POJOKSATU.id - Siswa kelas 12 SMA/MA/SMK/MAK yang akan mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 perlu memahami pembagian mata pelajarannya terlebih dahulu.

Dalam TKA, ada tiga mata pelajaran wajib, yakni Bahasa Indonesia, Matematika dan Bahasa Inggris.

Selain tiga mapel wajib tersebut, siswa memilih dua mata pelajaran pilihan dari daftar yang tersedia. 

Jadi, ketika disebut “2 mapel TKA”, yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah dua mata pelajaran pilihan, bukan tiga mapel wajib TKA.

Dua mapel pilihan inilah yang perlu diperhatikan siswa, terutama mereka yang sudah memiliki rencana melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri (PTN).

Baca Juga: Hampir 500 Ribu Siswa MA Daftar TKA 2026, Tapi Data EMIS Jadi Sorotan, Ini Jadwal dan Teknis yang Wajib Dicek

Tiga Mapel Wajib dan Dua Mapel Pilihan

Tiga mapel wajib TKA untuk jenjang SMA/MA/SMK/MAK adalah Bahasa Indonesia, Matematika dan Bahasa Inggris.

Sementara itu, dua mapel pilihan ditentukan siswa dari daftar mata pelajaran yang tersedia. 

Pusmendik menyebut pemilihan dilakukan secara individu dan sekolah diharapkan memberikan arahan agar pilihan tersebut sesuai dengan minat serta rencana studi lanjut siswa.

Untuk SMA/MA, pilihan yang tersedia antara lain Matematika Tingkat Lanjut, Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut, Bahasa Inggris Tingkat Lanjut, Fisika, Kimia, Biologi, Pendidikan Pancasila, Ekonomi, Geografi, Sosiologi, Sejarah, Antropologi serta sejumlah bahasa asing.

Karena hanya dua mapel yang dapat dipilih, siswa perlu menentukan pilihan dengan pertimbangan yang cukup matang.

Baca Juga: Pendaftaran TKA 2026 Ditutup, Begini Cara Memastikan Siswa Sudah Terdaftar sebagai Peserta, Pahami DNS dan DNT

Kenapa 2 Mapel Pilihan TKA Tidak Boleh Asal?

Pusmendik memberikan prinsip yang cukup jelas dalam menentukan dua mapel pilihan.

  • Pertama, cek rapor. Siswa disarankan memilih mata pelajaran yang pernah ditempuh selama jenjang menengah.
  • Kedua, cocokkan dengan program studi yang menjadi target. Pemetaan mata pelajaran pendukung program studi dapat dirujuk melalui Kepmendikdasmen Nomor 102 Tahun 2025.
  • Ketiga, pertimbangkan mata pelajaran yang paling dikuasai dan diminati.
  • Keempat, pertimbangkan mata pelajaran yang memiliki relevansi dengan lebih banyak pilihan program studi jika siswa belum benar-benar menentukan target kuliah. 

Jadi, dua mapel pilihan TKA bukan sekadar memilih dua pelajaran yang nilainya paling tinggi atau dianggap paling mudah.

Baca Juga: IMSO 2026 Bukan Sekadar Olimpiade, Ini Aturan Peserta, Bentuk Tes hingga Jadwal Lengkapnya

Ada tiga pertanyaan yang sebaiknya dijawab siswa sebelum menentukan pilihan, diantaranya ada di rapor atau tidak, sesuai dengan prodi tujuan atau tidak, dan seberapa siap mengerjakannya.

TKA Berkaitan dengan SNBP, tetapi Bukan Pengganti Rapor

Hubungan TKA dengan SNBP juga perlu dipahami agar siswa tidak salah menangkap informasi.

Dalam ketentuan SNBP 2026, siswa yang mendaftar harus memiliki nilai TKA Kemdikdasmen. Namun, nilai TKA bukan berarti menggantikan nilai rapor dalam penilaian SNBP.

SNBP tetap menggunakan nilai rapor seluruh mata pelajaran sebagai komponen pertama dengan bobot minimal 50 persen.

Komponen kedua menggunakan nilai rapor paling banyak dua mata pelajaran pendukung program studi, portofolio, dan/atau prestasi dengan bobot maksimal 50 persen. Komposisi kedua komponen tersebut ditetapkan oleh masing-masing PTN.

Baca Juga: Berikut Nama-nama Kapolda yang Kena Rotasi Kapolri Baru 2026

Sementara itu, Pusmendik menjelaskan bahwa TKA berfungsi sebagai validator nilai rapor.

Artinya, siswa tidak bisa menganggap hasil TKA sebagai pengganti rapor. 

Justru pilihan mapel TKA perlu dibuat selaras dengan mata pelajaran yang pernah ditempuh dan tercantum dalam rapor.

Jangan Pilih Mapel yang Tidak Ada di Rapor

Ini menjadi salah satu hal penting yang harus diperhatikan siswa.

Pusmendik memberikan contoh, jika siswa ingin memilih program studi yang membutuhkan Biologi sebagai mata pelajaran pendukung, tetapi sekolahnya tidak memiliki Biologi sehingga tidak tercantum dalam rapor, siswa tersebut tidak dapat memilih Biologi dalam TKA.

Karena itu, siswa sebaiknya tidak baru memikirkan pilihan TKA setelah menentukan prodi.

