POJOKSATU.id - Hasil akhir Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial (EKKA) dalam rangkaian Olimpiade Sains Nasional (OSN) Jenjang Pendidikan Menengah 2026 telah diumumkan.
EKKA menjadi salah satu bagian baru yang menarik perhatian dalam pelaksanaan OSN Dikmen tahun ini.
Ajang tersebut dirancang untuk menjaring sekaligus mengembangkan talenta muda Indonesia di bidang kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI).
Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Transformasi Digital dan Kecerdasan Buatan, Muhammad Muchlas Rowi, mengatakan pendidikan perlu menyiapkan murid menghadapi dunia yang terus berubah.
"Pendidikan tidak hanya menyiapkan murid untuk lulus sekolah, tetapi juga menyiapkan mereka menghadapi dunia yang bahkan belum ada hari ini," ujar Muchlas, dikutip dari laman Kemendikdasmen.
Ia mengatakan murid Indonesia perlu didorong menjadi pencipta solusi berbasis kecerdasan artifisial.
Menurut Muchlas, pengembangan AI juga perlu memperhatikan prinsip keamanan, transparansi, keadilan, serta manfaat bagi masyarakat.
EKKA OSN 2026 Jadi Jalur Pembinaan Talenta AI
EKKA OSN 2026 diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) bekerja sama dengan sejumlah mitra, termasuk Cakrawala University.
Ajang ini terbuka bagi murid jenjang SMA/MA/SMK/MAK/sederajat. Peserta yang lolos seleksi daring kemudian mengikuti babak final nasional di Malang, Jawa Timur.
Baca Juga: Mister HH
Jumlah pendaftar EKKA 2026 mencapai 2.317 peserta dari 37 provinsi. Angka tersebut meningkat 72,01 persen dibandingkan 2025 yang mencatat 1.347 pendaftar.
Dari ribuan pendaftar tersebut, sebanyak 26 finalis dari 10 provinsi mengikuti babak final EKKA 2026.
EKKA juga tidak berhenti pada kompetisi di tingkat nasional. Peserta yang lolos seleksi daring dalam ajang OSN berkesempatan mengikuti proses seleksi dan pembinaan menuju International Olympiad in Artificial Intelligence (IOAI).
Kesempatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas ekosistem pembinaan talenta AI Indonesia sejak jenjang pendidikan menengah.
Baca Juga: Majelis Ulama Indonesia Apresiasi Sikap Prabowo Soal Palestina di Ponpes Gontor
Bagaimana Tahapan EKKA OSN 2026?
Pelaksanaan EKKA OSN 2026 dilakukan melalui beberapa tahapan seleksi.
Pendaftaran dibuka pada 15 Juni hingga 15 Juli 2026.
Selanjutnya, peserta mengikuti pra-seleksi pada 30 Juli, seleksi semifinal pada 12 Agustus, dan pengumuman finalis pada 18 Agustus 2026.
Babak final nasional berlangsung pada 14 hingga 20 September 2026 di Malang, Jawa Timur.
Dalam pelaksanaan OSN Dikmen 2026, EKKA mencatat 2.317 peserta dari 37 provinsi. Sementara itu, sebanyak 26 finalis dari 10 provinsi mengikuti babak final EKKA.
Baca Juga: Daftar Lengkap 45 Peraih Medali Emas OSN SMA/MA 2026, Cek Nama dan Sekolahnya
Daftar Peraih Medali EKKA OSN 2026
Dari babak final tersebut, peserta berhasil meraih medali emas, perak, dan perunggu.
Medali Emas
-
Andra Nurhafid Nasution — SMAN Unggulan MH Thamrin, DKI Jakarta
-
Giovanry Silalahi — SMAS Unggul Del, Sumatera Utara
Medali Perak
-
Muhammad Shidqie Alvaro Pratomo — SMAN 8 Jakarta, DKI Jakarta
-
Muhammad Farzana Al Fahad — SMAN 2 Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur
-
Faizan Aidan Athaurrahman — SMA Unggulan MH Thamrin, DKI Jakarta
-
Christopher Alberto Hamonangan — SMAN 8 Jakarta, DKI Jakarta
Medali Perunggu
-
Jupiter Arshavino Raditya Mustofa — SMA Semesta, Jawa Tengah
-
Rizal Aditya Muzacky — SMAN 5 Surabaya, Jawa Timur
-
Felisa Louise — SMAN 2 Cirebon, Jawa Barat
-
Carlos Alpine Lie — SMA Ignatius Global School, Sumatera Selatan
-
Muhammad Faiq Misyal — SMAN 81 Jakarta, DKI Jakarta
-
Justin Raditya Rizki — SMAS Pilar Indonesia, Jawa Barat
Dengan demikian, terdapat 12 siswa yang meraih medali pada EKKA OSN 2026, terdiri atas dua medali emas, empat perak, dan enam perunggu.
Daftar nama dan sekolah tersebut sesuai dengan hasil yang dipublikasikan setelah pengumuman EKKA OSN 2026.
Baca Juga: Kenakan Pelampung Merah, Diduga Mayat KM Virgo Transport 8 Terdampar di Pantai Seruyan Kalteng
EKKA dan Masa Depan Talenta AI Indonesia
Penyelenggaraan EKKA menunjukkan bahwa kecerdasan artifisial mulai mendapatkan ruang lebih besar dalam pembinaan talenta murid di jenjang pendidikan menengah.
Pada OSN Dikmen 2026, EKKA menjadi bagian dari rangkaian ajang bersama sembilan cabang sains, yakni Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Informatika/Komputer, Astronomi, Ekonomi, Kebumian, dan Geografi.
Khusus EKKA, peserta tidak hanya berkompetisi untuk memperoleh medali.
Ajang ini juga diarahkan untuk membangun kemampuan problem solving, inovasi, serta pemahaman terhadap teknologi AI yang dapat diterapkan untuk kebutuhan masyarakat.
Kesempatan mengikuti seleksi dan pembinaan menuju IOAI juga membuka jalur pengembangan lebih lanjut bagi peserta yang memiliki potensi di bidang kecerdasan artifisial.
Baca Juga: 30 Ide Lomba Bulan Bahasa 2026 yang Kekinian dan Seru, Sesuaikan Jadwalnya dengan TKA dan Asesmen
Kepala Pusat Prestasi Nasional Maria Veronica Irene Herdjiono menegaskan bahwa pembinaan talenta tidak berhenti pada perolehan medali.
Pengembangan prestasi berkelanjutan menjadi bagian penting dari proses pembinaan murid berprestasi.
Bagi siswa SMA dan SMK yang tertarik dengan dunia AI, EKKA bisa menjadi salah satu ruang untuk mengasah kemampuan sejak bangku sekolah.
Bukan hanya soal siapa yang membawa pulang medali, tetapi juga bagaimana talenta-talenta muda tersebut nantinya mampu menciptakan solusi teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat. ***




