POJOKSATU.id – Program transmigrasi Indonesia memasuki babak baru.
Jika selama ini identik dengan perpindahan penduduk, kini pemerintah mengarahkan kawasan transmigrasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi, investasi, dan pengembangan komoditas unggulan.
Mendukung transformasi tersebut, IPB University melalui Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I) resmi melepas 150 anggota Tim Ekspedisi Patriot IPB University 2026 yang akan menjalankan pendampingan di berbagai kawasan transmigrasi Nusantara.
Baca Juga: Bukan Sekadar Kilang, Begini Cara Pertamina Ubah Balongan Jadi Desa Mandiri Energi dan Sehat
Pelepasan berlangsung di Auditorium FMIPA IPB University, Bogor, Selasa (21/7/2026), dan dihadiri Wakil Menteri Transmigrasi RI Viva Yoga Mauladi, Rektor IPB University Dr. Alim Setiawan Slamet, Kepala LPA2I IPB University Dr. Handian Purwawangsa, jajaran pimpinan kampus, perwakilan Kementerian Transmigrasi, serta para peserta.
Program Ekspedisi Patriot merupakan kolaborasi Kementerian Transmigrasi dengan IPB University dan sembilan perguruan tinggi mitra.
Secara nasional, program tahun 2026 mencakup 53 kawasan transmigrasi dengan melibatkan 246 tim dan 1.476 personel.
Baca Juga: Mau Ditangkap Zohran Mamdani di New York, Netanyahu Malah Dilindungi Donald Trump
Paradigma Baru Program Transmigrasi
Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menjelaskan bahwa paradigma transmigrasi kini telah berubah.
Fokusnya bukan lagi sekadar memindahkan penduduk dari daerah padat ke wilayah yang masih jarang dihuni, melainkan membangun kawasan yang mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi baru.
"Pendekatannya sekarang lebih praktis, bukan lagi sekadar teori," ujar Viva Yoga.
Menurutnya, hasil kajian Ekspedisi Patriot 2025 kini mulai diterapkan melalui pengembangan komoditas unggulan, hilirisasi, serta industrialisasi di kawasan transmigrasi.
Baca Juga: Seluruh Sarana KAI Daop 3 Cirebon Lulus Uji Kelaikan Operasi, DJKA Pastikan Perjalanan Kereta Aman
Ia menambahkan, terdapat empat tujuan utama kebijakan transmigrasi saat ini, yakni memperkuat persatuan nasional, mengurangi kemiskinan, mengembangkan kawasan transmigrasi sebagai sentra produksi nasional, serta menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Karena itu, pendekatan yang digunakan kini mengedepankan sistem desentralisasi dan bottom-up, di mana pemerintah daerah mengusulkan kawasan yang telah memiliki lahan berstatus clean and clear.
Fokus Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat
Pada penyelenggaraan tahun ini, Ekspedisi Patriot dibagi ke dalam dua skema utama.
Skema TEP Investasi difokuskan pada kawasan transmigrasi yang telah siap berkembang melalui penguatan ekonomi, peningkatan nilai tambah produk, dan kolaborasi investasi.
Sementara TEP Bakti Transmigrasi diarahkan untuk memperkuat masyarakat, kelembagaan ekonomi, dan layanan dasar di kawasan yang masih berkembang.
Bagi IPB University, program ini menjadi media untuk menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang dapat langsung diterapkan di lapangan.
IPB Kirim 150 Personel ke Enam Kawasan
IPB University mengirimkan 150 personel yang terdiri atas 25 ketua tim dan 125 anggota tim.
Komposisi ketua tim meliputi tiga profesor, 18 doktor, dan empat magister. Sementara anggota tim terdiri atas 24 lulusan magister, 77 sarjana, dan 24 sarjana terapan.
Baca Juga: Tidak Tahu Doxing? Kenali Pengertian, Dampak, Ancaman Hukum, dan Cara Melindungi Diri
Sebanyak 20 tim akan bertugas di Salor, Merauke, Papua Selatan, sedangkan lima tim lainnya ditempatkan di Selaut (Aceh), Lunang Silaut dan Muara Takung (Sumatera Barat), Batu Betumpang (Bangka Belitung), serta Barelang (Kepulauan Riau).
Sebelum diterjunkan ke lapangan, seluruh peserta mengikuti pembekalan intensif mengenai strategi pemberdayaan masyarakat, penguatan kelembagaan ekonomi, pengembangan ekosistem bisnis, manajemen risiko, komunikasi sosial, hingga etika bermasyarakat.
Terapkan 25 Proposal Terbaik
Sebanyak 25 proposal terbaik akan diimplementasikan melalui 25 tim pengembangan yang terdiri atas dosen, mahasiswa, alumni, dan kolaborator lintas disiplin.
Baca Juga: Taspen Life Bukukan Laba Bersih Rp40,57 Miliar pada 2025, RBC Tercatat 381,53 Persen
Program pendampingan difokuskan pada pengembangan sektor padi, sagu, peternakan, perikanan, perkebunan, dan hortikultura.
Selain itu, tim juga akan memperkuat kelembagaan ekonomi masyarakat, hilirisasi produk, digitalisasi usaha, serta membangun ekosistem bisnis yang terintegrasi dari hulu hingga hilir melalui pendekatan One Village One CEO (OVOC).
Bawa Inovasi Pertanian IPB
Rektor IPB University Dr. Alim Setiawan Slamet menegaskan bahwa Ekspedisi Patriot bukan sekadar program pengabdian masyarakat, tetapi menjadi wadah untuk mengimplementasikan hasil riset kampus secara langsung.
"Komitmen kami adalah menyediakan solusi riset dan inovasi yang dapat meningkatkan produktivitas, nilai tambah, pendapatan, dan pada akhirnya kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Dalam program ini, IPB juga membawa sejumlah inovasi pertanian, di antaranya varietas padi IPB 9G yang mampu tumbuh di lahan sawah maupun lahan kering, serta cabai Patriot yang sedang dalam proses pendaftaran sebagai varietas baru.
Peserta Diminta Jaga Profesionalisme
Kepala LPA2I IPB University, Dr. Handian Purwawangsa, mengingatkan seluruh peserta agar menjaga profesionalisme selama menjalankan tugas di daerah penempatan.
Ia meminta peserta menghormati budaya lokal, menjaga nama baik IPB University, serta mengutamakan kesehatan dan keselamatan selama bertugas.
Senada dengan itu, Rektor IPB University juga berpesan agar seluruh anggota tim mampu membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat.
Baca Juga: 5 Transportasi yang Bisa Digunakan Menuju Bandara Soekarno-Hatta
"Bangun komunikasi yang baik, jaga kesehatan, jaga keselamatan, dan semangat," pesannya.
Salah seorang peserta, Ludia Artha Pramesthi, mengaku antusias mengikuti program tersebut.
Menurutnya, pembekalan yang diterima sebelum keberangkatan membuat peserta lebih siap menghadapi berbagai tantangan di lapangan, mulai dari memahami karakter masyarakat hingga melakukan survei dan pendampingan secara profesional.
Melalui Ekspedisi Patriot 2026, pemerintah bersama IPB University berharap inovasi yang lahir dari perguruan tinggi tidak berhenti sebagai hasil riset, tetapi benar-benar mampu mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi, meningkatkan produktivitas komoditas unggulan, serta menghadirkan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi masyarakat. ***




