POJOKSATU.id - Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri atau yang lebih dikenal dengan STT-NF merupakan perguruan tinggi yang memadukan pendidikan teknologi informasi dengan pembentukan karakter islami.

Kampus ini resmi berdiri pada tahun 2012 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 269/E/O/2012 dengan semangat menghadirkan lulusan teknologi yang kompeten, profesional, sekaligus berakhlak mulia.

Sejak awal berdiri, STT-NF memiliki tujuan besar untuk mencetak sarjana komputer yang tidak hanya menguasai teknologi informasi, tetapi juga memiliki integritas serta sertifikasi profesional di bidang IT.

Baca Juga: Perjudian Besar

Komitmen tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat dan dunia industri terhadap tenaga teknologi yang memiliki kemampuan teknis sekaligus karakter yang kuat.

Perjalanan kampus ini berkembang cukup pesat. Dua program studi yang dikelola, yakni Sistem Informasi (SI) dan Teknik Informatika (TI), berhasil meraih akreditasi dari BAN-PT pada tahun 2014.

Pencapaian tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat kualitas pendidikan yang diselenggarakan.

Baca Juga: Lahan Terbatas Jadi Kendala Besar, Rencana Pembangunan Sekolah Rakyat Kemensos Beberapa Daerah Terancam Gagal?

Tidak berhenti di situ, Program Studi Sistem Informasi kembali memperoleh re-akreditasi pada tahun 2019, disusul Program Studi Teknik Informatika pada tahun 2020.

Keberhasilan tersebut menunjukkan konsistensi STT-NF dalam menjaga standar mutu pendidikan tinggi di bidang teknologi informasi.

Prestasi lainnya terlihat dari keberhasilan para alumninya. Pada September 2016, STT-NF meluluskan 37 mahasiswa angkatan pertama.

Baca Juga: Nasib 30 Ribu Anak Sekolah Rakyat Kemensos? Ombudsman Desak Perubahan Pada Program ini!

Kemudian pada Februari 2018, sebanyak 52 mahasiswa dari angkatan berikutnya menyelesaikan pendidikan mereka.

Sementara itu, pada September 2019, sebanyak 59 mahasiswa kembali diwisuda.

Menariknya, lulusan STT-NF berhasil mencatatkan tingkat penyerapan kerja yang sangat tinggi.

Baca Juga: ADA APA! Pejabat Tinggi Negara Mendadak Sidak Dua Sekolah di Bandung, Ada Apa Sebenarnya?

Alumni kampus ini tidak hanya berkarier di berbagai perusahaan dan industri teknologi, tetapi juga melanjutkan kiprah di dunia akademik hingga membangun startup berbasis teknologi sesuai minat dan kompetensinya.

Konsep yang diusung STT-NF adalah menghasilkan sarjana terpadu.

Artinya, lulusan tidak hanya memperoleh ijazah sebagai bukti kelulusan akademik, tetapi juga dibekali sertifikasi IT berskala nasional maupun internasional.

Baca Juga: ADA APA! Pejabat Tinggi Negara Mendadak Sidak Dua Sekolah di Bandung, Ada Apa Sebenarnya?

Sertifikasi tersebut menjadi pengakuan atas kompetensi yang dimiliki sehingga para lulusan memiliki kesiapan lebih baik dalam menghadapi persaingan dunia kerja.

Selain penguasaan teknologi, STT-NF juga memberikan perhatian besar terhadap pembentukan karakter. Mata kuliah keislaman dipadukan dengan pembelajaran kepemimpinan dan kewirausahaan pada setiap semester. Pendekatan ini bertujuan membentuk lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan sosial.

Setiap mahasiswa didorong untuk mengembangkan nilai karakter NICE, yaitu Novelty, Integrity, Care, dan Excellence.

Baca Juga: Sertifikasi Guru Belum Cair? Cek Rekening di InfoGTK Sekarang

Nilai ini mengajarkan mahasiswa untuk menjadi pribadi yang kreatif dan inovatif, menjunjung tinggi kejujuran, memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar, serta terus berusaha mencapai hasil terbaik dalam setiap pekerjaan.

Di balik identitas kampus, STT-NF juga memiliki filosofi yang tercermin dalam lambangnya.

Lambang tersebut berbentuk lingkaran berwarna biru dengan garis-garis putih di dalamnya serta lingkaran elips berwarna oranye di bagian luar.

Lingkaran biru melambangkan persatuan seluruh warga kampus dalam mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan serta teknologi.

Baca Juga: Tewaskan Anak 9 Tahun di Jasinga, Pemilik Anjing Jadi Tersangka, Domisilinya di Jakarta

Garis-garis putih menggambarkan aktivitas akademik berupa pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Sementara itu, elips berwarna oranye melambangkan ikatan kuat seluruh sivitas akademika untuk memberikan manfaat bagi bangsa Indonesia dan umat manusia.

Warna-warna dalam lambang juga memiliki makna tersendiri. Biru mencerminkan profesionalisme, teknologi, dan kerja keras.

Putih melambangkan kebebasan serta keterbukaan akademik.

Baca Juga: Soroti Isu LGBT, ASPIKA: Karawang Harus Punya Perda Pencegahan Perilaku Seksual Menyimpang

Sedangkan oranye menggambarkan semangat yang kuat dalam menjalankan visi, misi, dan tujuan institusi.

Ke depan, STT-NF menargetkan diri menjadi sekolah tinggi teknologi unggul di Indonesia pada tahun 2045.

Visi tersebut diwujudkan melalui budaya inovasi, penguatan jiwa teknopreneur, serta pembentukan karakter religius yang menjadi ciri khas kampus.

Untuk mendukung proses pendidikan, STT-NF menyediakan berbagai fasilitas penunjang.

Baca Juga: RUPST Tahun Buku 2025: Telkom Tebar Dividen Rp21,9 Triliun, Buyback Saham Rp4 Triliun Disetujui

Tersedia perpustakaan yang membantu mahasiswa memperluas wawasan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kampus juga memiliki lapangan serbaguna yang dapat digunakan untuk kegiatan olahraga, perlombaan, maupun berbagai kegiatan mahasiswa.

Selain itu, tersedia auditorium representatif dengan kapasitas sekitar 200 orang yang dilengkapi fasilitas penunjang seperti pendingin ruangan, sistem suara, meja, kursi, karpet, serta LCD projector. Fasilitas ini mendukung kegiatan perkuliahan, seminar, hingga presentasi hasil penelitian mahasiswa.

Baca Juga: Tidak Saja Indonesia, Ringgit Melemah Terhadap Dolar AS, Satu Dolar Kini 4.0520 RM

Bagi kebutuhan spiritual, STT-NF juga menyediakan mushola di Kampus B yang menjadi pusat kegiatan ibadah dan pembinaan keagamaan bagi sivitas akademika.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, STT-NF berupaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya melahirkan ahli teknologi, tetapi juga insan yang berintegritas dan bermanfaat bagi masyarakat.

Perjalanan yang telah dibangun sejak 2012 menjadi bukti bahwa kemajuan teknologi dan nilai-nilai moral dapat berjalan beriringan untuk melahirkan generasi masa depan yang siap menghadapi tantangan zaman.***