POJOKSATU.id – Ekskul Jurnalistik kini semakin diminati siswa yang ingin belajar menulis, meliput berita, membuat konten, hingga mengelola media digital sekolah secara profesional.
Mengingat, semakin pesatnya perkembangan media sosial, portal berita digital, podcast, hingga video pendek, kemampuan mengolah informasi menjadi salah satu keterampilan yang semakin penting dimiliki generasi muda.
Berbeda dengan anggapan bahwa jurnalistik hanya identik dengan majalah dinding atau buletin sekolah, kini ruang berkaryanya jauh lebih luas.
Banyak tim jurnalistik sekolah mengelola website resmi, media sosial, podcast, fotografi, videografi, hingga kanal YouTube sekolah untuk mendokumentasikan berbagai kegiatan dan prestasi.
Melalui ekskul ini, siswa tidak hanya belajar menjadi penulis berita, tetapi juga reporter, fotografer, editor, presenter, content creator, videografer, hingga pengelola media digital sekolah.
Selain mengembangkan kemampuan literasi, ekskul jurnalistik juga dikenal mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kreativitas, dan tanggung jawab melalui proses mencari, memverifikasi, mengolah, hingga menyajikan informasi secara faktual.
Karena itulah banyak sekolah menjadikan jurnalistik sebagai salah satu ekstrakurikuler yang mendukung budaya literasi sekaligus membekali siswa menghadapi dunia komunikasi dan media digital yang terus berkembang.
Apa Itu Ekstrakurikuler Jurnalistik?
Ekstrakurikuler Jurnalistik merupakan wadah bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan literasi, komunikasi, berpikir kritis, dan kreativitas melalui aktivitas mencari, mengolah, serta menyebarkan informasi yang akurat dan bertanggung jawab.
Dalam praktiknya, anggota jurnalistik bertugas meliput berbagai kegiatan sekolah, melakukan wawancara, menulis berita dan feature, mengambil foto jurnalistik, membuat video liputan, mengelola majalah sekolah, mading, website, hingga media sosial sekolah.
Ekskul ini juga menjadi tempat siswa belajar menjadi "mata dan telinga" sekolah dengan mendokumentasikan berbagai peristiwa penting yang layak diketahui warga sekolah.
Materi yang Dipelajari dalam Ekskul Jurnalistik
Materi latihan jurnalistik disusun bertahap agar siswa memahami proses kerja media dari peliputan hingga publikasi.
Beberapa materi yang biasanya dipelajari antara lain:
-
Pengenalan dunia jurnalistik dan fungsi pers.
-
Teknik wawancara dengan berbagai narasumber.
-
Rumus dasar penulisan berita 5W + 1H (What, Who, When, Where, Why, How).
-
Teknik menulis Straight News menggunakan metode piramida terbalik.
-
Penulisan Feature Story yang lebih humanis, kreatif, dan bercerita.
-
Teknik fotografi jurnalistik untuk menangkap momen yang memiliki nilai berita.
Baca Juga: Rayakan HUT ke-24, IMHB Gelar Kopdar Gabungan dan Perkuat Semangat 'Ride as One' di Bandung
-
Dasar videografi dan video journalism, termasuk menjadi presenter atau reporter di depan kamera.
-
Teknik verifikasi data dan pengecekan fakta untuk menghindari penyebaran hoaks.
-
Kode Etik Jurnalistik, objektivitas, anti plagiarisme, dan etika menghormati narasumber.
-
Dasar desain grafis dan layout menggunakan aplikasi seperti Canva maupun Adobe InDesign.
-
Pengelolaan website, mading digital, serta media sosial sekolah.
Baca Juga: PC Fatayat NU Kabupaten Cirebon Resmi Dilantik, Siap Perkuat Peran Perempuan Muda di Era Digital
Kegiatan yang Dilakukan Anggota Ekskul Jurnalistik
Kegiatan jurnalistik tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga banyak dilakukan secara langsung di lapangan.
Beberapa agenda yang rutin dilaksanakan meliputi:
-
Rapat redaksi mingguan untuk menentukan topik liputan, membagi tugas reporter, fotografer, editor, dan desainer.
-
Liputan kegiatan sekolah, seperti MPLS, class meeting, pentas seni, lomba, Hari Guru, hingga pelantikan OSIS.
-
Praktik wawancara dengan guru, kepala sekolah, alumni, narasumber, maupun siswa berprestasi.
-
Produksi berita dan artikel untuk website, majalah sekolah, mading, atau buletin.
-
Pengelolaan media sosial sekolah, mulai dari membuat caption, infografik, reels, hingga video pendek.
Baca Juga: DPR Minta BGN Hati-hati Batasi Penerima MBG Desil 8-10, Khawatir Timbulkan Kecemburuan di Sekolah
-
Pelatihan fotografi dan videografi jurnalistik di lingkungan sekolah maupun luar sekolah.
-
Media visit atau kunjungan ke kantor media cetak, televisi, radio, maupun media digital untuk mengenal proses kerja jurnalis profesional.
-
Workshop bersama jurnalis atau praktisi media mengenai penulisan berita, fotografi, editing, hingga etika jurnalistik.
