POJOKSATU.id - Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 tidak hanya menghadirkan kompetisi bidang sains, tetapi juga membuka ruang bagi siswa madrasah untuk mengembangkan gagasan dan kemampuan penelitian melalui OMI Bidang Riset.
Dalam Petunjuk Teknis (Juknis) Pelaksanaan OMI 2026, bidang riset memiliki tiga ruang lingkup utama yang dapat dipilih peserta, yakni Ekoteologi: Integrasi Keislaman dan Keilmuan, Sustainable Development Goals (SDGs), serta Transformasi Digital untuk Pembangunan Nasional.
Peserta perlu memahami ruang lingkup tersebut sekaligus kriteria penilaian sebelum menentukan ide dan menyusun proposal penelitian.
Baca Juga: Susunan Format Proposal dan Laporan Riset OMI 2026, Download di Sini Juknis dan Jadwal Lengkap
1. Ekoteologi: Integrasi Keislaman dan Keilmuan
Ruang lingkup pertama adalah Ekoteologi: Integrasi Keislaman dan Keilmuan. Fokusnya mencakup:
-
Lingkungan dan agama.
-
Kurikulum berbasis cinta dan kepedulian terhadap bumi atau lingkungan.
-
Kesehatan dan agama.
-
Inovasi sains dan teknologi yang dikaitkan dengan agama.
Peserta dapat mengembangkan penelitian yang menghubungkan persoalan keilmuan dengan nilai-nilai keislaman, termasuk persoalan lingkungan, kesehatan, sains, dan teknologi.
Ruang lingkup ini juga sejalan dengan tema besar OMI 2026, yaitu “Islam, Sains, dan Ekoteologi: Menumbuhkan Talenta serta Menggerakkan Inovasi Madrasah untuk Indonesia Maju.”
Baca Juga: Bersiap OMI 2026, Cek Cabang Lomba, Syarat Peserta, Jadwal dan Tahapan Seleksi
2. Sustainable Development Goals (SDGs)
Ruang lingkup kedua adalah Sustainable Development Goals (SDGs). Fokus penelitian yang ditetapkan meliputi:
-
Pendidikan dan kualitas sumber daya manusia.
-
Sosial.
-
Budaya.
-
Pengentasan kemiskinan.
-
Inovasi praktik pembelajaran atau deep learning.
-
Kesehatan mental dan ketahanan jiwa.
Peserta dapat mengangkat persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat selama masih sesuai dengan fokus yang ditentukan.
Penelitian juga perlu memiliki tujuan dan manfaat yang jelas.
3. Transformasi Digital untuk Pembangunan Nasional
Ruang lingkup ketiga adalah Transformasi Digital untuk Pembangunan Nasional.
Fokus penelitian mencakup pengembangan sistem pembelajaran adaptif berbasis digital dan kecerdasan buatan dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat, seperti:
-
Pendidikan.
-
Bahasa.
-
Pertanian.
-
Kesehatan.
-
Etika.
Peserta tidak sekadar membuat penelitian mengenai teknologi, tetapi perlu menunjukkan persoalan yang hendak diselesaikan, metode yang digunakan, serta manfaat penelitian bagi masyarakat atau pembangunan nasional.
Baca Juga: Tak Ada Perintah Merekam, Budi Arie Sebut Silaturahmi dengan Jokowi Sangat Sensitif, Video Bocor
Apa yang Dinilai dalam Proposal Riset OMI 2026?
Setelah menentukan ruang lingkup, peserta perlu memahami aspek yang menjadi penilaian proposal. Terdapat enam aspek utama, yaitu:
-
Orisinalitas atau keaslian gagasan.
-
Kreativitas dan kekinian.
-
Relevansi teori dan kajian pustaka.
-
Metode riset.
-
Kebermanfaatan.
-
Koherensi dan teknik penulisan.
Dengan demikian, ide yang menarik saja belum cukup.
Proposal juga harus memiliki dasar teori, kajian pustaka, metode yang tepat, manfaat yang jelas, dan penulisan yang runtut.
Orisinalitas Menjadi Hal Penting
Proposal OMI 2026 harus merupakan karya asli siswa. Peserta juga wajib menyatakan bahwa riset tersebut belum pernah atau tidak sedang mengikuti lomba/kompetisi riset lain serta belum pernah atau tidak sedang dalam proses penerbitan.
Pemeriksaan similarity juga dilakukan dalam penilaian administratif. Berdasarkan ketentuan juknis, tingkat similarity yang diperbolehkan adalah maksimal 25 persen.
