POJOKSATU.id - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) secara serentak di 17 lokasi di Indonesia, Senin (10/8/2026).
MPLS tersebut menjadi penanda dimulainya operasional SNT untuk Tahun Ajaran 2026/2027 sekaligus babak awal program pendidikan baru yang dirancang untuk menghadirkan layanan pendidikan bermutu di berbagai daerah.
Yang menarik, 17 SNT tersebut memiliki daya tampung total 1.360 murid pada tahun pertama, terdiri dari 680 murid jenjang SMP dan 680 murid jenjang SMA.
Baca Juga: Kompolnas Desak Pendekatan Ilmiah di Pengungkapan Kematian Sutrimo Karumga Eks Jampidsus
Setiap lokasi membuka dua rombongan belajar untuk kelas VII SMP dan dua rombongan belajar untuk kelas X SMA.
Masing-masing rombel berkapasitas maksimal 20 murid sehingga setiap SNT dapat menerima 40 murid SMP dan 40 murid SMA atau 80 murid secara keseluruhan.
Dengan demikian, sebanyak 1.360 murid menjadi calon generasi pertama yang mengikuti pendidikan di 17 SNT pada tahun ajaran 2026/2027.
Gagasan SNT Berasal dari Presiden Prabowo
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan bahwa gagasan pendirian SNT berasal dari Presiden Prabowo Subianto.
Hal itu disampaikannya ketika menjadi pembina upacara di Sekolah Nasional Terintegrasi 7 Bogor, Jawa Barat, Senin, 10 Agustus 2026.
“Gagasan pendirian SNT berasal dari Bapak Presiden Prabowo Subianto yang merupakan wujud komitmen beliau sesuai Asta Cita keempat,” kata Abdul Mu’ti.
Menurutnya, Asta Cita keempat mencakup penguatan pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.
Baca Juga: Beredar Isu Pelaku Tabrak Lari Aiptu Asep Suhara adalah Oknum TNI, Begini Tanggapan Dedi Mulyadi
SNT juga dikembangkan sebagai bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2026 tentang Percepatan Peningkatan Mutu Pendidikan melalui Program Sekolah Nasional Terintegrasi.
Abdul Mu’ti menyebut SNT bukan sekadar proyek pembangunan sekolah baru. Pemerintah ingin menjadikan SNT sebagai pusat pengembangan mutu pendidikan di daerah sekaligus memperluas kesempatan anak-anak untuk mengembangkan potensi, minat, bakat, karakter, dan talenta mereka.
17 Lokasi SNT dan Daya Tampung Murid
Pada tahap pertama, SNT diselenggarakan di 17 kabupaten/kota yang tersebar di 14 provinsi.
Pemerintah memprioritaskan calon murid yang berdomisili di wilayah tempat SNT berada, sementara murid berprestasi dari wilayah sekitar dapat dipertimbangkan sesuai ketentuan dan daya tampung.
Berikut daftar 17 lokasi SNT Tahun Ajaran 2026/2027:
-
Kabupaten Bogor, Jawa Barat
Daya tampung: 80 murid, terdiri dari 40 murid SMP dan 40 murid SMA. -
Kabupaten Cianjur, Jawa Barat
Daya tampung: 80 murid, terdiri dari 40 murid SMP dan 40 murid SMA. Pelaksanaan awal pembelajaran menggunakan fasilitas Balai Vedca di Kecamatan Karangtengah. -
Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan
Daya tampung: 80 murid, terdiri dari 40 murid SMP dan 40 murid SMA. -
Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo
Daya tampung: 80 murid, terdiri dari 40 murid SMP dan 40 murid SMA. -
Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara
Daya tampung: 80 murid, terdiri dari 40 murid SMP dan 40 murid SMA.Baca Juga: Dokter Rini Ungkap 3 Hal yang Perlu Dicermati Orang Tua Saat Memilih Susu Formula Anak
-
Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur
Daya tampung: 80 murid, terdiri dari 40 murid SMP dan 40 murid SMA. -
Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah
Daya tampung: 80 murid, terdiri dari 40 murid SMP dan 40 murid SMA. -
Kabupaten Jepara, Jawa Tengah
Daya tampung: 80 murid, terdiri dari 40 murid SMP dan 40 murid SMA. -
Kota Subulussalam, Aceh
Daya tampung: 80 murid, terdiri dari 40 murid SMP dan 40 murid SMA. -
Kota Tarakan, Kalimantan Utara
Daya tampung: 80 murid, terdiri dari 40 murid SMP dan 40 murid SMA. Pemerintah daerah setempat juga menegaskan kuota 40 murid untuk SMP dan 40 murid untuk SMA.Baca Juga: Mulai Pekan Depan Ompreng MBG Wajib Ada 'Jam Kadaluarsa', Lebih dari 4 jam Jangan Dimakan
-
Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah
Daya tampung: 80 murid, terdiri dari 40 murid SMP dan 40 murid SMA. -
Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara
Daya tampung: 80 murid, terdiri dari 40 murid SMP dan 40 murid SMA. -
Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Daya tampung: 80 murid, terdiri dari 40 murid SMP dan 40 murid SMA. Pada tahap awal, fasilitas BPMP Sulawesi Utara diproyeksikan menjadi lokasi transit operasional SNT. -
Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur
Daya tampung: 80 murid, terdiri dari 40 murid SMP dan 40 murid SMA. -
Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara
Daya tampung: 80 murid, terdiri dari 40 murid SMP dan 40 murid SMA. -
Kabupaten Tebo, Jambi
Daya tampung: 80 murid, terdiri dari 40 murid SMP dan 40 murid SMA. -
Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi
Daya tampung: 80 murid, terdiri dari 40 murid SMP dan 40 murid SMA. Pemerintah daerah menyiapkan gedung pendidikan dan pelatihan sebagai lokasi sementara pembelajaran.Baca Juga: Soal TKA SMK 2026 Pusmendik, Teknik Logistik Materi Lengkap Administrasi, Gudang hingga Distribusi
Total daya tampung 17 SNT: 1.360 murid, dengan rincian 680 murid SMP dan 680 murid SMA.
