untuk orang orang Amerika yang mendukung Israel," sambungnya.

Namun, diantara pemakluman atas tindakan netizen yang dianggap tidak berempati dengan korban kebakaran LA, Ustaz Felix mengingatkan tidak seharusnya mensyukuri orang yang tertimpa musibah.

"Tapi, teman-teman kita secara pribadi tetap mengatakan Innalillahi Wa innailaihi rajiun. Kita tetap menyatakan berbelangsungkawa tentang yang terjadi Los Angeles. Karena tidak ada manusia yang layak disyukuri ketika mendapat musibah," ungkapnya.

"Kita tetap menyampaikan kita turut berduka dan merasakan apa yang mereka rasakan, tentu tidak semua orang-orang Amerika semuanya menanggung kesalahan pemerintah Amerika," sebutnya.

Baca Juga: Pasrah dengan Apapun Keputusan Lolly, Pesan Nikita Mirzani: Jaga Diri Baik-Baik

Pun, Ustaz Felix berharap kejadian ini menjadi hikmah, bahwakita mungkin masih abai tentang pembumihangusan di Gaza.

"Kita menjadi melek ketika melihat tempat yang begitu luas, kemudian hancur berantakan hanya beerapa waktu saja karena kebakaran. Ini momen yang tepat untuk mengambil hikmah apakah kita tetap diam, ketika terjadi kerusakan yang lebih besar," tukasnya.

"Kerusakan yang dibuat manusia yang secara sengaja yaitu genosida, sementara yang terjadi di Amerika musibah yang tidak akan terulang dalam waktu dekat, mereka tinggal recovery. Tapi tidak dengan Gaza," sebutnya.

Gaza sampai sekarang masih dibombardir, dan masih mengalami kerugian. "Dan kita enggak tahu sampai kapan, mungkin terjadi pada orang-orang (AS) orang baryu lihat seperti apa susahnya," tandasnya.

Baca Juga: Jadi PELATIH KEPALA Timnas Indonesia, Patrick Kluivert PAKAI PECI Hitam, Pecinya Bawa Sendiri, Terima Jersey Tanpa Nomor Punggung

"Kita berduka dengan apa yang terjadi di Los Angeles, tapi harus lebih berduka terhadap apa yang terjadi Gaza, krean in bukan bencana alama, tapi ini genosida yang direncanakan," bebernya.

Ustaz Felix mengatakan jika dunia internasional menyebut apa yang terjadi di LA ibarat kiamat, maka yang selama ini dialami warga Gaza jauh lebih mengerikan.

"Ayo buka hati, minimal ini menjadi hikmah, kita bisa lebih merasakan apa yang dirasakan orang lain. Ini sebagai sebuah pengingat bagi kita," tegasnya.

Saat ini, jumlah korban jiwa kebakaran di LA sekira belasan orang, sementara di Gaza puluhan ribu yang tewas.

"Ayo buka mata, kita ambil hikmah. Bahwa kita tidak boleh pilih-pilih dalam bersedih, ada bencana yang lebih besar, ini genosida yang terencana," pungkasnya. ***