POJOKSATU.id, NTT-- Presiden Prabowo Subianto menemui korban gempa M 7,7 Flores Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (26/8/2026).
Prabowo mengunjungi korban gempa yang mengungsi di tenda bersama beberapa Menteri usai 11 hari kejadian gempa pada 15 Agustus 2026 lalu. Hingga Rabu (26/8), korban meninggal mencapai 105 orang.
Diketahui, gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 05.58 WITA.
Baca Juga: Anggaran BRT Bandung Rp56 Miliar Masih Ditahan, Tunggu Kesepakatan Pembagian PSO
"Bapak-bapak, Ibu-ibu, anak-anakku sekalian, saya datang ke sini dengan beberapa pejabat, dengan para menteri, Kapolri, Wakil Panglima TNI, Gubernur, Bupati Pak Simplisius, Panglima Kodam, Kapolda, pejabat-pejabat di sini hadir juga. Gubernur NTT, Menteri ESDM, Menteri Sekretaris Negara, kemudian Sekretaris Kabinet," sapa Prabowo di hadapan para warga di posko pengungsian gempa, Lapangan Berdikari, Nagekeo, NTT, Rabu (26/8/2026).
Prabowo menyampaikan kedatangannya untuk mengecek langsung penanganan warga terdampak gempa NTT.
"Saya datang untuk melihat langkah-langkah yang sudah diambil dan saya menyampaikan kepada seluruh rakyat Flores, daerah-daerah yang kena bencana, ucapan belasungkawa saya, mereka yang kehilangan keluarganya," ujarnya.
Baca Juga: Hensat Respon Pernyataan Budi Arie Soal Pemerintahan Tak Sampai 2029, Ini Seperti Diskusi Pramakar
Prabowo memastikan pemerintah pusat terus mengutamakan kebutuhan warga terdampak dengan mengerahkan bantuan dan mengatasi masalah akibat bencana.
"Dan juga saya sampaikan bahwa pemerintah pusat terus-menerus memantau dan terus-menerus melakukan langkah-langkah mengirim bantuan menyiapkan semuanya untuk mengatasi kesulitan ini," kata Prabowo.
Pemerintah, kata Prabowo, juga akan segera membuka sekolah bagi para anak korban gempa. Sekolah sementara akan dilakukan di tenda demi keamanan.
"Ini masalah alam kita waspadai, kita belajar dan kita ambil langkah-langkah persiapan. Sudah kita siapkan perbaikan-perbaikan, langkah-langkah sementara supaya sekolah bisa segera buka, bisa segera kita jalankan, mungkin untuk keamanan sekolah-sekolah mungkin di tenda dulu," kata dia.
"Menurut para ahli kita butuh kurang lebih, sabar, mungkin maksimal tiga minggu lagi baru lewat aman. Baru kita mulai bangun hunian-hunian sementara dan perbaikan rumah-rumah dan sebagainya,” jelasnya.
“Jadi percayalah pemerintah tidak akan membiarkan Saudara sendiri kita hadir dan kita akan terus membantu Saudara-saudara," lanjutnya lagi.
Jumlah Korban 105 Orang
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyampaikan data per Rabu (26/8), korban meninggal gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 105 orang.
"Bapak Presiden, kami laporkan. Untuk yang meninggal dunia ada 105 jiwa," kata Suharyanto di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat di Posko Penanganan Gempa NTT, Nagekeo, Rabu (26/8).
Ia menyampaikan untuk korban luka-luka sebanyak 1.678 jiwa, sedangkan jumlah pengungsi saat ini sebanyak 179.037 orang.
Suharyanto mengatakan sebetulnya korban yang terdampak langsung gempa itu sebanyak 48 orang, sedangkan 57 orang lain merupakan hasil lanjutan dari operasi SAR oleh Basarnas.***



.webp)
