POJOKSATU.id — Karya animasi dari Indonesia kembali mendapat perhatian di tingkat global.

Galeo of the Seawalkers atau Galeo Anak Segara, proyek animasi yang disutradarai Andara Fembriarto, kini mendapat dukungan dari rumah produksi Kanada-Inggris, BetterHalf Films, yang bergabung sebagai ko-produser.

Perjalanan internasional Galeo of the Seawalkers semakin terbuka setelah proyek tersebut masuk dalam jajaran peserta Co-Production Forum yang merupakan bagian dari VIFF Business Hub di Vancouver International Film Festival (VIFF).

Galeo of the Seawalkers dikembangkan berdasarkan novel dan komik karya Andara Fembriarto.

Baca Juga: Nasi Terlanjur Lembek di Rice Cooker? Jangan Langsung Dibuang, Coba 5 Cara Ini

Dalam proyek ini, BetterHalf Films akan berkolaborasi dengan Studio Amarana yang berbasis di Indonesia dan platform streaming Rangkai sebagai pemegang hak distribusi di dalam negeri.

Mengusung petualangan keluarga, film animasi tersebut menghadirkan sebuah dunia fantasi yang erat dengan nuansa kehidupan maritim Indonesia.

Latar ceritanya membawa penonton ke kawasan samudra dengan berbagai keunikan.

Mulai dari permukiman yang berdiri di atas air, hutan yang berada di bawah laut, hingga manusia dengan kemampuan khusus untuk melangkah di permukaan air.

Tokoh utama dalam kisah ini adalah Galeo, bocah laki-laki yang memiliki sifat pemalu dan terus dihantui kekhawatiran tidak mampu memenuhi harapan ayahnya.

Baca Juga: Tidak Masuk Desil 1-4, Masih Bisa Dapat KIP Kuliah? Ini Kriteria dan Cara Ceknya

Konflik mulai muncul ketika adik perempuan Galeo mengikuti seorang sosok misterius yang diyakininya dapat membantu menemukan ayah mereka yang telah lama menghilang.

Galeo kemudian memutuskan ikut mencari sang ayah sekaligus menjaga keselamatan adiknya.

Keputusan tersebut memaksanya keluar dari kehidupan yang selama ini membuatnya merasa aman.

Petualangan keduanya kemudian mempertemukan mereka dengan para bajak laut yang memiliki tujuan merebut sumber air suci yang menjadi bagian penting bagi komunitas tempat mereka berasal.

Berbagai kejadian dalam perjalanan tersebut membuat Galeo perlahan memahami bahwa keberanian bukan berarti tidak memiliki rasa takut.

Dengan mengandalkan kreativitas dan keyakinannya terhadap sang adik, ia mulai menemukan keberanian dalam dirinya.

“Kami mengundang penonton global untuk ikut ‘berjalan di atas air’ bersama Galeo,” kata Gursimran Datla.

Baca Juga: Polres Tangsel Selidiki Kasus Peredaran Uang Dolar Palsu, 6 Saksi Kini Diperiksa Penyidik

Gursimran menjelaskan bahwa latar dunia dalam film tersebut dibangun dengan mengambil inspirasi dari budaya maritim Indonesia.

Unsur tersebut kemudian dikembangkan menjadi bagian dari identitas visual sekaligus kekuatan emosional cerita.

Dari sisi visual, Galeo of the Seawalkers menggunakan pendekatan animasi 2D digital.

Karakter-karakternya dibuat ekspresif dengan lingkungan laut yang digambarkan sebagai salah satu elemen utama dalam dunia film.

Tidak hanya menawarkan kisah petualangan keluarga, proyek ini juga membawa tema yang berkaitan dengan pelestarian budaya serta kepedulian terhadap persoalan iklim.

Baca Juga: Pegawai SPPG Hina Korban Keracunan Menu MBG Berastagi, Wapres Gibran Sampai Turun Tangan

Saat ini, pengembangan Galeo of the Seawalkers telah berada pada tahap akhir.

Proyek tersebut juga telah mendapatkan dukungan resmi dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Tahap produksi dijadwalkan mulai berlangsung pada Januari 2028.

Di sisi lain, tim pengembang masih membuka kesempatan untuk menggandeng mitra ko-produser dari berbagai negara.

Andara Fembriarto bukanlah sosok baru dalam dunia animasi. Sebelum mengembangkan Galeo of the Seawalkers, ia telah menghasilkan sejumlah film pendek animasi, di antaranya Cipak Cipuk, Utan Rambutan, dan The Raining Tree.

Baca Juga: Ada Dugaan Operasi Senyap Dibalik Perizinan Rumah Ibadah Di Cikopo, Warga Yang Menolak Datangi DPRD Purwakarta

Bagi BetterHalf Films, keterlibatan dalam Galeo of the Seawalkers juga memiliki arti tersendiri karena proyek tersebut menjadi kolaborasi internasional perdana bagi rumah produksi tersebut.

Keikutsertaan Galeo of the Seawalkers dalam Co-Production Forum VIFF Business Hub pun menjadi salah satu langkah penting untuk membawa cerita yang berakar dari budaya maritim Indonesia agar semakin dikenal di pasar dan kalangan perfilman internasional.***