-
Mengikuti lomba jurnalistik pelajar, seperti lomba menulis berita, feature, fotografi, video jurnalistik, blog, podcast, maupun majalah sekolah.
Mengapa Banyak Siswa Memilih Ekskul Jurnalistik?
Perkembangan media digital membuat kemampuan menulis dan mengolah informasi semakin dibutuhkan.
Tidak sedikit siswa yang bergabung karena ingin menjadi penulis, jurnalis, presenter, content creator, copywriter, editor, hingga bekerja di industri kreatif.
Beberapa alasan ekskul ini semakin diminati antara lain:
-
Belajar menulis berita dan artikel.
-
Melatih kemampuan wawancara.
-
Mengenal dunia media dan komunikasi.
-
Mengelola website maupun media sosial sekolah.
-
Membuat foto dan video jurnalistik.
-
Membangun portofolio sejak bangku sekolah.
-
Berkesempatan mengikuti berbagai lomba jurnalistik.
Baca Juga: Pakai Laras Panjang, Oknum Polisi Disebut Ditangkap Usai Rampok Toko Emas Amin Setia Tapaktuan
11 Manfaat Mengikuti Ekskul Jurnalistik
1. Meningkatkan Kemampuan Menulis
Siswa belajar menyusun berita, artikel, feature, opini, hingga naskah konten digital menggunakan bahasa yang efektif dan mudah dipahami.
2. Melatih Berpikir Kritis
Anggota jurnalistik terbiasa memverifikasi informasi, membedakan fakta dan opini, serta menyusun berita berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan.
3. Mengembangkan Kemampuan Wawancara
Siswa belajar menyusun pertanyaan yang baik, menggali informasi, dan membangun komunikasi dengan berbagai narasumber.
4. Menguasai Teknik Peliputan
Melalui praktik langsung, siswa memahami proses peliputan mulai dari observasi, pencatatan data, dokumentasi, hingga penyusunan laporan.
5. Mengenal Etika Bermedia
Selain teknik menulis, siswa mempelajari objektivitas, hak jawab, perlindungan narasumber, anti plagiarisme, serta tanggung jawab dalam menyebarkan informasi.
6. Mengembangkan Kreativitas
Jurnalistik tidak hanya menghasilkan tulisan, tetapi juga foto cerita, infografik, video liputan, podcast, hingga konten media sosial.
Baca Juga: Pegawai MBG Diangkat Jadi PPPK, DPR Soroti Nasib Guru Honorer, Bandingkan dengan Gaji Sopir MBG
7. Melatih Kerja Sama Tim
Setiap produksi media melibatkan reporter, editor, fotografer, videografer, desainer, dan pengelola media sosial sehingga kemampuan kolaborasi terus berkembang.
8. Menambah Wawasan
Melalui berbagai liputan dan wawancara, siswa memperoleh pengetahuan baru mengenai pendidikan, teknologi, olahraga, seni, lingkungan, hingga isu sosial.
9. Meningkatkan Rasa Percaya Diri
Kesempatan mewawancarai narasumber, menjadi presenter, atau melihat hasil karya dipublikasikan membuat siswa semakin percaya diri.
10. Membuka Peluang Berprestasi
Anggota jurnalistik dapat mengikuti lomba menulis berita, fotografi jurnalistik, video kreatif, podcast, blog, hingga kompetisi media sekolah tingkat daerah maupun nasional.
11. Menjadi Bekal Karier Masa Depan
Kemampuan menulis, komunikasi, fotografi, videografi, editing, hingga pengelolaan media digital menjadi bekal berharga untuk berbagai profesi di era digital.
Tiga Manfaat Utama Jurnalistik bagi Pelajar
Pengembangan Literasi
-
Mengembangkan kemampuan menulis.
-
Melatih membaca secara kritis.
-
Memahami teknik peliputan berita.
-
Menguasai teknik wawancara.
-
Mengenal kode etik jurnalistik.
Baca Juga: Rayakan HUT ke-24, IMHB Gelar Kopdar Gabungan dan Perkuat Semangat 'Ride as One' di Bandung
Pengembangan Mental dan Karakter
-
Melatih berpikir kritis.
-
Meningkatkan rasa percaya diri.
-
Membentuk tanggung jawab.
-
Mengembangkan kreativitas.
-
Membiasakan bekerja secara teliti dan objektif.
Pengembangan Keterampilan Masa Depan
-
Mengasah kemampuan komunikasi.
-
Melatih kerja sama tim.
-
Menguasai fotografi dan videografi.
-
Mengembangkan kemampuan membuat konten digital.
-
Membangun portofolio sejak masih bersekolah.
Ekskul Jurnalistik bukan sekadar tempat belajar menulis berita.
Di dalamnya, siswa diperkenalkan pada proses kerja media secara utuh, mulai dari mencari ide liputan, melakukan wawancara, memotret, merekam video, menulis, mengedit, hingga mempublikasikan karya kepada masyarakat.
Pengalaman tersebut menjadikan ekskul ini sebagai ruang belajar yang relevan dengan perkembangan era digital sekaligus membekali pelajar dengan kemampuan literasi serta komunikasi. ***




