POJOKSATU.id - Universitas Nusa Cendana (Undana) merupakan perguruan tinggi negeri yang berlokasi di Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. 

Kehadiran universitas ini merupakan hasil dari perjuangan panjang masyarakat NTT yang memiliki cita-cita besar untuk menghadirkan pendidikan tinggi negeri di wilayah tersebut.

Gagasan mendirikan perguruan tinggi negeri di Nusa Tenggara Timur muncul karena keterbatasan akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi yang layak. 

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, para tokoh masyarakat bersama pemerintah daerah membentuk panitia pendiri yang kemudian mengusulkan pendirian universitas negeri di Kupang.

Usulan tersebut akhirnya disetujui pemerintah melalui Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) Nomor 111 Tahun 1962 tertanggal 28 Agustus 1962. 

Berdasarkan keputusan tersebut, ditetapkan berdirinya universitas negeri di Kupang yang mulai beroperasi pada 1 September 1962. 

Tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai hari lahir atau Dies Natalis Universitas Nusa Cendana.

Dalam proses penamaan universitas, panitia pendiri mengajukan tiga pilihan nama, yakni Nusa Cendana, Paraja, dan Liurai. 

Dari ketiga nama tersebut, pemerintah akhirnya menetapkan nama Nusa Cendana sebagai nama resmi universitas berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 1963 tertanggal 23 April 1963. 

Sejak saat itu universitas ini resmi bernama Universitas Negeri Nusa Cendana atau yang dikenal dengan singkatan Undana.

Tokoh penting yang berperan dalam pendirian universitas ini antara lain W.J. Lalamentik yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Nusa Tenggara Timur, Kapten El Tari, serta Drs. R. Karsono Kramadiredja sebagai sekretaris panitia. 

Peresmian universitas dilakukan pada 17 September 1962 di ruang DPRD Tingkat I NTT di Kupang.

Untuk menjalankan aktivitas akademik, dibentuklah struktur pimpinan universitas melalui Keputusan Menteri PTIP Nomor 162/MP/1962. 

Saat itu Catur Tunggal Provinsi NTT ditetapkan sebagai Presidium Universitas yang dipimpin oleh Muhamad Salim, SH sebagai ketua dan Drs. S. Daud sebagai sekretaris. 

Selain itu dibentuk pula Yayasan Universitas yang dipimpin oleh W.C.H. Oematan.

Pada awal berdirinya, Universitas Nusa Cendana memiliki empat fakultas utama. Fakultas pertama adalah Fakultas Ketatanegaraan dan Ketataniagaan yang berdiri pada tahun 1962. 

Selanjutnya menyusul Fakultas Peternakan pada tahun 1964 serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang berasal dari integrasi IKIP Malang Cabang Kupang.

Perkembangan universitas terus berlanjut dengan pembukaan Fakultas Hukum pada tahun 1982 dan Fakultas Pertanian pada tahun 1983. 

Dalam perkembangannya, beberapa fakultas mengalami perubahan struktur dan integrasi, termasuk Fakultas Ketatanegaraan.

Fakultas Ketataniagaan dan Hukum yang kemudian berkembang menjadi Fakultas Hukum serta Fakultas Ilmu Administrasi yang selanjutnya berubah nama menjadi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

FISIP kemudian berkembang dengan berbagai jurusan seperti Administrasi Negara, Administrasi Bisnis, Sosiologi, Ilmu Komunikasi, dan Ilmu Politik. 

Selain itu, program studi Akuntansi dan Ekonomi Pembangunan juga dibuka sebagai cikal bakal berdirinya Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Undana juga terus memperluas bidang keilmuan dengan membuka berbagai fakultas dan program studi baru. 

Fakultas Sains dan Teknik dibuka pada tahun 2001 dengan program studi Matematika, Biologi, Fisika, dan Kimia yang kemudian berkembang dengan tambahan program studi seperti Teknik Pertambangan, Ilmu Komputer, dan Teknik Arsitektur.

Pada tahun yang sama juga didirikan Fakultas Kesehatan Masyarakat yang memiliki sejumlah jurusan penting seperti Epidemiologi, Kesehatan Lingkungan, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Pendidikan Kesehatan, serta Gizi Kesehatan Masyarakat.

Selain program sarjana, Universitas Nusa Cendana juga mengembangkan pendidikan pascasarjana sejak tahun 2001 dengan berbagai program studi seperti Ilmu Peternakan, Ilmu Lingkungan, Ilmu Administrasi, Ilmu Hukum, Linguistik, hingga Ilmu Kesehatan Masyarakat.

Perkembangan penting lainnya adalah berdirinya Fakultas Kedokteran pada tahun 2008 serta beberapa fakultas baru pada tahun 2013 seperti Fakultas Kedokteran Hewan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Fakultas Kelautan dan Perikanan.

Seiring perubahan organisasi dan tata kerja universitas yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Tahun 2021, beberapa fakultas mengalami penggabungan. 

Fakultas Kedokteran digabung dengan Fakultas Kedokteran Hewan menjadi Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan, sementara Fakultas Kelautan dan Perikanan bergabung dengan Fakultas Peternakan menjadi Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan.

Saat ini Universitas Nusa Cendana memiliki satu program pascasarjana dan sembilan fakultas.

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Hukum, Fakultas Pertanian, Fakultas Sains dan Teknik, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Undana juga memiliki puluhan program studi yang mencakup jenjang doktor, magister, sarjana, profesi hingga diploma. 

Di samping itu, universitas ini dilengkapi berbagai lembaga penelitian, pengabdian masyarakat, pusat studi, serta unit penunjang akademik seperti perpustakaan, pusat bahasa, laboratorium terpadu, hingga rumah sakit pendidikan.

Seiring perkembangan kelembagaan, Universitas Nusa Cendana juga mengalami transformasi manajemen menjadi Badan Layanan Umum (BLU) sejak 3 Maret 2017. 

Status ini diharapkan mampu mendorong peningkatan mutu layanan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dengan perjalanan panjang yang lahir dari cita-cita besar masyarakat Nusa Tenggara Timur, 

Universitas Nusa Cendana terus tumbuh sebagai pusat pendidikan tinggi yang memberi harapan bagi generasi muda. 

Semangat membangun daerah melalui ilmu pengetahuan menjadi pijakan penting agar kampus ini mampu melahirkan insan akademik yang membawa perubahan bagi masa depan NTT dan Indonesia.***