POJOKSATU.id — Yayasan Khouw Kalbe (YKK) kembali menghadirkan program Beasiswa Djitu Profesi 2026.

Pendaftaran beasiswa ini dibuka hingga 21 Agustus 2026 dan ditujukan bagi mahasiswi yang akan melanjutkan pendidikan profesi di bidang kesehatan, meliputi profesi apoteker, bidan, fisioterapis, ahli gizi, perawat (Ners), psikolog, hingga fisikawan medis.

Program tersebut memprioritaskan peserta yang berasal dari 22 provinsi yang telah ditetapkan.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya YKK untuk membantu pemerataan tenaga kesehatan, terutama di kawasan terdepan, terluar, tertinggal (3T), serta wilayah transmigrasi.

Baca Juga: Rahasia Menyimpan Cabai dan Bawang agar Tetap Segar Berhari-hari, Dijamin Lebih Awet

Sesuai informasi dalam buku panduan resmi, penerima Beasiswa Djitu Profesi Tahun Akademik 2026/2027 akan memperoleh berbagai bentuk dukungan, antara lain:
- Bantuan biaya pendidikan hingga Rp10 juta setiap semester, yang dapat digunakan untuk:
a. Dana Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI).
b. Pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT), SKS, maupun SPP.
c. Biaya pelaksanaan uji kompetensi.
- Bantuan pengembangan kapasitas sebesar Rp1,2 juta per semester.
- Kesempatan mengikuti pelatihan karakter, kepemimpinan, dan peningkatan kapasitas diri.
- Pendampingan melalui program mentoring bersama mentor profesional.
- Kesempatan berpartisipasi dalam komunitas Yayasan Khouw Kalbe.
- Akses ke jaringan pembelajaran dan kolaborasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Baca Juga: Mau Naik Pesawat? Ini Pakaian yang Sebaiknya Dihindari dan Rekomendasi Outfit yang Tepat

Peserta yang ingin mendaftar harus memenuhi sejumlah ketentuan berikut:
- Berstatus sebagai Warga Negara Indonesia (WNI).
- Berjenis kelamin perempuan.
- Belum menikah.
- Berdomisili di salah satu dari 22 provinsi sasaran yang dibuktikan melalui KTP.
- Menjadi mahasiswa semester pertama program profesi pada tahun akademik 2026/2027 dengan pilihan program studi:
a. Apoteker
b. Bidan
c. Fisioterapi
d. Gizi
e. Ners (Perawat)
f. Psikologi
g. Fisikawan Medis

Baca Juga: Cara Cek Penerima Bansos PKH dan BPNT Agustus 2026, Lengkap dengan Panduan Pencairan
- Memiliki IPK minimal 3,50 pada jenjang sarjana atau sarjana terapan.
- Memiliki pengalaman sebagai mentor atau pengajar dalam kegiatan formal maupun nonformal.
- Aktif mengikuti organisasi, penelitian, kompetisi, maupun kegiatan yang mendukung pengembangan diri.
- Memiliki kemampuan memimpin, berpikir inovatif, serta berkomitmen untuk berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia di daerah 3T dan kawasan transmigrasi.

Pendaftar juga diwajibkan melengkapi dokumen administrasi sebagai berikut:
- Esai pendaftaran.
- Video perkenalan.
- KTP.
- Kartu Keluarga (KK).
- Pasfoto terbaru.
- Curriculum Vitae (CV).
- Ijazah atau Surat Keterangan Lulus (SKL) beserta transkrip nilai.
- Surat keterangan aktif sebagai mahasiswa profesi atau surat kelulusan dari perguruan tinggi.
- Surat rekomendasi dari dosen pembimbing akademik, atasan tempat bekerja, atau organisasi sesuai format yang telah ditentukan.

Baca Juga: Apa Hubungan Saepul dan Kunaefi yang Dimutilasi di Pancoran Mas, Padahal Baru Saja Kenal di Medsos

Proses pendaftaran dilakukan melalui beberapa tahapan berikut:
- Membaca buku panduan resmi sebagai acuan pendaftaran.
- Menyiapkan seluruh dokumen sesuai ketentuan yang berlaku.
- Mengunggah video perkenalan ke media sosial.
- Mengisi formulir pendaftaran secara lengkap.
- Memantau seluruh informasi dan hasil seleksi melalui situs resmi Yayasan Khouw Kalbe maupun akun media sosial resminya.

Jadwal Beasiswa Djitu Profesi 2026:
- Pendaftaran: 1–21 Agustus 2026.
- Seleksi administrasi: 22 Agustus–20 September 2026.
- Seleksi wawancara dan micromentoring: 25 September–11 Oktober 2026.
- Pengumuman hasil wawancara: 14 Oktober 2026.
- Onboarding dan registrasi ulang: 17–26 Oktober 2026.
- Orientasi penerima Beasiswa Djitu Profesi: 1 November 2026.

Baca Juga: Apa Saja Syarat Mendirikan Universitas di Indonesia? Simak Penjelasan Lengkapnya

Bagi mahasiswi yang memenuhi seluruh persyaratan, program ini menjadi kesempatan untuk memperoleh bantuan biaya pendidikan sekaligus meningkatkan kompetensi melalui berbagai pelatihan dan pendampingan.

Melalui program tersebut, penerima beasiswa juga diharapkan dapat berkontribusi dalam pemerataan tenaga kesehatan di berbagai wilayah Indonesia.***