POJOKSATU.id, KEJADIAN tidak mengenakkan dialami pasangan suami istri Krisjiana Baharudin dan Siti Badriah saat membawa putri dan ponakan ke playground di Gandaria City.
Lantaran kejadian itu, Krisjiana dan Siti Badriah menumpahkan kekesalan di media sosial lewat akun TikTok mereka, Senin, 26 Februari 2024. Mereka berharap manajemen playground tersebut menegur sang pegawai.
Krisjiana dan Siti Badriah mengungkapkan kronologis kejadian dengan pegawai playground itu, saat membawa putrinya, satu keponakan dan dua baby sitter untuk bermain di tempat permainan itu, Minggu, 25 Februari 2024.
"Ini lagi di Gandaria City lagi ngajak anak gua main di playground. Gua bayar kan di depan di loketnya untuk dua anak, dua suster," jelasnya.
Nah, saat itu Krisjiana dan Siti Badriah memilih tidak masuk. Namun, Krisjiana ingin merekam aktivitas putrinya di dalam sebentar.
Karena cuma sebentar, dia meminta izin ke pegawai di lokasi. Dia memang tidak membeli tiket berupa gelang yang dipasang buat konsumen yang main di playground.
"Gua kan enggak bayar, maksudnya gua pengen izin masuk bentar untuk rekamin Xarena main, habis itu keluar lagi. Karena susternya enggak lagi pegang hp," jelasnya.
Saat itu, pegawai yang menjaga pintu masuk playground mengatakan akna bertanya ke pegawai lain perihal boleh atau tidak Krisjiana masuk sebentar.
Kemudian, datanglah seorang pegawai lain dan Kris minta izin lagi. "Kata masnya, 'oh boleh, kalau mau merekam'," sambungnya.
Saat itu, Krisjiana langsung menggendong putrinya, dan tiket gelang milik putrinya dipakainya, karena posisinya dia menggendong anaknya itu.
Dia pun mau masuk, dan di sinilah peristiwa tak mengenakkan itu terjadi. "Tiba-tiba ada mbak-mbak satu lagi, datang ke gua, tiba-tiba teriak 'kok enggak pakek gelang'," kenangnya.
Saat itu, Krisjiana menjelaskan kalau dia sudah minta izin ke pegawai sebelumnya, karena cuma sebentar hanya untuk merekam putrinya lalu keluar lagi.
"Terusnya masnya datang, dan mbaknya marah ke mas yang izinin, "gimana sih kalau masuk harus pakai gelang, enggak bisa masuk enggak pakai gelang", teriak-teriak dia di depan anak gua, marah-marah ngomongnya panjang," tutunya.
Saat itu, Krisjiana masih berusaha menahan emosinya. Dia menenangkan pegawai itu agar berhenti teriak-teriak.
"Mbak tenang, enggak usah teriak-teriak, santai saja kalau enggak boleh ya enggak apa-apa, enggak usah marahin masnya depan anak say". Gua udah mau ngegas gua tahan, karena ngegendong anak gua," ungkapnya.
Krisjiana pun akhirnya mengalah, dia masukkan anaknya ke dalam untuk diberikan ke suster dan langsung keluar.
Emosi yang ditahannya akhirnya membuncah juga. "Ternyata gua enggak sabar, ternyata kesabaran gua setipis tisu yang enggak ada tisunya," sebutnya.
"Gua nyamperin lagi mbak-mbaknya, 'mbak enggak bisa gitu dong mbak, ini kan tempat main anak-anak, mbak enggak sopan marahin orang, pegawai, depan anak-anak, ini notabene permaian anak-anak'," lanjutnya.
Pegawai yang ditegur hanya manut tanpa mengucapkan permintaan maaf atas perilakunya teriak-teriak di depan umum.
"Jadi gua benar-benar kecewa sih, kok bisa di tempat main anak-anak misalnya gua salah atau masnya salah tolong tegurnya baik-baik. Gua juga bakal bayar, gua bukan enggak punya duit cuma main gratisan sama anak gua, enggak. Cuma mau merekam anak gua main, terus keluar," bebernya.
Saking kecewanya, dia menyampaikan surat terbuka ke manajemen playground itu. "Kita bukan ngejelikin, kita ngasih masukan. Playtopia Gandaria City, tolong pegawainya ditegur yang baik," ujarnya.
Dia meminta agar pegawai diajarkan tata bahasa yang baik di depan customer. "Terutama depan anak-anak karena ini permainan anak-anak. Itu sangat tidak sopan sekali. Dia teriak-teriak sambil nunjuk-nunjuk," tukasnya.
"Wah emosi gua, gua aja marah enggak pernah depan anak gua, apalagi ngelihat orang marah di depannya," pungkas Krisjiana. ***

