POJOKSATU.id – Industri kopi tidak lagi hanya berbicara tentang menjual secangkir minuman.
Di balik secangkir kopi berkualitas, terdapat rantai bisnis yang melibatkan petani, teknologi, riset, hingga strategi pemasaran yang saling terintegrasi untuk menciptakan usaha yang berkelanjutan.
Konsep tersebut dipelajari peserta CEO School dalam kegiatan Field Project yang menjadi bagian dari rangkaian Agromaritim Sociopreneur Academy (ASA) 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPAAI) IPB University.
Baca Juga: Besok Panggilan Ketiga Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung Telah Terbitkan Sprindik Baru
Pada kesempatan itu, peserta memperoleh materi mengenai strategi pengembangan bisnis kopi terintegrasi melalui studi kasus PT Kemenady Industri Mandiri bersama narasumber Muhammad Eka Pramudita.
Sesi ini bertujuan memberikan wawasan mengenai cara membangun bisnis kopi yang tidak hanya berorientasi pada penjualan produk, tetapi juga menciptakan ekosistem usaha yang mampu tumbuh secara berkelanjutan.
Mengenal PT Kemenady Industri Mandiri
Pada awal sesi, peserta diperkenalkan dengan profil PT Kemenady Industri Mandiri sebagai perusahaan yang bergerak di bidang roasting coffee, coffee shop, dan co-working space yang berdiri sejak 2016 di Kota Bogor.
Baca Juga: CEO School IPB Kenalkan Inovasi Tepung Bebas Gluten MUGO, Dorong Startup Pangan Berbasis Bahan Lokal
Perusahaan memiliki kapasitas produksi hingga 18.000 kilogram kopi per bulan dengan dukungan empat divisi utama, yaitu Sales, Roasting, Coffee Shop, dan Finance.
Melalui visi menghadirkan pengalaman menikmati kopi yang berkualitas, perusahaan terus mengedepankan inovasi, kualitas produk, serta prinsip keberlanjutan dalam setiap lini usahanya.
Tiga Pilar Bisnis yang Saling Terhubung
Dalam pemaparannya, Muhammad Eka Pramudita menjelaskan bahwa PT Kemenady Industri Mandiri membangun bisnis melalui tiga pilar utama, yakni Coffee Shop & Co-Working Space, B2B Supplies, dan Upstream.
Baca Juga: Alasan Sakit, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Mangkir Panggilan Kedua Tim 9 Kejagung
Ketiga pilar tersebut saling terintegrasi untuk membentuk rantai nilai industri kopi, mulai dari pembinaan petani, proses produksi, hingga penyediaan produk bagi konsumen dan mitra bisnis.
Model bisnis ini menjadi contoh bagaimana sebuah perusahaan dapat menciptakan nilai tambah di setiap tahapan rantai pasok kopi.
Coffee Shop Jadi Ruang Komunitas
Pada pilar Coffee Shop & Co-Working Space, perusahaan menghadirkan konsep kafe yang dipadukan dengan ruang kerja bersama.
Konsep tersebut tidak hanya menjadi tempat menikmati kopi, tetapi juga wadah berkumpulnya komunitas, penyelenggaraan berbagai kegiatan, hingga membangun interaksi yang lebih dekat dengan pelanggan.
Baca Juga: Menlu AS Akui Pertahanan Udaranya Bocor, Iran Miliki Teknologi Rudal Canggih
Strategi ini dinilai mampu memperkuat loyalitas pelanggan sekaligus memperluas ekosistem bisnis kopi yang dikembangkan perusahaan.
Perkuat Pasar Melalui B2B Supplies
Di sektor B2B Supplies, PT Kemenady Industri Mandiri memproduksi berbagai produk olahan kopi dan biji kopi sangrai berkualitas tinggi yang dipasarkan kepada hotel, kafe, dan pelaku usaha di berbagai daerah di Indonesia.
Perusahaan juga mengembangkan produk unggulan Bogor Gunung Arca hasil kolaborasi dengan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bogor.
Selain itu, perusahaan tengah mengembangkan sistem One Stop Solution yang menyediakan berbagai kebutuhan industri kopi, mulai dari coffee blend, single origin coffee, produk siap saji, hingga produk pendukung operasional coffee shop seperti gula aren, fructose syrup, dan berbagai jenis bubuk minuman.
Baca Juga: Presiden Prabowo Akan Buka KUII VIII, 87 Organisasi Islam Siap Bahas Isu Strategis Bangsa
Dampingi Petani Tingkatkan Mutu Kopi
Pada sektor Upstream, perusahaan berfokus meningkatkan kualitas kopi sejak tahap pascapanen.
PT Kemenady Industri Mandiri memberikan dukungan berupa teknologi pascapanen, analisis quality control, pengujian profil sensori, serta pelatihan kepada petani di berbagai daerah, seperti Bogor, Garut, Pangalengan, hingga Papua.
Perusahaan juga menjalin kolaborasi dengan berbagai institusi, di antaranya IFF, DuPont, dan Seafast IPB dalam pengembangan starter bakteri asam laktat untuk meningkatkan stabilitas kualitas dan karakter cita rasa kopi Indonesia.
Kopi Indonesia Mampu Bersaing di Dunia
Hasil kolaborasi tersebut membuahkan prestasi membanggakan.
Bersama Frinsa Estate, PT Kemenady Industri Mandiri berhasil mengirimkan lot kopi pada ajang Cup of Excellence 2022–2023 dan meraih peringkat ketiga serta ketujuh belas pada kategori internasional.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa sinergi antara riset, teknologi, inovasi, dan kemitraan dengan petani mampu meningkatkan daya saing kopi Indonesia di pasar global.
Melalui sesi ini, peserta CEO School memperoleh pemahaman bahwa membangun bisnis kopi yang sukses tidak hanya bergantung pada kualitas produk, tetapi juga membutuhkan ekosistem yang melibatkan petani, industri, akademisi, dan konsumen dalam satu rantai nilai yang saling menguatkan.
Pembelajaran ini diharapkan menjadi bekal bagi peserta untuk mengembangkan startup maupun usaha agribisnis yang mengedepankan kolaborasi, inovasi, dan keberlanjutan sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendorong kemajuan sektor pertanian Indonesia. ***




