POJOKSATU.id, KARTIKA Putri kembali merespon netizen yang mengkritik soal ide calon presiden (capres) mengaji. Salah satunya mengaitkan oknum pandai mengaji yang terlibat kasus kriminal.
Kartika Putri mengatakan ucapannya soal orang yang biasa membawa Alquran berhati lembut sejatinya mengutip hadist dan alquran.
"Itu yang ngomong bukan saya, tapi alquran dan hadist. Kalau kita membaca Alquran dan istiqamah membaca Alquran, Allah akan jaga hatinya," ujar Kartika Putri, di Instagram Story-nya, Sabtu, 27 Januari 2024.
Baca Juga: Jungkook BTS Masuk Empat Nominasi Korean Music Awards 2024, Ini Daftar Lengkapnya
Dia menegaskan, jika ada semisal guru agama atau oknum yang baca Alqurannya baik, namun terlibat kasus kriminal, itu adalah ulah oknum.
"Sebenarnya aku enggak sedih sama sekali kalau dihina, di-bully memang aku tempatnya pantas dihina, di-bully. Tapi aku mau bilang sesama muslim jangan sebegitunya memerangi Alquran atau sealergi mendengar mengaji," jelasnya.
Dia mengingatkan sebagai muslim, Alquran adalah pegangan. "Muliakan Alquran dan banyak manfaat Alquran," tegasnya.
Baca Juga: Dua Hari Jelang Comeback, Minnie dan Yuqi (G)I-DLE Dilarikan ke Rumah Sakit
Pun, dia mengajak sesama muslim untuk memahami hal itu dengan bertanya langsung ke guru agama yang benar-benar.
Dia menegaskan masih banyak guru agama yang baik yang benar-benar, sehingga jangan digeneralisir dengan oknum.
"Kalau kita melihat yang buruk saja pasti ketemu yang buruk. Tapi kalau mencari dan membuka hati pasti kalian bertemu guru yang masyaAllah tabarakallah membimbing kita," ucapnya.
Baca Juga: Woozi SEVENTEEN Tetapi Janji, Rilis Lagu Kesukaan Mendiang Moonbin di Hari Ultah Sahabatnya Itu
Dia mengatakan guru agama yang fasih membaca Alquran tapi berbuat kejahatan adalah oknum yang tidak istiqamah, melainkan hanya membaca saja.
"Ingat iya para oknum itu melakukan berdasarkan karena diri sendirinya, bukan karena Alquran. Kalau mereka membaca Alquran dengan istiqamah, pasti mereka tidak akan melakukan itu semua," tukasnya.
"Ingat, itu cuma segelintir, kalian harus membuka pikiran berapa banyak yang sesuai syariat. Benci aku silahkan jangan benci Alquran dan Islam-nya," pungkas Kartika Putri. ***

