POJOKSATU.id - Gusi sering berdarah saat menyikat gigi atau mengalami pembengkakan ternyata tidak boleh dianggap sepele.
Kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya periodontitis, yaitu infeksi kronis pada gusi yang disebabkan oleh bakteri di dalam mulut.
Periodontitis merupakan salah satu masalah kesehatan gigi yang dapat berkembang secara perlahan.
Baca Juga: Sakit Jantung
Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini dapat merusak jaringan penyangga gigi hingga menyebabkan gigi menjadi goyang bahkan tanggal.
Selain menimbulkan gangguan pada rongga mulut, infeksi gusi yang dibiarkan juga berpotensi memengaruhi kesehatan tubuh secara lebih luas.
Karena itu, menjaga kesehatan gusi menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan secara keseluruhan.
Selama ini, penggunaan antibiotik menjadi salah satu pilihan dalam menangani infeksi bakteri.
Baca Juga: Terungkap, Ini Yang Dikatakan Messi ke Lamine Yamal Usai Final Piala Dunia 2026
Namun, metode tersebut memiliki tantangan karena bakteri dapat mengalami resistensi atau menjadi kebal terhadap antibiotik.
Selain itu, obat juga terkadang sulit menjangkau area tertentu yang mengalami infeksi.
Melihat tantangan tersebut, guru besar sekaligus dosen Bidang Biologi Oral Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, Prof. Dr. drg. Ria Puspitawati, PBO., mengembangkan penelitian mengenai potensi minyak nilam atau patchouli oil sebagai terapi pendamping untuk membantu mengatasi periodontitis.
Baca Juga: China Open 2026: 7 Wakil Indonesia Tampil di 16 Besar, Ini Jadwal Lengkapnya
Minyak nilam diketahui memiliki sejumlah potensi, seperti sifat antibakteri, antiradang, dan antijamur.
Kandungan tersebut membuat minyak nilam dinilai memiliki peluang untuk membantu melawan bakteri penyebab infeksi sekaligus mengurangi peradangan pada jaringan gusi.
Namun, agar manfaat minyak nilam dapat bekerja lebih optimal, penelitian tersebut mengembangkan formulasi berbasis teknologi nano berupa nanoemulsi dan nanoemulgel.
Baca Juga: FIFA Turun Tangan, Timnas Argentina Terancam Kehilangan Status Runner Up Piala Dunia 2026
Teknologi nano membuat partikel minyak nilam memiliki ukuran yang sangat kecil sehingga senyawa aktifnya dapat bekerja lebih efektif dalam melawan bakteri penyebab penyakit gusi.
Formulasi tersebut juga membuka peluang penggunaan yang lebih praktis, seperti dikembangkan menjadi obat kumur maupun gel yang dapat diaplikasikan langsung pada area gusi yang mengalami gangguan.
Penelitian tersebut dituangkan dalam jurnal berjudul "Evaluation of patchouli oil in the development of antibacterial nanoemulsion and nanoemulgel for periodontitis: an in vitro study”.
Baca Juga: Tim Forensik Polda Sumut Temukan Gas CH4 di Rumah Kris Hasan di Grand Polonia Medan
Inovasi ini menunjukkan bahwa kekayaan alam Indonesia, termasuk tanaman nilam, memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi solusi kesehatan melalui dukungan teknologi modern.
Pengembangan bahan alami dengan pendekatan ilmiah menjadi harapan baru dalam menghadirkan terapi pendamping yang lebih efektif, terutama untuk membantu mengatasi masalah kesehatan gusi yang masih sering dianggap ringan.
Gusi berdarah mungkin terlihat sebagai masalah kecil, tetapi bisa menjadi tanda awal gangguan yang lebih serius.
Baca Juga: Presiden Tunjuk Kuntadi Jampidsus, Leonard Simanjuntak Jampidum, Harli Siregar Kaban Pelatihan
Melalui penelitian dan inovasi berbasis bahan lokal, harapannya semakin banyak solusi kesehatan yang hadir untuk menjaga senyum masyarakat tetap sehat dan percaya diri.***




