POJOKSATU.id - Al-Qur'an merupakan pedoman hidup sekaligus tuntunan utama bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Kitab suci ini tidak hanya berisi petunjuk spiritual, tetapi juga menjadi sumber nilai moral, hukum, serta panduan dalam membangun kehidupan yang seimbang antara dunia dan akhirat.
Membaca Al-Qur'an sendiri merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Bahkan setiap huruf yang dibaca diyakini memiliki pahala yang besar di sisi Allah SWT.
Baca Juga: Zhou BK
Karena itu, ketika seseorang berhasil menamatkan atau mengkhatamkan Al-Qur'an, terdapat sejumlah amalan yang dianjurkan untuk dilakukan.
Melansir berbagai sumber keislaman, termasuk NU Online, terdapat beberapa amalan yang dianjurkan setelah seseorang selesai membaca seluruh isi Al-Qur'an.
Membaca Doa Khatam Al-Qur'an
Salah satu amalan yang dianjurkan ketika seseorang mengkhatamkan Al-Qur'an adalah membaca doa khatam.
Baca Juga: Keutamaan Mengkhatamkan Alquran, Amalan Istimewa yang Banyak Dilakukan Saat Ramadan
Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa saat seseorang selesai mengkhatamkan Al-Qur'an, terdapat banyak malaikat yang mendoakannya.
Hal ini disebutkan dalam salah satu hadis berikut:
اِذَا خَتَمَ الْعَبْدُ الْقُرْأٓنَ صَلَّى عَلَيْهِ عِنْدَ خَتْمِهِ سِتُّوْنَ اَلْفِ مَلِكٍ
Idzā khatamal-'abdu al-Qur’āna shallā 'alaihi 'inda khatmihi sittūna alfa malikin
"Apabila seorang hamba telah mengkhatamkan Al-Qur'an, maka akan hadir 60.000 malaikat yang membacakan istighfar untuknya saat khatam Al-Qur'an tersebut." (HR ad-Dailamy)
Hadis tersebut menunjukkan betapa besar keutamaan yang diberikan kepada seseorang yang mampu menyelesaikan bacaan Al-Qur'an hingga khatam.
Karena itu, momen khatam sering dianggap sebagai waktu yang istimewa untuk memperbanyak doa dan memohon kebaikan kepada Allah SWT.
Keutamaan Membaca Al-Qur'an
Keutamaan membaca Al-Qur'an juga dijelaskan dalam sejumlah hadis Nabi Muhammad SAW.
Baca Juga: Perang Timur Tengah Picu Harga Minyak Naik, Prabowo Minta Rakyat dan Pemerintah Hemat BBM
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi disebutkan bahwa setiap huruf yang dibaca dari Al-Qur'an akan diganjar dengan pahala.
Bahkan pahala tersebut akan dilipatgandakan.
"Barang siapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur'an), maka dia akan memperoleh satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan dilipatkan dengan sepuluh semisalnya dan aku tidak mengatakan Alif Laam Miim satu huruf, akan tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, dan Miim satu huruf." (HR Tirmidzi)
Penjelasan ini menunjukkan bahwa membaca Al-Qur'an bukan hanya ibadah yang membawa ketenangan hati, tetapi juga menjadi sumber pahala yang sangat besar bagi umat Islam.
Waktu yang Dianjurkan untuk Mengkhatamkan Al-Qur'an
Para ulama memiliki pandangan yang beragam mengenai seberapa sering seseorang sebaiknya mengkhatamkan Al-Qur'an.
Dilansir dari NU Online, Imam Abu al-Laits dan Imam Abu Hanifah memberikan pandangan bahwa seseorang dianjurkan untuk mengkhatamkan Al-Qur'an setidaknya dua kali dalam setahun.
Pendapat tersebut juga dijelaskan dalam kitab Fath al-Mu'in sebagai berikut:
قال أبو الليث في البستان: ينبغي للقارئ أن يختم القرآن في السنة مرتين إن لم يقدر على الزيادة. وقال أبو حنيفة: من قرأ القرآن في كل سنة مرتين: فقد أدى حقه .وقال أحمد: يكره تأخير ختمة أكثر من أربعين يوما بلا عذرلحديث ابن عمر
Qāla Abū al-Laits fī al-Bustān: yanbaghī lil-qāri’i an yakhtima al-Qur’āna fī as-sanati marrataini in lam yaqdir ‘alā az-ziyādah. Wa qāla Abū Ḥanīfah: man qara’a al-Qur’āna fī kulli sanatin marrataini faqad addā ḥaqqahu. Wa qāla Aḥmad: yukrahu ta’khīru khatmatin aktsara min arba‘īna yauman bilā ‘udzrin li ḥadītsi Ibni ‘Umar.
