POJOKSATU.id - Universitas Hasanuddin (Unhas) bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) membangun sinergi strategis untuk mendorong hilirisasi produk riset kampus, termasuk pengembangan produk kesehatan dan farmasi.
Rektor Unhas Jamaluddin Jompa menekankan pentingnya hilirisasi inovasi yang dihasilkan sivitas akademika agar dapat dimanfaatkan secara lebih luas oleh masyarakat.
Menurutnya, Unhas memiliki berbagai prototipe produk hasil penelitian yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut. Namun, proses tersebut juga membutuhkan dukungan regulasi dari BPOM.
“Produk inovasi yang dihasilkan di Unhas memiliki potensi besar untuk dihilirisasikan.
Kami ingin Unhas menjadi contoh pemanfaatan layanan BPOM untuk mempercepat pemanfaatan produk riset. Kami menghadirkan kelompok kerja bersama sebagai langkah nyata untuk menjemput bola,” jelasnya.
Dorong Pengembangan Produk Riset Kampus
Jamaluddin menjelaskan bahwa sejumlah inovasi telah dihasilkan oleh para peneliti Unhas, termasuk dari Fakultas Farmasi yang mengembangkan berbagai produk berbasis riset.
Produk-produk tersebut memerlukan proses registrasi dan pengawasan BPOM sebelum dapat diproduksi dan dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.
Melalui koordinasi yang dibangun dengan BPOM, Unhas berharap proses tersebut dapat diselesaikan secara bertahap sehingga berbagai hasil penelitian dapat segera dihilirisasikan.
Selain itu, Unhas juga terus memperkuat ekosistem inovasi kampus melalui dukungan pembiayaan bagi startup berbasis riset.
Ia menyampaikan bahwa Unhas memiliki fasilitas perbankan internal yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembiayaan awal bagi sivitas akademika dalam mengembangkan usaha berbasis penelitian, termasuk di bidang obat dan produk kesehatan.
Baca Juga: Umur TPST Bantargebang Melebihi Batas, Kini Hanya Menerima Sampah Anorganik
“Dalam hal riset, kami mengembangkan konsep berbasis Thematic Research Group (TRG). Kami berharap topik TRG yang relevan untuk BPOM bisa dikerjasamakan. Unhas siap untuk membangun kerja sama riset dengan BPOM,” tambahnya.
Kolaborasi Akademisi, Industri, dan Pemerintah
Pada kesempatan yang sama, Kepala BPOM Taruna Ikrar menjelaskan bahwa BPOM merupakan lembaga yang berada langsung di bawah koordinasi Presiden sehingga memiliki peran strategis dalam memastikan keamanan, mutu, serta efektivitas produk obat dan makanan di Indonesia.
Ia menilai pertemuan dengan pimpinan Unhas menjadi langkah penting dalam membangun komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi antara akademisi, dunia usaha, serta pemerintah.
Baca Juga: Umur TPST Bantargebang Melebihi Batas, Kini Hanya Menerima Sampah Anorganik
Model kerja sama ini sejalan dengan konsep Academia–Business–Government (ABG) yang mendorong sinergi antara kampus, industri, dan negara dalam mempercepat inovasi.
“Potensi Unhas sangat besar. Sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia, sudah saatnya Unhas mengambil peran lebih besar melalui kegiatan konkret yang berdampak pada pengembangan riset dan ekonomi nasional,” ujar Taruna.
Baca Juga: Ziarah Ziarah
Kolaborasi ini menjadi langkah penting agar berbagai inovasi yang lahir dari laboratorium kampus tidak berhenti pada tahap penelitian saja. ***




