POJOKSATU.id - Artis Kirana Larasati membuat keputusan besar dalam hidupnya dengan menghapus tujuh dari delapan tato dari tubuhnya. Iya, tidak mudah, karena rasa sakitnya luar biasa.
Hal tersebut diungkapkan Kirasa Larasati lewat Threads Instagram-nya. Dia mengaku rasa sakit dari proses menghilangkan tato itu ibarat kulit tubuhnya disayat-sayat. Bahkan, dia mengumpamakan serasa diiris dengan pisau dari neraka.
Kirana mengatakan proses penghapusan tato tersebut dilakukan dengan laser dan harganya tidak murah.
Baca Juga: Daftar HP yang Tak Bisa Lagi Pakai WhatsApp, Cek Apakah Ponsel Anda Termasuk?
"Dari total punya 8 tato, sekarang tinggal 1. Itupun sedang proses dan tintanya warna susah. Jangan tanya sakit enggak lasernya. Kayak disayat-sayat pakai pisau neraka," tulisnya dilansir Rabu, 15 Juli 2026.
Dan, ternyata harga menghapus tato itu jauh lebih mahal daripada proses pembuatannya. Karena, laser harus dilakukan berulang kali sampai tinta hilang.
"Mahal? 40-50 kali lebih mahal hilanginnya. Lasernya berkali-kali. Dari mesin laser dengan teknik di Indonesia sampai di Korea," jelasnya.
Baca Juga: Kepala DKP Jabar Buka MPLS di SMAN 5 Karawang, Kepsek Targetkan Prestasi Siswa Makin Melejit
Untuk satu tato atau per sesi proses, dibutuhkan waktu penyembuhan selama 15 tahun. Lama? iya, karena tahapan dari awal cukup merepotkan dan sakit.
"Per sesi recovery-nya 10-15 hari. Beberapa dalam keadaan sadar dan menjerit menangis, beberapa disedasi karena terlalu sakit dan lama karena ukurannya ada yang besar," ungkapnya.
Sejatinya, dia ingin menghapus semua tatonya. Tapi masih mencari cara bagaimana sakitnya bisa ditahan.
"Ini tato terakhir yang masih jadi pe er. Sudah 2 dua percobaan, cuma progress lima persen. Ini dalam kondisi disedasi twilight, karena tatonya besar dan sakitnya ampun," jelasnya.
"Dalam kondisi sedasi pun badan masih bisa merasakan sakit sampe kakiku gerak dan harus dipegangin suster. Bonus suaranya," sambungnya.
Kirana melakukan proses ini dengan tenaga ahli dari dokter kepercayaannya. Ini dilakukan demi kenyamanan dan keselamatan, meski harus keluar uang banyak.
"Hapus tato harganya juga beda-beda tipis. Pokoknya sekali datang satu sesi (beberapa tato dilaser) minimal 25 juta bill-nya. So far di Korea sudah tiga kali. Di Jakarta sudah kali. Mungkin kalo tato kecil dan simple enggak segitu," beber aktris film 'Turis Romantis' ini.
Baca Juga: Kadisdik Jabar Buka MPLS Panca Waluya di SMAN 2 Karawang, Siswa Diminta Disiplin dan Berkarakter
Sekali proses sedasi (menenangkan pasien selama proses laser) tergantung Rumah Sakit dan dokternya. "Kalau dokternya teman baik dan in house bisa 2,5 jutaan. Kalau di klinik mewah Rp8 jutaan," lanjutnya.
Artis kelahiran 1987 ini mengakui awal pertama kali membuat tato sempat ditentang keluarganya. Kini, setelah dewasa, dirinya paham mengapa sampai dilarang.
"Memang benar kata orang tua pas lihat tato pertamaku “Ya Allah, ngapain sih kamu begitu?! Lihat aja ntar tuanya nyesel”. Benaran deh kejadian," tukasnya.
Baca Juga: Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung Digugat Praperadilan, Didaftarkan Hari Ini
Saat masih muda, dia mengatakan belum berpikir Panjang saat membuat tato. Dan, berpikir, tato di badan sebagai pengingat hidup yang pahit, sebagai identitas, sebagai “saya”.
"Sekarang pun masih berproses. Tapi arahnya sudah beda. Dulu melihat ke luar. Sekarang melihat ke “dalam”. Berkaca tidak perlu lagi pakai cermin atau validasi dari orang lain. Cukup bisa mindful, menjernihkan pikiran, mulai memaafkan dan tidak terlalu keras pada diri sendiri. Mulai belajar purpose hidup saat umur 30," tuturnya.
Sekarang, Kirana hanya ingin tubuhnya lebih bersih tanpa tato. "Mending dipenuhi berlian dibandingkan tato wkwkwkw. Opini pribadi," tegas Kirana. ***