Baca Juga: Makna Perintah “Iqra” pada Peristiwa Nuzulul Quran, Membaca Bukan Sekadar Teks
"Imam Abu al-Laits dalam kitab al-Bustan berkata: 'Hendaknya bagi seseorang yang dapat membaca Al-Qur'an untuk mengkhatamkan Al-Qur'an satu tahun sebanyak dua kali, jika ia tak mampu untuk mengkhatamkan lebih'.
"Imam Abu Hanifah berkata: 'Barang siapa yang mengkhatamkan Al-Qur'an pada setiap tahun sebanyak dua kali, maka sungguh ia telah memenuhi haknya'.
Imam Ahmad berkata: 'Makruh mengakhirkan mengkhatamkan Al-Qur'an lebih dari 40 hari tanpa adanya uzur, berdasarkan hadits Ibnu Amr'." (Syekh Zainuddin al-Maliabari, Fath al-Mu'in, hal. 275)
Baca Juga: 27 Sekolah Kedinasan Buka Pendaftaran untuk Lulusan SMK 2026, Kuliah Gratis dan Peluang Jadi CPNS
Meskipun demikian, para ulama juga menegaskan bahwa ketentuan tersebut tidak bersifat mutlak.
Bagi seseorang yang memiliki waktu lebih banyak untuk membaca Al-Qur'an, dianjurkan untuk lebih sering mengkhatamkannya.
Etika Ketika Mengkhatamkan Al-Qur'an
Selain membaca doa, terdapat beberapa etika atau adab yang dianjurkan ketika seseorang hendak mengkhatamkan Al-Qur'an.
Etika tersebut menjadi bagian dari tradisi keilmuan Islam yang telah dipraktikkan oleh para ulama sejak dahulu.
Salah satu etika yang dianjurkan adalah memilih waktu yang tepat ketika hendak mengkhatamkan Al-Qur'an.
Para ulama menyebutkan bahwa waktu yang baik untuk mengkhatamkan Al-Qur'an adalah saat salat sunah fajar atau menjelang waktu subuh.
Selain itu, sebagian ulama dari kalangan tabi'in juga memiliki tradisi berpuasa pada hari ketika mereka hendak mengkhatamkan Al-Qur'an.
Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk kesungguhan dalam menyempurnakan ibadah membaca Al-Quran
Etika lainnya adalah memperbanyak doa kepada Allah SWT.
Baca Juga: Tiga Hari Sebelum Penyiraman Air Keras, Dua OTK Terpantau Awasi Asrama KontraS di Jakpus
Momen khatam Al-Qur'an sering dianggap sebagai waktu yang mustajab untuk berdoa karena diyakini sebagai saat yang penuh keberkahan.
Karena itu umat Islam dianjurkan memanjatkan doa untuk berbagai kebutuhan kehidupan, baik untuk urusan dunia maupun akhirat.
Mengulang Bacaan dari Awal
Setelah seseorang selesai mengkhatamkan Al-Qur'an, dianjurkan pula untuk kembali memulai membaca Al-Qur'an dari awal.
Anjuran ini merujuk pada sabda Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa salah satu amalan terbaik adalah membaca Al-Q'an dari awal hingga khatam lalu memulainya kembali.
Baca Juga: Natalius Pigai Desak Polisi Usut Tuntas Pelaku Penyiraman Air Keras Wakil KontraS
Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Sebaik-baik perbuatan adalah memulai membaca Al-Qur'an dan mengkhatamkan. Artinya, seorang yang telah selesai mengkhatamkan Al-Qur'an, dia membaca kembali dari awal."
Dari penjelasan tersebut, dapat dipahami bahwa membaca Al-Qur'an merupakan ibadah yang sebaiknya dilakukan secara berkelanjutan.
Setelah satu kali khatam, seorang muslim dianjurkan untuk kembali memulai bacaan dari awal sebagai bentuk konsistensi dalam beribadah. ***