Bukan Sekadar Sekolah Baru
Kemendikdasmen menjelaskan bahwa konsep SNT mengintegrasikan jenjang SMP dan SMA dalam satu ekosistem pendidikan.
Integrasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan bangunan sekolah, tetapi juga pembelajaran, pengembangan guru, pembinaan karakter, pengembangan talenta, pemanfaatan fasilitas, hingga sistem penjaminan mutu.
SNT juga dirancang menjadi pusat pengembangan mutu bagi sekolah-sekolah di sekitarnya.
Perannya antara lain melalui laboratorium pembelajaran, pemanfaatan fasilitas dan sumber belajar bersama, pengimbasan praktik baik, pendampingan sekolah, serta peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan.
Baca Juga: Lansia Sebatang Kara di Sumberbaru Terharu Dikunjungi Bupati Jember Gus Fawait dan Dokter Spesialis
Pemerintah juga menyiapkan fasilitas yang dirancang lebih modern, seperti smart classroom, konsep green school, laboratorium, future library and learning commons, studio seni kreatif, pusat pengembangan guru, pusat olahraga, hingga layanan transportasi dalam wilayah kabupaten.
Namun, karena pembangunan gedung permanen belum seluruhnya selesai, kegiatan belajar pada tahun pertama dapat berlangsung terlebih dahulu di fasilitas yang disiapkan pemerintah daerah maupun unit teknis Kemendikdasmen.
Murid yang telah diterima tetap berstatus sebagai murid SNT dan tidak perlu mengikuti seleksi ulang ketika kegiatan pembelajaran nantinya dipindahkan ke gedung permanen.
Seleksi Murid Tidak Hanya Berdasarkan Nilai
SPMB SNT Tahun Ajaran 2026/2027 diperuntukkan bagi calon murid kelas VII SMP dan kelas X SMA. Seleksi dilakukan melalui pemeriksaan administrasi dan Tes Skolastik.
Baca Juga: Hibah Mahasiswa 2026 hingga Rp120 Juta, Cek Syarat, Skema, dan Jadwal Program Aksara Kemdiktisaintek
Tes tersebut mengukur kemampuan penalaran verbal, numerik, pemecahan masalah, dan penalaran logis.
Calon murid juga dapat menyertakan bukti prestasi akademik maupun nonakademik dalam proses pendaftaran.
Pemerintah juga memberikan ruang afirmasi ekonomi dengan memungkinkan dokumen kepesertaan program perlindungan sosial dilampirkan dalam pendaftaran.
Pendaftaran berlangsung pada 21–27 Juli 2026, dilanjutkan proses seleksi pada 27–31 Juli, pengumuman pada 3 Agustus, dan daftar ulang pada 4–7 Agustus. Setelah itu, MPLS dimulai pada 10 Agustus 2026.
Target 500 SNT hingga 2029
17 lokasi yang mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027 merupakan bagian dari rencana yang jauh lebih besar.
Baca Juga: Padahal Sudah 24 Saksi, Kasus Kematian Sutrimo Karumga Febrie Adriansyah Belum Juga Ada Titik Terang
Kemendikdasmen menargetkan pembangunan 500 layanan Sekolah Nasional Terintegrasi secara bertahap hingga 2029.
Khusus pada 2026, pemerintah menyiapkan SNT di 37 lokasi. Sebanyak 17 lokasi mulai memberikan layanan kepada murid pada tahun ajaran 2026/2027, sedangkan 20 lokasi lainnya memasuki tahap pembangunan dan ditargetkan mulai menerima murid pada 2027.
Dengan konsep tersebut, pemerintah tidak hanya ingin membangun sekolah dengan fasilitas yang lebih baik, tetapi juga membentuk pusat pertumbuhan mutu pendidikan di daerah.
Abdul Mu’ti menyebut para murid yang mengikuti angkatan pertama SNT sebagai pionir dalam perjalanan model pendidikan baru tersebut.
“Kalian adalah pionir dan pelopor yang menjadi mitra kami dan menjadi agen dalam mewujudkan pendidikan nasional bermutu dan generasi emas ini 2045,” tegasnya.
Baca Juga: Syarat Dokumen Lengkap untuk Pengurusan Pencabutan Tunjangan Pasangan ASN
Bagi pemerintah, SNT menjadi salah satu jalan untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak dengan kemampuan dan bakat istimewa agar dapat berkembang lebih cepat dan optimal.
“Model pendidikan khusus ini adalah pilihan agar semua dapat tumbuh dan berkembang sesuai kemampuan akademik yang dimiliki dan menjadi generasi hebat Indonesia,” tuturnya.
Dimulainya MPLS di 17 lokasi pada 10 Agustus 2026 akhirnya menjadi penanda dimulainya perjalanan 1.360 murid angkatan pertama SNT.
Mereka bukan hanya menjadi peserta didik di sekolah yang baru dibangun, tetapi juga menjadi bagian dari eksperimen besar pemerintah dalam membentuk ekosistem pendidikan yang diharapkan mampu melahirkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. ***




