POJOKSATU.id, KARTIKA Putri menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan perihal calon presiden (capres) mengaji yang sempat diutarakannya sebelum Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Kartika Putri meminta maaf di tengah proses penyembuhan sakit Steve Johson Syndrom yang diterimanya sebagai pengidap autoimune.
Meski Kartika Putri meminta maaf, sejatinya itu juga bentuk permohonannya agar netizen yang membencinya tidak mengolok-olok kegiatan mengaji.
"Untuk semuanya, aku mohon maaf lahir batin atas segala kesalahan baik sengaja dan tidak sengaja. Aku hanya manusia biasa yang banyak salah dan dosa, dan masih belajar menjadi lebih baik, mohon doa dan dukungannya," ujarnya dalam video yang dikutip dari postingan Instagram-nya, Senin, 26 Februari 2024.
Istri Habib Usman ini merasa pernyataannya soal keinginan punya capres yang pintar mengaji jadi viral dan diartikan negatif oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Dia rela disalahkan, tapi tidak dengan mengaji. "Apapun itu kesalahan cuma aku yang salah dan patut disalahkan. Jadi silahkan marah, bully, caci aku pribadi bukan kegiatan mengaji, dan jangan kalian jadikan guyonan," tukasnya.
Kartika mengingatkan mengaji itu kegiatan membaca Alquran dan membahas kitab suci umat Islam, dan itu adalah petunjuk dunia dan akhiratnya umat muslim.
"Demi Allah, saya tidak ikhlas kalian memperolok kegiatan mengaji. Silahkan hinakan saya, bully saya, saya ikhlas dan memanglah saya pantas. Tapi tolong respect dan toleransi beragama, jangan jadikan mengaji becandaan lagi," ungkapnya.
Pun, dia menekan menjadikan mengaji sebagai becandaan bisa saja terseret dalam UU ITE dan melukai umat Islam.
"Terutama buat suadara muslimku, stop tersahut, istigfar dan bertobatlah. Aku enggak mau kalian dapat dosa karena aku, sungguh enggak worth it buat kalian," tegasnya.
Dia mengatakan tak ingin Allah SWT murka atas kekhilafan yang tidak kita sadari, karena sudah meremehkan kitab suci Alquran.
"Semoga Allah menjauhkan kita dari hasat dan hasut. Sekali lagi, dengan segala kerendahan hati aku memohon maaf lahir dan batin atas kesalahan yang aku perbuat sengaja dan tidak aku sengaja," pungkas Kartika Putri. ***