Peserta harus berhati-hati terhadap plagiasi. Proposal yang terbukti melakukan plagiasi dapat membuat madrasah asal peserta dikenai sanksi tidak berhak mengikuti OMI Bidang Riset selama tiga tahun berturut-turut.
Baca Juga: 11 Hari Usai Gempa M 7,7 Flores, Presiden Prabowo Kunjungi NTT, Korban Meninggal 105 Orang
Bagaimana Mekanisme Seleksi Riset OMI 2026?
OMI Bidang Riset dilaksanakan melalui beberapa tahapan. Setelah proposal dikirim dan dinilai, akan dipilih 30 proposal terbaik pada setiap ruang lingkup dan jenjang untuk menjadi semifinalis.
Peserta yang lolos kemudian mengikuti presentasi proposal secara daring. Presentasi berlangsung selama 5 menit tanpa sesi tanya jawab.
Aspek yang dinilai dalam presentasi antara lain kualitas materi, penataan, kerangka berpikir atau logika, serta kemampuan peserta menguasai dan menyampaikan materi secara jelas, efektif, dan beretika.
Peserta kemudian melanjutkan pembimbingan dan pelaksanaan riset, termasuk pencarian data, pengolahan data, dan penulisan laporan.
Baca Juga: Anggaran BRT Bandung Rp56 Miliar Masih Ditahan, Tunggu Kesepakatan Pembagian PSO
Satu judul riset dapat didampingi maksimal dua pembimbing.
Setelah riset selesai, peserta mengikuti presentasi hasil riset. Dari tahap tersebut akan dipilih enam peserta terbaik pada setiap ruang lingkup dan jenjang sebagai grand finalis.
Peserta Juga Harus Siap Presentasi dan Expo
Grand final OMI Bidang Riset dilaksanakan secara luring dengan melibatkan poster dan video riset.
Peserta melakukan presentasi selama 10 menit, kemudian mengikuti sesi tanya jawab maksimal 10 menit.
Poster harus memuat materi riset sesuai metode ilmiah, diagram riset, data dan hasil riset, kesimpulan, saran, serta pustaka.
Baca Juga: Paguyuban Honda Depok Gelar Mubes untuk Pilih Ketua Umum Baru
Sementara itu, video riset berdurasi maksimal 5 menit dan memuat proses, hasil, serta temuan penelitian.
Artinya, peserta perlu mempersiapkan kemampuan penelitian sekaligus kemampuan menyampaikan hasil penelitian secara efektif.
Tips Memilih Ruang Lingkup Riset OMI 2026
Sebelum menentukan judul, peserta dapat mempertimbangkan beberapa hal berikut:
-
Pilih persoalan yang benar-benar dipahami, karena penelitian akan melalui beberapa tahapan.
-
Pastikan terdapat unsur kebaruan dan kreativitas, mengingat keduanya masuk dalam penilaian proposal.
-
Pikirkan manfaat penelitian sejak awal, karena kebermanfaatan menjadi salah satu aspek penilaian.
-
Gunakan metode yang sesuai agar penelitian dapat dipertanggungjawabkan.
-
Siapkan data dan referensi yang relevan untuk memperkuat kajian teori dan penelitian.
Baca Juga: Tips Memilih Kosan untuk Mahasiswa dan Pekerja, Cek 10 Hal Ini Sebelum Sewa
Dalam laporan riset, juknis juga menetapkan minimal 15 rujukan, dengan komposisi 80 persen artikel jurnal dalam 10 tahun terakhir.
Enam Aspek Jangan Dilupakan
OMI Bidang Riset 2026 memberikan kesempatan bagi siswa MTs dan MA untuk mengembangkan penelitian melalui tiga ruang lingkup, yaitu Ekoteologi: Integrasi Keislaman dan Keilmuan, SDGs, serta Transformasi Digital untuk Pembangunan Nasional.
Peserta perlu memilih ruang lingkup yang paling sesuai dengan gagasan penelitian.
Setelah itu, pastikan proposal memperhatikan enam aspek penilaian, yakni orisinalitas, kreativitas dan kekinian, relevansi teori dan kajian pustaka, metode riset, kebermanfaatan, serta koherensi dan teknik penulisan.
Dengan memahami ruang lingkup, kriteria penilaian, dan mekanisme seleksi sejak awal, peserta dapat menyusun penelitian secara lebih terarah dan mempersiapkan diri hingga tahap grand final OMI Bidang Riset 2026. ***




