POJOKSATU.id - Memasuki hari ke-16 Ramadan 1447 Hijriah, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah, HM Yusi Abdhian, menjadi khatib dalam khutbah Jumat di Masjid Raya Darussalam Palangka Raya, Jumat, 06 Maret 2026.
Dalam khutbahnya, HM Yusi Abdhian menyoroti keutamaan sedekah dan kaitannya dengan momentum bulan suci Ramadan.
Di hadapan ribuan jemaah, ia menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi madrasah bagi umat Islam untuk meningkatkan kepedulian sosial melalui sedekah.
Menurutnya, sifat dermawan merupakan salah satu karakter utama yang melekat pada pribadi-pribadi pilihan Allah SWT.
Sedekah tidak hanya dipahami sebagai bantuan materi semata, tetapi juga menjadi tameng spiritual bagi seorang mukmin.
"Kedermawanan adalah bukti nyata keimanan. Keutamaan sedekah sangatlah besar, salah satunya mampu memadamkan kemurkaan Allah SWT, sebagaimana disabdakan Rasulullah dalam hadisnya," ujar HM Yusi Abdhian di hadapan jemaah.
Ia pun mengajak seluruh jemaah untuk memperbanyak sedekah sebagai wasilah untuk meraih ampunan dan rahmat Allah SWT.
Menurutnya, sedekah tidak harus dalam jumlah besar, sebab keikhlasan menjadi kunci utama dalam setiap amal yang dilakukan.
Baca Juga: Unhas dan BPOM Bangun Sinergi Hilirisasi Riset Kampus, Dorong Produk Kesehatan Berbasis Inovasi
"Jangan remehkan sekecil apa pun pemberian kita. Berbagi walau hanya sebutir kurma, atau sekadar ucapan yang baik dan menyejukkan hati orang lain, merupakan ladang pahala yang luar biasa di sisi Allah," tambahnya.
Lebih lanjut, HM Yusi Abdhian menegaskan bahwa sedekah tidak akan mengurangi harta, melainkan justru membawa keberkahan dan membuka jalan rezeki.
Ia juga mengajak masyarakat menjadikan sedekah sebagai gaya hidup selama Ramadan.
Bentuknya dapat dimulai dari hal sederhana seperti berbagi hidangan berbuka puasa atau takjil kepada sesama, hingga mengoptimalkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi.
"Kita ingin Ramadan tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat ketahanan ekonomi umat. Sedekah yang kita berikan bisa menjadi solusi bagi saudara-saudara yang membutuhkan sekaligus menjadi pembersih diri dari sifat kikir," ungkapnya.
Ia juga berharap semangat kedermawanan yang tumbuh selama Ramadan dapat terus dijaga dan menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan setelah bulan suci berlalu.
Menurut HM Yusi Abdhian, Ramadan merupakan kesempatan emas bagi umat Islam untuk memperbanyak amal kebaikan.
Dengan menjadikan sedekah sebagai bagian dari gaya hidup, diharapkan nilai kepedulian dan kebersamaan di tengah masyarakat dapat terus terjaga, sekaligus menjadi bekal menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.***

