POJOKSATU.id - Ada perubahan besar dalam urusan hadiah Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 jenjang SD dan SMP sederajat.

Setelah nominal awal hadiah sempat membuat heboh dan menuai kritik di media sosial, pemerintah akhirnya memastikan besaran penghargaan kembali disamakan dengan OSN 2025.

Peraih medali emas yang semula tercantum mendapat Rp3 juta kini memperoleh hadiah yang jauh lebih besar.

Sementara itu, peraih medali perak dan perunggu juga mendapatkan nominal yang kembali mengikuti besaran penghargaan tahun sebelumnya.

Baca Juga: Mister HH

Kepastian tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti dalam Penutupan dan Penganugerahan OSN 2026 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu malam, 19 September 2026.

"Kami ingin menegaskan di forum ini hadiah Olimpiade ini kami berikan sama jumlahnya dengan OSN tahun 2025. Ini komitmen kami," ujar Mu’ti.

Awalnya Cuma Rp3 Juta

Polemik bermula setelah Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) mengumumkan hasil OSN jenjang SD dan SMP pada Minggu, 30 Agustus 2026.

Dalam pengumuman awal tersebut, hadiah untuk peraih medali emas ditetapkan Rp3 juta, perak Rp2 juta, dan perunggu Rp1 juta.

Baca Juga: Majelis Ulama Indonesia Apresiasi Sikap Prabowo Soal Palestina di Ponpes Gontor

Nominal tersebut kemudian menjadi sorotan karena berbeda cukup jauh dibandingkan hadiah OSN 2025.

Besaran awal itu memicu pembicaraan di media sosial. Sejumlah masyarakat mempertanyakan turunnya penghargaan bagi siswa yang telah berkompetisi di ajang nasional tersebut.

Mendikdasmen Sempat Minta Maaf

Sorotan publik kemudian mendapat tanggapan dari Abdul Mu’ti pada 4 September 2026.

Mu’ti menjelaskan bahwa terdapat pengurangan anggaran yang signifikan untuk Puspresnas sehingga berpengaruh terhadap nominal hadiah OSN.

Baca Juga: Ramai Disindir Netizen, Andre Taulany Tegaskan Pernikahannya dengan Amanda Rigby Direstui Ketiga Anaknya

"Karena memang ada pengurangan anggaran yang signifikan untuk Puspresnas, sehingga mohon maaf kalau mungkin hadiahnya tidak besar sebagaimana yang diharapkan," kata Mu’ti.

Pemerintah kemudian mengupayakan sumber pendanaan lain agar nominal hadiah dapat ditambah.

Dengan begitu, persoalan hadiah OSN tidak berhenti pada nominal yang diumumkan pertama kali. 

Pemerintah masih mencari skema agar penghargaan bagi para siswa berprestasi dapat ditingkatkan.

Akhirnya Hadiah Kembali seperti 2025

Jawaban akhirnya disampaikan saat penutupan OSN 2026 di UMM pada 19 September.

Baca Juga: Sudah 10 Korban KM Virgo Transport 8 Ditemukan Meninggal, Korban Hilang Sisa 125 Orang

Mu’ti memastikan hadiah OSN 2026 tidak jadi lebih rendah dari tahun sebelumnya. 

Untuk jenjang SD/MI dan SMP/MTs sederajat, peraih emas mendapatkan Rp15 juta, perak Rp10 juta, dan perunggu Rp5 juta.

Artinya, jika dibandingkan dengan pengumuman awal, hadiah emas bertambah Rp12 juta, perak naik Rp8 juta, sedangkan perunggu bertambah Rp4 juta.

Sementara untuk jenjang SMA/MA/SMK/MAK dan sederajat, hadiah juga lebih tinggi, yakni Rp25 juta untuk emas, Rp20 juta untuk perak, dan Rp15 juta untuk perunggu.

Mu’ti juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang memberikan kritik terkait besaran hadiah OSN.

Baca Juga: Pesta Enam Gol ke Gawang Persiku Kudus, PSMS Raih Kemenangan Perdana, Coach Eko Ingatkan Skuat Jangan Berpuas Diri

Hadiah OSN Tahun Depan Bisa Naik Lagi

Perubahan nominal tahun ini rupanya belum menjadi akhir pembahasan.

Mu’ti mengatakan pemerintah ingin memperbaiki sistem OSN sekaligus meningkatkan nilai hadiah pada tahun depan.

"Saya tadi berbincang-bincang dengan staf khusus dan staf ahli, mudah-mudahan di tahun depan sistemnya kita perbaiki dan hadiahnya dapat kita tingkatkan lagi," ujarnya.

Selain uang penghargaan, para peraih medali juga berkesempatan mengikuti pembinaan lanjutan dan seleksi untuk kompetisi sains internasional. ***