POJOKSATU.id, JAKARTA-- Mata uang ringgit Malaysia mengalami pelemahan terhadap dolas AS, seiring data pasar tenaga kerja AS yang lebih baik dari perkiraan.

Pada pukul 08.00 pagi, mata uang ringgit melemah menjadi 4.0470 atau 4.0520 terhadap dolar AS dari 4.0280 atau 4.0320 pada penutupan perdagangan Jumat.

Demikian laporan BERNAMA di Kuala Lumpur, Senin (8/6/2026).

Kepala Ekonom Bank Muamalat Malaysia Bhd, Dr Mohd Afzanizam Abdul Rashid, mengatakan Indeks Dolar AS (DXY) naik menjadi 100.069 poin setelah pasar tenaga kerja AS menunjukkan ketahanan pada bulan Mei.

Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Kembali Cetak Rekor Sejarah Rp18.151, Ringgit Malaysia Juga Ambruk

"Sementara itu, data lapangan kerja non-pertanian (NFP) mencatat 172.000, melampaui perkiraan konsensus sebesar 85.000, sedangkan tingkat pengangguran tetap berada di angka 4,3 persen," tuturnya.

"Kinerja yang kuat ini diharapkan dapat mendorong Federal Reserve (Fed) untuk terus mempertahankan kebijakan moneter yang ketat pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada tanggal 16 hingga 17 Juni," katanya.

Adapun ringgit sebagian besar diperdagangkan lebih tinggi terhadap mata uang utama.

Nilai tukar naik terhadap poundsterling menjadi 5.3963 atau 5.4029 dari 5.4233 atau 5.4287 dan naik terhadap euro menjadi 4.6630 atau 4.6687 dari 4.6882 atau 4.6928, tetapi turun terhadap yen Jepang menjadi 2.5240 atau 2.5273 dari 2.5183 atau 2.5209 sebelumnya.

Baca Juga: 50 Soal UTS-PTS Bahasa Inggris Kelas 5 Semester 2 Kurikulum Merdeka dan Jawaban Lengkap untuk Latihan

Mata uang ringgit diperdagangkan secara berbeda terhadap mata uang regional.

Ringgit menguat terhadap dolar Singapura menjadi 3.1343/3.1384 dari 3.1390/3.1424 dan menguat terhadap baht Thailand menjadi 12.3219/12.3446 dari 12.3433/12.3605.

Nilai tukar terhadap peso Filipina lebih rendah menjadi 6.58/6.59 dari 6.55/6.56 dan terhadap rupiah Indonesia lebih rendah menjadi 224.3/224.7 dari 223.3/223.6 pada penutupan Jumat lalu.***