POJOKSATU.id, PEMIMPIN politik Hamas Ismail Haniyeh dikabarkan tewas dibunuh dalam serangan yang terjadi di ibu kota Iran, Teheran, Rabu, 31 Juli 2024.

Menurut media pemerintah Iran, Ismail Haniyeh tewas dibunuh bersama pengawalnya yang mendampingi perjalanannya ke Teheran.

Ismail Haniyeh dan salah satu pengawalnya tewas setelah gedung tempat mereka menetap dihantam serangan.

Pernyataan dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyebutkan bahwa Haniyeh berada di Teheran untuk menghadiri upacara pelantikan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, pada hari Selasa Waktu setempat.

Ismail meninggal dunia pada usia 61 tahun.

Baca Juga: SUDAH RESMI Batas Maksimal Kontrak PPPK Dihapus, Ini 5 Syarat PPPK Dikontrak sampai Usia Pensiun, Honorer Wajib Baca

Hingga kini, belum ada pernyataan serangan tersebut oleh siapa. Namun, Haniyeh dan keluarga sejak lama ditarget Israel.

Pada April 2024, cucu Haniyeh telah meninggal karena luka yang dideritanya dalam serangan Israel yang menargetkan keluarganya di Gaza.

Kejadian itu terjadi pada hari pertama liburan Idul Fitri di kamp pengungsi Shati di Kota Gaza ketika mobil anak Haniyeh menjadi sasaran serangan udara Israel.

"Darah anak-anak saya tidak lebih berharga daripada darah rakyat kami," ujar Haniyeh, yang memiliki 13 putra dan putri menurut sumber-sumber Hamas, kepada TV Al Jazeera dilansir dari Newarab, saat itu.

Baca Juga: Tertawakan Orang-orang yang Melakukan Aksi Boikot Starbucks, Indah G dan Coki Pardede Panen Hujatan

Disebutkan, ada hamper 60-an kerabat Haniyeh tewas dalam perang yang telah berlangsung selama enam bulan, termasuk 14 orang yang tewas setelah serangan udara Israel menghantam rumah keluarga tersebut di Kota Gaza pada bulan Oktober.

"Semua rakyat kami dan semua keluarga di Gaza telah membayar harga yang mahal dengan darah, dan saya salah satunya," kata Haniyeh.

Israel sendiri mengonfirmasi bahwa mereka telah menargetkan putra-putra Haniyeh, yang digambarkan sebagai "tiga anggota Hamas" yang "sedang dalam perjalanan untuk melakukan kegiatan teroris".

Baca Juga: 2 Selebgram Ini Nekat Promisikan Judi Online di Jaksel, Gak Pake Lama Langsung Diciduk Polisi

Seperti diketahui, Israel terus melakukan genosida brutal sejak Oktober 2023 yang telah menelan korban seratusan ribu jiwa, mayoritas anak-anak dan perempuan. ***