Sebaliknya, cek terlebih dahulu mata pelajaran yang tersedia dan tercantum dalam rapor, kemudian cocokkan dengan rencana program studi.

Baca Juga: Update Meninggalnya Siswa Kelas 2 SD di Malintang, Tunggu Hasil Autopsi, Laporan Resmi Belum Ada

Boleh Pilih Mapel dari Rumpun Berbeda

Dua mapel pilihan TKA juga tidak harus berasal dari rumpun yang sama.

Pusmendik memberikan contoh bahwa siswa boleh memilih Fisika dan Ekonomi, selama kedua mata pelajaran tersebut tercantum di rapor dan relevan dengan program studi tujuan berdasarkan daftar mata pelajaran pendukung.

Jadi, tidak ada aturan bahwa siswa harus memilih dua mapel yang sama-sama berasal dari kelompok sains atau sama-sama berasal dari kelompok sosial.

Yang lebih penting adalah kesesuaiannya dengan mata pelajaran yang pernah ditempuh dan rencana studi lanjut.

Baca Juga: Dimutasi Kapolri Baru, Sosok Irjen Ahrie Sonta Nasution Eks Ajudan Prabowo Ditunjuk Kadivkum Polri

Gambaran Rumpun TKA dan Prodi yang Perlu Dicek

Siswa dapat menggunakan rumpun bidang sebagai gambaran awal, tetapi jangan menjadikannya sebagai patokan kombinasi yang berlaku untuk semua prodi.

Pemetaan resmi tetap mengacu pada mata pelajaran pendukung program studi.

1. Kesehatan dan Ilmu Hayati

Siswa yang membidik bidang kesehatan atau ilmu hayati dapat mulai mengecek posisi Biologi dan Kimia dalam daftar mata pelajaran pendukung prodi yang dituju.

Namun, jangan langsung menyimpulkan bahwa semua program studi kesehatan membutuhkan kombinasi yang sama. Pengecekan harus dilakukan berdasarkan nama prodi.

Baca Juga: Kemarin di Lantik, Hari Ini Kapolri Berbenah Jabatan di Tubuh Kepolisian, 88 Pati Kena Mutasi

2. Teknik dan Sains

Siswa yang menargetkan bidang teknik dan sains dapat mengecek Matematika Tingkat Lanjut, Fisika, Kimia atau mata pelajaran lain sesuai pemetaan prodi.

Kebutuhan setiap program studi dapat berbeda sehingga siswa perlu melihat daftar pendukung secara spesifik.

3. Informatika dan Komputer

Untuk program studi yang berkaitan dengan komputer, informatika atau bidang sejenis, Matematika Tingkat Lanjut dapat menjadi salah satu mata pelajaran yang perlu diperiksa dalam daftar pendukung prodi.

Namun, siswa tetap perlu mencocokkan nama program studi dengan daftar resmi, bukan hanya mengandalkan nama rumpun.

Baca Juga: Sehari Dilantik, Suyudi Ario Seto Rombak Tubuh Polri, Ini Daftar 76 Pangkat Jenderal Dimutasi

4. Ekonomi dan Bisnis

Siswa yang mengincar ekonomi, bisnis atau manajemen dapat mengecek Ekonomi, Matematika maupun mata pelajaran lainnya yang tercantum sebagai pendukung program studi tujuan.

Tidak semua prodi dalam kelompok ini otomatis menggunakan mata pelajaran pendukung yang sama.

5. Geografi dan Lingkungan

Untuk bidang yang berkaitan dengan geografi dan lingkungan, siswa dapat mengecek Geografi, Matematika atau mata pelajaran lain sesuai daftar pendukung prodi yang dituju.

6. Sosial, Humaniora, Hukum dan Bahasa

Siswa yang membidik bidang sosial, humaniora, hukum atau bahasa dapat mengecek Sosiologi, Sejarah, Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut, Bahasa Inggris Tingkat Lanjut maupun bahasa asing, sesuai pemetaan program studi.

Baca Juga: Mama Fin Menembus Batas Literasi dari Dusun Terpencil NTT, Sekolah Tetap Berprestasi

Sekali lagi, contoh tersebut bukan paket pilihan wajib untuk satu rumpun. 

Daftar resmi mata pelajaran pendukung harus dilihat berdasarkan program studi yang dituju.

Cara Memilih 2 Mapel Pilihan TKA 2026

Agar tidak salah menentukan pilihan, siswa kelas 12 dapat mengikuti alur sederhana berikut:

  • Cek mata pelajaran yang pernah ditempuh dan tercantum dalam rapor.

  • Tentukan program studi yang ingin dituju.

  • Cek mata pelajaran pendukung program studi tersebut.

  • Coret pilihan TKA yang tidak tersedia dalam rapor.

  • Pertimbangkan mata pelajaran yang paling dikuasai dan diminati.

  • Jika pilihan prodi masih terbuka, pertimbangkan mapel yang relevan dengan lebih banyak opsi prodi.

  • Tentukan dua mapel pilihan TKA sesuai hasil pertimbangan tersebut.

Baca Juga: UI Borong Dua Penghargaan PKM Award 2026, 21 Proposal Raih Pendanaan

Pusmendik juga menyarankan siswa yang belum yakin dengan program studi untuk berkonsultasi dengan guru Bimbingan dan Konseling (BK), sehingga pilihan mapel tetap membuka peluang pada beberapa pilihan studi. ***