POJOKSATU.id, SERANGAN brutal Israel menewaskan dua jurnalis Al Jazeera, Ismail al-Ghoul dan juru kamera Rami al-Rifi, Rabu, 31 Juli 2024 di Jalur Gaza.

Berdasarkan informasi, kedua jurnalis tersebut dibunuh setelah mobil yang mereka tumpangi dihantam rudal Israel, di Jalan Aaydiyah, sebelah barat Kota Gaza.

Israel ditengarai sengaja menyasar keduanya yang sedang dalam proses peliputan di dekat rumah Pimpinan Hamas Ismail Haniyeh di Gaza yang dibunuh di Teheran, Iran, pada hari yang sama.

Kedua jurnalis itu lengkap dengan rompi Press dan tanda pengenal sedang duduk di dalam mobil mereka ketika serangan itu terjadi. Ledakan brutal itu sangat mengerikan hingga kepala Ismail terpisah dari tubuhnya.

Baca Juga: Jusuf Kalla Terbang ke Qatar Hadiri Pemakaman Mantan Perdana Menteri Palestina Ismail Haniyeh

Anas al-Sharif dari Al Jazeera, melaporkan dari Gaza, Ismail dan Rami selalu konsisten memberitakan penderitaan warga Palestina yang mengungsi.

"(Juga memberitakan) penderitaan orang-orang yang terluka serta pembantaian yang dilakukan oleh pendudukan Israel terhadap orang-orang tak berdosa di Gaza,” ujarnya.

Al Jazeera menyebutkan, keduanya sempat menghubungi meja berita 15 menit sebelum serangan terjadi.

Selama panggilan tersebut, mereka telah melaporkan serangan terhadap sebuah rumah di dekat tempat mereka melapor dan diminta untuk segera pergi. Mereka melakukannya, dan sedang dalam perjalanan ke Rumah Sakit Al-Ahli Arab saat mereka tewas.

Baca Juga: Berduka atas Tewasnya Ismail Haniyeh, Felix Siauw : Selamat Beristirahat dalam Kemenanganmu Wahai Pejuang

Dalam sebuah pernyataan, Al Jazeera Media Network menyebut pembunuhan itu sebagai "pembunuhan yang ditargetkan" oleh pasukan Israel dan berjanji untuk "mengambil semua tindakan hukum untuk mengadili para pelaku kejahatan ini".

Pada saat kejadian, selain menewaskan dua jurnalis, seorang bocah Bernama Khaled Saed Shawa juga ikut terbunuh saat sedang mengendarai sepeda.

Khaled al-Shawa adalah anak tunggal bagi ibu dan ayahnya. Kini, kedua orang tua itu merasakan kehilangan teramat besar.

Sementara itu, seiring meninggalnya kedua jurnalis, seorang bocah penderita kanker bernama Hala tak bisa menghentikan tangisnya.

Baca Juga: Pemerintah Indonesia Kecam Pembunuhan Terhadap Ismail Haniyeh oleh Israel di Teheran

Dia teringat laporan Ismail Al-Ghoul tentang tangisannya permohonan bantuan untuk dievakuasi pada 10 Maret 2024. Hala menyebut Ismail adalah pahlwan.

Sementara itu, sebelum meninggal, Ismail sempat mengunggah dua postingan foto Ismail Haniyeh yang dipajang di reruntuhan bangunan pengungsian di Gaza.

"Dalam suasana yang menyedihkan, kamp mengucapkan selamat tinggal kepada pria besar nasional, dari pembongkaran rumah Kepala Gerakan Hamas, Ismail Haniyeh, di Kamp Pantai Barat Kota Gaza," tulisnya.

Baca Juga: Breaking News: Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh Tewas Dibunuh bersama Pengawalnya di Iran

Serangan brutal ini menambah jumlah jurnalis yang tewas selama konflik parah Israel-Gaza sejak 7 Oktober 2023. Hingga 31 Juli 2024, sedikitnya 113 jurnalis dan pekerja media telah tewas. ***