POJOKSATU.id - Mahasiswa perguruan tinggi keagamaan Islam punya kesempatan untuk menyuarakan gagasannya di panggung internasional melalui Student Video Spotlight Competition AICIS+ 2026.

Kompetisi ini menjadi bagian dari The 25th Annual International Conference on Islam, Science, and Society.

Ajang tersebut disiapkan sebagai ruang bagi mahasiswa sarjana dari perguruan tinggi keagamaan Islam di Indonesia untuk menyampaikan perspektif mereka terkait tema besar AICIS+ 2026.

Baca Juga: RUU Perampasan Aset Dikebut, 15 Desember Jadi Garis Finish, DPR Pertaruhkan Kredibilitas

Video peserta nantinya dikumpulkan kepada UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC) dan ditayangkan melalui kanal YouTube resmi universitas.

Yang menarik, kompetisi ini tidak berhenti pada penilaian secara daring.

Sepuluh video terbaik akan dipilih untuk mengikuti presentasi secara langsung di hadapan panel juri dalam rangkaian AICIS+ 2026 pada November 2026.

Terbuka untuk mahasiswa S1 PTKIN dan PTKIS

Baca Juga: Warga Pejompongan Desak Kematian Bambang Diusut Tuntas, Teriaki Gubernur DKI Saat Melayat

Peserta yang dapat mengikuti kompetisi adalah mahasiswa S1 aktif dari perguruan tinggi keagamaan Islam negeri maupun swasta (PTKIN/PTKIS) di seluruh Indonesia.

Pengiriman karya bisa dilakukan secara individu ataupun tim.

Tidak ada batasan jumlah peserta dari setiap institusi, sehingga kampus dapat mengirimkan lebih dari satu peserta atau tim.

Meski begitu, setiap peserta atau tim hanya diperbolehkan mengirimkan satu video untuk satu kategori bahasa.

Baca Juga: Belum Ada Keterangan Gubernur Pramono Terkait Tewasnya Bambang Diduga di Tangan Ormas

Pilihan bahasa yang tersedia cukup beragam, yakni Bahasa Indonesia, Inggris, dan Arab.

Peserta juga wajib melampirkan surat resmi yang membuktikan status sebagai mahasiswa aktif.

Tema mengangkat Islam, teknologi hingga keberlanjutan
Peserta dapat memilih tema utama atau salah satu dari 10 subtema yang tersedia.

Tema utama kompetisi adalah Revitalizing Islamic Civilization for Sustainable Life: Local Heritage, Technological Innovation, and Human Flourishing.

Baca Juga: Arsip Kemendikdasmen Diserahkan ke ANRI, Jadi Sumber Belajar dan Sejarah Bangsa

Sejumlah subtema yang tersedia mencakup pemikiran Islam dan tafsir Al-Qur’an, AI dan Techno-Religion, ekoteologi serta ketahanan iklim, martabat manusia dan kesetaraan gender, hingga kesehatan masyarakat dan bioetika.

Pilihan tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan dari berbagai sudut pandang.

Isu teknologi, lingkungan, kemanusiaan, kesehatan, dan perkembangan peradaban Islam bisa dikemas menjadi presentasi yang menarik.

Video wajib memenuhi ketentuan teknis
Karya yang dikirimkan harus berdurasi 4 hingga 7 menit dengan format MP4 dan resolusi minimal 720p atau HD.

Baca Juga: Akun Tiba-tiba Aneh? Ini 7 Tanda Akun Diretas yang Perlu Dicek

Penyampaian dapat menggunakan format talking head atau voiceover yang dilengkapi materi visual seperti slide, infografis, maupun rekaman video.

Pada awal presentasi, peserta wajib menyebutkan judul, nama peserta atau tim, asal institusi, serta subtema yang dipilih.

Ada pula ketentuan mengenai identitas visual. Logo AICIS+ 2026, logo institusi asal peserta, dan logo UIN SSC harus ditampilkan secara terus-menerus sejak awal hingga akhir video.

Setelah seluruh persyaratan dipenuhi, peserta melakukan pendaftaran terlebih dahulu melalui laman resmi kompetisi.

Baca Juga: Kemunculan Kelompok Massa Berikat Kepala Putih, Nasib Truk Dirusak Ditinggalkan Ormas

Tautan video kemudian dikirim melalui aplikasi AICIS+ 2026 pada bagian My Competition Entry. Tautan yang dapat digunakan berupa YouTube atau Google Drive.

Sepuluh finalis akan tampil langsung
Tahapan kompetisi dimulai dengan pembukaan pendaftaran dan pengumuman pada 10 Agustus 2026.

Batas akhir pengumpulan video ditetapkan pada 30 September 2026.

Selanjutnya, proses kurasi dan penjurian tahap pertama berlangsung pada 1-15 Oktober 2026.

Sepuluh finalis dijadwalkan diumumkan pada 20 Oktober 2026.

Baca Juga: Kemunculan Kelompok Massa Berikat Kepala Putih, Nasib Truk Dirusak Ditinggalkan Ormas

Para finalis kemudian melakukan konfirmasi kehadiran dan persiapan logistik hingga 10 November 2026.

Presentasi langsung di hadapan juri menjadi bagian dari rangkaian acara utama AICIS+ 2026 yang berlangsung pada 17-20 November 2026.

Presentasi on-site dijadwalkan pada 18 November, dilanjutkan sidang pleno juri pada 19 November.

Pemenang akan diumumkan dalam acara penutupan pada 20 November 2026.

Baca Juga: Mengenal SKPI, Dokumen Pendamping Ijazah yang Bisa Bantu Saat Cari Kerja

Ada 10 kategori penghargaan
Peserta tidak hanya berpeluang mengejar gelar Grand Champion. Panitia menyiapkan 10 kategori penghargaan, yakni Grand Champion, Best Content, Best Script, Best Voice/Narration, Best Picture atau Cinematography, Best Editing, Most Creative, Best Public Speaking, Most Inspiring, dan Favorite Video atau Audience Choice.

Untuk menentukan 10 finalis, penilaian dihitung berdasarkan akumulasi kategori Best Content, Best Script, Best Voice/Narration, Best Picture, Best Editing, Most Creative, dan Most Inspiring.

Sementara itu, Grand Champion, Best Public Speaking, serta Favorite Video ditentukan pada tahap akhir melalui penilaian presentasi langsung dan keterlibatan penonton di YouTube.

Baca Juga: Mengenal SKPI, Dokumen Pendamping Ijazah yang Bisa Bantu Saat Cari Kerja

Hadiah yang disiapkan juga cukup besar. Total hadiah uang tunai mencapai Rp30 juta.

Selain itu, tiga pemenang atau tim Grand Champion akan memperoleh beasiswa jenjang S2 di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Kesempatan tersebut tentu bukan sekadar soal hadiah.

Bagi mahasiswa PTKI, kompetisi ini bisa menjadi ruang untuk memperkenalkan gagasan, mengasah kemampuan presentasi, sekaligus menunjukkan bagaimana perspektif generasi muda Muslim melihat perkembangan teknologi dan tantangan kehidupan berkelanjutan.***